x

SAMUDERA

Aṅguttara Nikāya: The Numerical Discourses of the Buddha. Translated by Bhikkhu Bodhi. Boston: Wisdom Publications, 2012.

    DOWNLOAD AUDIO

Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Verañja, di bawah pohon nimba Naleru. Di sana Paharada, pemimpin makhluk Asura, menghampiri Yang Terberkahi. Setelah memberi hormat, dia berdiri di satu sisi. Yang Terberkahi kemudian berkata pada Paharada demikian:
“Aku kira, Paharada, para Asura menikmati kesenangan yang besar di samudera.”

“Memang demikian, Yang Mulia.”

“Sekarang, Paharada, ada berapa kuali-tas yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para Asura secara terus-menerus di samudera, yang menjadi alasan sehingga mereka menikmati kesenangan di sana?”

“Yang Mulia, ada delapan kualitas yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para Asura secara terus-menerus di samudera sehingga mereka menikmati kesenangan di sana. Inilah yang delapan itu:

(1) “Samudera yang luas itu, Yang Mulia, naik dengan perlahan, turun dengan perlahan, melandai dengan perlahan, tidak tajam seperti tebing jurang. Inilah kualitas pertama yang menakjubkan dan luar biasa, yang dipahami oleh para Asura secara terus-menerus di samudera sehingga mereka menikmati kesenangan di sana.

(2) “Samudera luas itu stabil dan tidak meluap keluar dari batas-batasnya. Inilah kualitas kedua yang menakjubkan dan luar biasa ….

(3) “Samudera luas itu tidak menerima tubuh yang mati, mayat; jika ada sosok mayat di dalamnya, dengan cepat samudera luas itu akan membawanya ke pantai dan melemparkannya ke daratan. Inilah kualitas ketiga yang menakjubkan dan luar biasa ….

(4) “Ketika sungai-sungai besar – Gangga, Yamuna, Aciravati, Sarabhu dan Mahi – mencapai samudera luas, mereka kehilangan nama dan asal aslinya, dan kemudian dikenal sebagai samudera luas saja. Inilah kualitas keempat yang menakjubkan dan luar biasa ….

(5) “Meskipun semua sungai di dunia mengalir ke samudera luas dan hujan tercurah dari langit ke dalamnya, samudera luas tidak terlihat berkurang atau bertambah. Inilah kualitas kelima yang menakjubkan dan luar biasa ….

(6) “Samudera luas hanya memiliki satu rasa, rasa garam. Inilah kualitas keenam yang menakjubkan dan luar biasa ….

(7) “Di samudera luas ada banyak dan beraneka benda berharga: mutiara, permata, batu biru, kerang, kuarsa, koral, perak, emas, rubi, dan batu mata-kucing. Inilah kualitas ketujuh yang menakjubkan dan luar biasa ….

(8) “Samudera luas adalah tempat ke-diaman banyak makhluk besar: timi, timingala, timirapingala, asura, naga, dan gandhabba. Di samudera luas ini ada banyak makhluk yang panjangnya 100 yojana atau 200, 300, 400, dan 500 yojana. Inilah kualitas kedelapan yang dipahami oleh para Asura secara terus-menerus di samudera sehingga mereka menikmati kesenangan di sana.

“Inilah, Yang Mulia, delapan kualitas yang dipahami oleh para Asura secara terus-menerus di samudera sehingga mereka menikmati kesenangan di sana. Saya kira, Yang Mulia, para bhikkhu menikmati kesenangan pada Dhamma dan Vinaya.”

“Memang demikianlah adanya, Paharada.”

“Tetapi, Yang Mulia, ada berapa kualitas yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para bhikkhu secara terus-menerus di dalam Dhamma dan Vinaya ini sehingga mereka menikmati kesenangan di sana?”

“Paharada, ada delapan kualitas yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para bhikkhu secara terus-menerus di dalam Dhamma dan Vinaya ini sehingga mereka menikmati kesenangan di sana. Inilah yang delapan itu:

(1) “Seperti halnya samudera luas yang naik dengan perlahan, turun dengan perlahan, melandai dengan perlahan, tidak tajam seperti tebing jurang; demikian pula, Paharada, di dalam Dhamma dan Vinaya ini: ada latihan yang bertahap, praktik yang bertahap, kemajuan yang bertahap; tidak ada penembusan secara tiba-tiba terhadap pengetahuan akhir. Inilah kualitas pertama yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para bhikkhu secara terus-menerus di dalam Dhamma dan Vinaya ini sehingga mereka menikmati kesenangan di sana.

