x

ENERGI SEMESTA DAN KEHIDUPAN

Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito
Subhāsitā ca yā vācā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Berpengetahuan luas, berketerampilan, Terlatih baik dalam tata susila,
Dan bertutur kata dengan baik, Itulah berkah utama

    DOWNLOAD AUDIO

Manusia sebagai bagian dari alam semesta dalam badan jasmani kita terdapat empat unsur besar yakni, unsur tanah (pathavi), air (apo), api (tejo), dan angin (vayo). Karena bagian dari semesta inilah dalam perjalanan langkah kehidupan kita tidak dapat terlepas dari koneksitas dari energi atau kekuatan alam.

Alam semesta ini tak terhingga keistimewaannya, kekuatannya, dan keagungannya. Kita manusia bagai debu yang menempel di tanah bila di banding dengan keistimewaan alam semesta.

Namun manusia yang merupakan bagian alam semesta ini dapat mengambil manfaat luar biasa untuk mencapai tujuan hidup, baik ke-rezeki-an, kekuatan, kebajikan, dan keluhuran.

Ke-rezeki-an segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan hidup meliputi empat kebutuhan pokok yaitu, sandang, pangan, papan dan obat-obatan. Segala kebutuhan kehidupan manusia terhampar luas tak terhingga di semesta ini. 

Apalagi dalam kehidupan modernisasi ini kemajuan yang ditopang canggihnya teknologi dan ilmu pengetahuan, menjadikan begitu cepat, praktis dan mudah untuk memperoleh kebutuhan hidup.

Kalau kita membicarakan rezeki kita selalu teringat nasihat orangtua dengan kalimat, ayooo bangun pagi supaya rezeki-nya tidak di patok ayam. Kalimat tersebut begitu kuat ada pada diri kita semua.

Anjuran dan nasihat itu sangat baik untuk kita semua agar kita menjadi rajin bangun pagi, semangat, kreatif dan tanggungjawab. Apakah rezeki hanya ada di pagi hari?... Sudah tentu tidak.

Tetapi ada yang istimewa di pagi hari yang tidak dapat diperoleh di waktu lain, yakni sinar matahari pagi. Sinar matahari pagi itu sangat baik untuk kesehatan, pertumbuhan jasmani maupun mental.

Rezeki bisa diperoleh waktu kapan saja, contoh orang yang bekerja di mall rata-rata mall buka jam 10.00 siang berarti mereka dapat rezeki di siang hari, mereka yang bekerja mendapat sip malam hari atau bahkan subuh hari berarti mereka mendapat rezeki di malam atau subuh hari.

Pada suatu waktu terdapat diskusi Dhamma ada pertanyaan apakah Kamma dapat dipercepat, termasuk kamma rezeki?... Spontan saya jawab bisa...

Di semesta ini terdapat 5 hukum yang bekerja tanpa henti (Panca Niyama Dhamma)

