x

Mencegah Keburukan Dan Memunculkan Kebajikan

Akataṁ dukkaṭaṁ seyyo, pacchā tapati dukkaṭaṁ.
Katañca sukataṁ seyyo, yaṁ katvā nanutappati.
Lebih baik tidak melakukan keburukan, daripada tersiksa belakangan.
Lebih baik melakukan kebajikan, yang tiada siksa setelah melakukannya.
(Tāyana-gāthā, Devatāsaṁyutta, Saṁyuta Nikāya)

    DOWNLOAD AUDIO

Melengkapi kebajikan yang di-lakukan pada pagi ini, tiba saatnya untuk mendengarkan Dhamma. Men-dengarkan Dhamma pada saat yang sesuai adalah berkah utama, mengapa mendengarkan Dhamma dikatakan salah satu dari 38 berkah, dikatakan demikian, karena dengan mendengarkan Dhamma seseorang dapat mengetahui hal-hal yang belum diketahui. Hal-hal yang telah didengar sebelumnya tetapi belum jelas, maka dengan mendengarkan Dhamma akan mengerti lebih jelas. Mendengarkan Dhamma dapat menghilangkan keragu-raguan mengenai Dhamma. Mendengarkan Dhamma dapat memperoleh pengertian benar. Dan pikiran orang yang mendengarkan Dhamma akan menjadi terang dan bahagia.

Keburukan/Kejahatan

Adalah suatu perbuatan yang bila dilakukan mengakibatkan pen-deritaan bagi si pelaku, mengakibatkan penderitaan bagi makhluk lain, atau mengakibatkan penderitaan bagi si pelaku dan makhluk lain. Jenis Keburukan/kejahatan bisa dilakukan melalui tiga pintu, yaitu: pintu badan jasmani, pintu ucapan, dan pintu pikiran.

Keburukan/kejahatan melalui pintu badan jasmani terdiri dari: 1. Menyebabkan kematian makhluk hidup, dengan kata lain membunuh makhluk hidup. 2. Mengambil barang-barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya, dengan kata lain mencuri. 3. Kelakuan salah berkenaan dengan seks. 

Keburukan/kejahatan melalui pintu ucapan terdiri dari: 1. Berbohong. 2. Memfitnah, membicarakan hal-hal yang jelek dari orang lain. 3. Ucapan dan kata-kata yang kasar. 4. Omong kosong dan pembicaraan tentang hal-hal yang tidak berguna. 

Keburukan/kejahatan melalui pintu pikiran terdiri dari: 1. Serakah dan menginginkan untuk memiliki barang orang lain. 2. Ingin melukai dan menyakiti orang lain. 3. Memiliki pikiran salah/keliru tentang Dhamma.

Kebajikan

Adalah suatu perbuatan yang bila dilakukan mengakibatkan kebahagiaan bagi si pelaku, mengakibatkan kebahagiaan bagi makhluk lain, atau mengakibatkan kebahagiaan bagi si pelaku dan makhluk lain. Jenis kebajikan bisa dilakukan melalui tiga pintu, yaitu: pintu badan jasmani, pintu ucapan, dan pintu pikiran.

Kebajikan melalui pintu badan jasmani terdiri dari: 1. Menahan diri untuk tidak menyebabkan terbunuhnya makhluk hidup, dengan kata lain menahan diri dari pembunuhan. 2. Menahan diri dari mengambil barang-barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya. 3. Menahan diri dari kelakuan seks yang salah.

Kebajikan melalui pintu ucapan terdiri dari: 1. Menahan diri dari ucapan berbohong. 2. Menahan diri dari ucapan memfitnah dan menjelek-jelekkan orang lain. 3. Menahan diri dari ucapan dan kata-kata kasar. 4. Menahan diri dari omong kosong dan ucapan yang tidak berguna.

Kebajikan melalui pintu pikiran terdiri dari: 1. Tidak serakah dan tidak menginginkan barang milik orang lain. 2. Tidak ingin melukai dan menyakiti orang lain. 3. Memiliki pikiran benar/lurus sesuai dengan Dhamma.