(2) “Seperti halnya samudera luas yang stabil dan tidak meluap keluar dari batas-batasnya; demikian pula ketika aku telah menetapkan peraturan latihan pada para siswaku, mereka tidak akan melanggarnya bahkan demi kehidupan ini. Inilah kualitas kedua yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini ….

(3) “Seperti halnya samudera luas yang tidak menerima tubuh yang mati, mayat, melainkan dengan cepat akan membawanya ke pantai dan melemparkannya ke daratan; demikian pula Saṅgha tidak akan menerima di dalam jajarannya seseorang yang tidak bermoral, berwatak jelek, berperilaku tidak murni dan mencurigakan, licik dalam tindakannya, bukan petapa sejati melainkan petapa yang berpura-pura sebagai petapa, tidak selibat tetapi berpura-pura selibat, busuk pada dasarnya, penuh nafsu dan bertingkah laku rendah. Pada kasus-kasus demikian, Saṅgha segera mengadakan pertemuan dan mengeluarkan orang semacam itu. Bahkan pada saat duduk di antara para bhikhhu, dia sebenarnya jauh dari Saṅgha dan Saṅgha jauh darinya. Inilah kualitas ketiga yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini ….

(4) “Seperti halnya sungai-sungai besar yang mengalir ke dalam samudera luas kehilangan nama dan asal aslinya dan kemudian dikenal sebagai samudera luas saja; demikian pula ketika para anggota empat kasta – bangsawan, brahmana, rakyat biasa dan kaum papa – me-ninggalkan kehidupan berumah dan masuk ke dalam kehidupan tak-berumah di dalam Dhamma dan Vinaya yang dinyatakan oleh Sang Tathāgata ini, mereka kehilangan nama dan keturunan lama mereka dan kemudian dikenal hanya sebagai petapa yang mengikuti putra suku Sakya. Inilah kualitas keempat yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini ….

(5) “Seperti halnya samudera luas tidak terlihat berkurang atau bertambah meskipun semua sungai di dunia mengalir ke dalamnya dan hujan tercurah dari langit ke dalamnya; demikian pula sekalipun banyak bhikkhu mencapai tujuan akhir Nibbāna, dalam elemen Nibbāna yang tidak lagi tersisa, tidak ada pengurangan atau penambahan di dalam elemen Nibbāna yang tidak lagi tersisa. Inilah kualitas kelima yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini ….

(6) “Seperti halnya samudera yang hanya memiliki satu rasa, rasa garam; demikian pula Dhamma dan Vinaya ini hanya memiliki satu rasa, rasa kebebasan. Inilah kualitas keenam yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini ….

(7) “Seperti halnya di samudera luas ada banyak dan beraneka benda berharga seperti misalnya: mutiara, permata, dan lain-lain; demikian pula di dalam Dhamma dan Vinaya ini ada banyak sekali benda berharga. Inilah benda-benda berharga di dalamnya: empat landasan kewaspadaan, empat usaha benar, empat landasan keberhasilan, lima kemampuan spiritual, lima kekuatan spiritual, tujuh faktor pencerahan, Jalan Mulia Berunsur Delapan. Inilah kualitas ketujuh yang menakjubkan dan luar biasa di dalam Dhamma dan Vinaya ini …. 

(8) “Seperti halnya samudera luas yang menjadi tempat kediaman banyak makhluk besar; demikian pula Dhamma dan Vinaya ini menjadi tempat kediaman makhluk-makhluk besar: para Sotāpanna dan orang yang berlatih untuk mencapai tingkat Sotāpanna; Sakadāgāmi dan orang yang berlatih untuk mencapai tingkat Sakadāgāmi; Anāgāmi dan orang yang berlatih untuk mencapai tingkat Anāgāmi; Arahat dan orang yang berlatih untuk mencapai tingkat Arahat. Inilah kualitas kedelapan yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para bhikkhu secara terus-menerus di dalam Dhamma dan Vinaya ini sehingga mereka menikmati kesenangan di sana.

“Inilah, Paharada, delapan kualitas yang menakjubkan dan luar biasa yang dipahami oleh para bhikkhu secara terus-menerus di dalam Dhamma dan Vinaya ini sehingga mereka menikmati kesenangan di sana.”

Referensi:
-Aṅguttara Nikāya: The Numerical Discourses of the Buddha. Translated by Bhikkhu Bodhi. Boston: Wisdom Publications, 2012.

Dibaca : 4917 kali