1.UTU NIYAMA (Hukum tertib  “Physical inorganik)
Misalnya: gejala timbulnya angin dan hujan yang mencakup tertib silih bergantinya musim dan perubahan iklim yang disebabkan oleh angin, hujan, sifat panas, benda seperti gas, cair dan padat, kecepatan cahaya, terbentuk dan hancurnya tata surya dan sebagainya. Semua  aspek  fisika  alam  diatur  oleh hukum ini.
2.BIJJA NIYAMA (Hukum Tumbuhan)
Adalah hukum tertib yang mengatur tumbuh-tumbuhan dari benih/biji-bijian dan pertumbuhan tanam-tanaman, misalnya padi berasal dari tumbuhnya benih padi, manisnya gula berasal dari batang tebu atau madu, adanya keistimewaan daripada berbagai jenis buah-buahan, hukum genetika /penurunan sifat dan sebagainya.
3.KAMMA NIYAMA (Hukum Perbuatan) 
Adalah hukum tertib yang mengatur sebab akibat dari perbuatan, misalnya: perbuatan baik membuahkan pahala kebahagiaan dan perbuatan buruk berakibat penderitaan.
4.DHAMMA NIYAMA (Fenomena Alam) 
Adalah hukum tertib yang mengatur sebab-sebab terjadinya keselarasan /persamaan dari satu gejala yang khas, misalnya : terjadinya keajaiban alam seperti bumi bergetar pada waktu seseorang Bodhisattva hendak mengakhiri hidupnya sebagai seorang calon Buddha, atau pada saat Ia akan terlahir untuk menjadi Buddha. Hukum gaya berat (gravitasi) , daya listrik, gerakan gelombang dan sebagainya, termasuk dalam hukum ini.
5.CITTA NIYAMA (Hukum Psikologis) 
Adalah hukum tertib mengenai proses jalannya alam pikiran atau hukum alam batiniah, misalnya : proses kesadaran, timbul dan lenyapnya kesadaran, sifat-sifat kesadaran, kekuatan pikiran/ batin (Abhiñña), serta fenomena ekstra-sensorik seperti Telepati,  kemampuan untuk mengingat hal-hal yang telah lampau, kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi dalam jangka pendek atau jauh, kemampuan membaca pikiran orang lain, dan semua gejala batiniah yang kini masih belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan modern termasuk dalam hukum ini.

Dari 5 hukum semesta terdapat Kamma Niyama yang berhubungan dengan kehidupan termasuk proses diperolehnya rezeki. 

Dewasa ini dengan kemajuan Iptek hukun semesta yang sudah diresearch dan diexplorer adalah Bija Niyama. Dengan kemajuan bioteknologi 30 tahun lampau tanaman pagi untuk bisa petik panen bisa 6-8 bulan, sekarang tanaman padi bisa petik panen 3 bulan bahkan ada yang 85 hari. Tigapuluh tahun lampau kalau ada orang bilang mau tanam pohon durian, orang menjawab ya nanti cucu kamu yang petik. Namun sekarang tanam pohon durian 5 tahun sudah bisa petik buahnya, lompatan besar untuk percepatan hasil dari 30 tahun terpangkas menjadi 5 tahun. 

Demikian pula proses Kamma Niyama, contoh untuk memperoleh rezeki 30 tahun lalu untuk mendapat rezeki dan keuntungan harus buka toko pagi hari, sekarang dengan kecanggihan smartphon yang bapak/ibu miliki untuk mendapat rezeki dan keuntungan tidak lagi nunggu nanti buka toko dulu. Dengan berbagai aplikasi mempercepat proses jual beli tanpa di batasi waktu, hampir tiap saat bisa mendapatkan rezeki dan keuntungan.

Bahkan untuk hal kebajikan kini tidak terbatas waktu lagi, dimana saja bisa langsung berbuat baik, ada info orang perlu ditolong, ada vihara sedang dibangun, ada sekolah sedang dibangun, panti-panti sosial, bahkan sanghadana pun bisa tinggal buka handphon kirim. Demikian pula untuk belajar berteori Dhamma, artikel dan kotbah Dhamma bahkan Tipitaka digital, sudah di genggaman tangan anda semua bisa kapan saja dimana saja, bisa sendiri tidak perlu orang lain.

Tetapi untuk praktek Dhamma itu yang perlu pihak lain. Puja bakti bersama atau kegiatan bersama itu sarana praktek Dhamma kesabaran, pengertian, prilaku, simpati, dan lainnya, dapat dipraktikkan langsung saat ada orang lain.

Buddha bersabda: 
Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito Subhāsitā ca yā vācā Etammaṅgalamuttamaṁ.

Berpengetahuan luas, berketerampilan, terlatih baik dalam tata susila, dan bertutur kata dengan baik, itulah berkah utama.

Dengan pengetahuan luas, tahu kebenaran, memiliki ketrampilan dan prilaku yang baik, kita dapat menyelami kehidupan maju, tentram dan bahagia.

Dibaca : 658 kali