Penyebab Kejahatan/Keburukan:

Hal-hal yang menyebabkan kejahatan muncul/terjadi, dalam Sigālaka Sutta/Dῑgha Nikāya, dijelaskan ada empat hal yang menyebabkan kejahatan bisa terjadi yaitu: 1. Kejahatan yang muncul dari nafsu indria. Bila seseorang sedang dikuasai oleh nafsu kesenangan indria bila dengan cara-cara baik tidak tercapai keingianannya, maka mudah sekali untuk melakukan kejahatan demi tercapai nafsu keinginannya. 2. Kejahatan yang muncul dari kebencian, bila seseorang sedang dikuasai rasa benci, kemarahan dan dendam maka berbagai cara dia gunakan demi terlaksana kebenciannya. 3. Kejahatan yang muncul dari kebodohan batin, karena tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus dihindari, maka orang yang batinnya bodoh cenderung untuk melakukan hal-hal yang buruk. 4. Kejahatan yang muncul dari ketakutan. Ketakutan juga bisa menyebabkan seseorang berbuat jahat seperti contoh; ketika di rumah seseorang dimasuki ular, karena takut digigit ular, maka ular itu dibunuh.

Mencegah Keburukan dan Memunculkan Kebajikan

Dalam Aṅguttara Nikāya kelompok 5 dijelaskan, bila terdapat lima hal dalam batin seseorang, maka dia bisa mencegah keburukan dan memunculkan kebajikan, lima hal itu adalah: 1. Memiliki saddhā/keyakinan, selama keyakinan ada di dalam sifat-sifat yang bajik, maka apa yang tak-bajik tidak akan dapat masuk. Tetapi ketika keyakinan (di dalam hal-hal bajik) telah lenyap dan rasa tidak percaya mencengkeram dan bertahan, maka apa yang tak-bajik akan mendapat jalan masuk. 2. Memiliki hiri/malu berbuat jahat, selama malu masih ada sehubungan dengan sifat-sifat yang bajik, maka apa yang tak-bajik tidak akan mendapat jalan masuk. Tetapi ketika malu seperti itu telah lenyap dan tak-malu mencengkeram dan bertahan, maka apa yang tak-bajik akan mendapat jalan masuk. 3. Memiliki ottappa/takut akan akibat dari berbuat jahat, selama takut moral masih ada sehubungan dengan sifat-sifat yang bajik, maka apa yang tak-bajik tidak akan mendapat jalan masuk. Tetapi ketika takut moral seperti itu telah lenyap dan kecerobohan moral mencengkeram dan bertahan, maka apa yang tak-bajik akan mendapat jalan masuk. 4. Memiliki viriya/semangat, selama ada semangat yang diarahkan pada sifat-sifat yang bajik, maka apa yang tak-bajik tidak akan mendapat jalan masuk. Tetapi ketika semangat seperti itu telah lenyap dan kemalasan mencengkeram dan bertahan, maka apa yang tak-bajik akan mendapat jalan masuk. 5. Memiliki paññā/kebijaksanaan, selama ada kebijaksanaan sehubungan dengan sifat-sifat yang bajik, maka apa yang tak-bajik tidak akan mendapat jalan masuk. Tetapi ketika kebijaksanaan seperti itu telah lenyap dan kebodohan mencengkeram dan bertahan, maka apa yang tak-bajik akan mendapat jalan masuk.

Nasihat Sang Buddha

Dalam Aṅguttara Nikāya kelompok 2, Sang Buddha memberi nasihat: 
“Tinggalkanlah kejahatan, O para bhikkhu! Para bhikkhu, manusia dapat meninggalkan kejahatan. Seandainya saja manusia tidak mungkin meninggalkan kejahatan, Aku tidak akan menyuruh kalian melakukannya. Tetapi karena hal itu dapat dilakukan maka Kukatakan, ‘Tinggalkanlah kejahatan!’

Seandainya saja meninggalkan kejahatan ini akan membawa kerugian dan penderitaan, Aku tidak akan menyuruh kalian meninggalkan kejahatan. Tetapi karena meninggalkan kejahatan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan, maka Kukatakan ‘Tinggalkanlah kejahatan!’

Kembangkanlah kebajikan, O para bhikkhu! Para bhikkhu, manusia dapat mengembangkan kebajikan. Seandainya saja manusia tidak mungkin mengembangkan kebajikan, maka Aku tidak akan menyuruh kalian melakukannya. Tetapi karena hal itu dapat dilakukan, maka Kukatakan. ‘Kembangkanlah kebajikan!’

Seandainya saja pengembangan kebajikan ini akan membawa kerugian dan penderitaan, Aku tidak akan menyuruh kalian mengembangkannya. Tetapi karena mengembangkan kebajikan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan, maka Kukatakan, ‘Kembangkanlah kebajikan!’”

Dibaca : 2025 kali