x

BERMEDITASILAH

Sududdasaṁ sunipuṇaṁ, yatthakāmanipātinaṁ;
Cittaṁ rakkhetha medhāvī, cittaṁ guttaṁ sukhāvahaṁ.
Pikiran sangat sulit untuk dilihat, amat lembut dan halus, bergerak 
sesuka hatinya. Orang bijaksana menjaga pikirannya, seseorang yang 
menjaga pikirannya akan berbahagia.
(Dhammapada 36)

    DOWNLOAD AUDIO

LATAR BELAKANG

Di zaman sekarang ini, kedamaian batin, ketenangan pikiran sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam hidup. Mengingat saat ini tekanan hidup dan gaya hidup yang tidak bijak dapat menyeret seseorang pada kegelisahan dan kekhawatiran yang lebih mendalam. Tekanan hidup seperti tekanan pekerjaan, tekanan ekonomi, tekanan dalam keluarga, belum lagi hal yang tidak menyenangkan lainnya.

Selain itu, gaya hidup konsumtif yang saat ini semakin berlebihan juga menjadi penyumbang kegelisahan dan kekhawatiran. Akibatnya pikiran menjadi tidak tenang dan ketegangan pun yang justru bermunculan. Tentu, hal ini sangat tidak menyenangkan. Maka dari itu, kita perlu bijak di dalam menyikapi hidup ini. Jangan sampai kita larut di dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Masalah hidup saat ini bukan masalah bagaimana mencukupi kebutuhan hidup semata, tetapi perlu bijaksana dalam mengelola hidup.

Ketika kita memahami hal demikian, lantas apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan menyerah dengan keadaan itu? Apakah kita akan lari dari kenyataan hidup itu? Jawabannya adalah latihan mengelola dan melatih pikiran dengan membuka pandangan terang dan ketenangan melalui meditasi.
 
MEDITASILAH

Di dalam kutipan Majjhima Nikāya 152, Indriyabhāvanā Sutta, Sang Buddha menyampaikan kepada Bhante Ānanda: “Ada bawah pohon ini, gubuk kosong ini. Bermeditasilah, Ānanda, jangan menunda atau engkau akan menyesalinya kelak. Ini adalah instruksi kami kepadamu.” Jika kita membacanya dengan keyakinan, maka ada pesan yang disampaikan oleh Sang Buddha bahwa bermeditasi menjadi hal yang penting di dalam ajaran Beliau. Oleh karena itu, kita-kita yang memiliki keyakinan untuk memulai dan melatih meditasi agar kelak tidak ada yang perlu disesali dan tidak menyalahkan apa pun.

Meditasi adalah latihan untuk mengelola pikiran dan mengarahkan pikiran pada nilai-nilai luhur yang membawa pada manfaat. Meditasi bukan hanya sebuah ritual tetapi ada nilai-nilai luhur yang patut dikembangkan di dalam batin. Mengapa demikian? Karena nilai-nilai luhur inilah yang akan menjadi bantuan kita, pada saat kita menghadapi persoalan, kesulitan, bahkan tekanan dalam hidup. 

Dengan bermeditasi seseorang akan berusaha untuk mengarahkan pikirannya pada nilai-nilai yang bajik. Maka dalam bermeditasi umumnya seseorang akan diajarkan untuk menggunakan landasan obyek netral seperti menyadari pada nafas masuk-keluar (ānāpānasati) atau obyek yang memiliki nilai-nilai luhur seperti menggunakan obyek cinta kasih. Tujuannya adalah memunculkan sekaligus menumbuhkan nilai-nilai luhur di dalam batin, dan pada saat itu juga sesungguhnya mengeluarkan nilai-nilai yang tidak luhur dari dalam batin kita. 

CARA BERMEDITASI YANG BAIK

Meditasi tidak hanya berlatih mengarahkan pikiran pada obyek meditasi saja, tetapi perlu didasari adanya moralitas. Dalam Aṅguttara Nikāya 10.1 Kimatthiya Sutta di sana dijelaskan manfaat dari pengembangan moralitas; dengan adanya perilaku bermoral seseorang akan bebas dari rasa penyesalan; akan timbul kegembiraan; sukacita; ketenangan; kenikmatan; konsentrasi; pengetahuan dan penglihatan pada segala sesuatu sebagaimana adanya; kekecewaan dan kebosanan; kebebasan. Demikianlah, Ānanda, perilaku bermoral yang bermanfaat secara bertahap mengarah pada yang terunggul. Jadi meditasi dibutuhkan adanya moralitas sebagai dasarnya.

Saat akan berlatih meditasi, pilihlah tempat yang tenang dan tidak terlalu berisik, jauhkan dari gangguan-gangguan di sekitar anda seperti matikan handphone anda, siapkan alarm untuk mengatur waktu jika sudah siap, lalu duduklah bersila atau duduk di kursi dengan tulang punggung ditegakkan tetapi tetap rileks dan senyaman mungkin, tangan diletakkan di pangkuan, matanya bisa dipejamkan, berikan perhatian pada saat ini; yaitu menyadari saat ini saya ada di sini sedang duduk meditasi; atau merasakan tubuh yang saat ini sedang duduk di sini, tujuannya adalah supaya tubuhnya di sini pikirannya juga di sini; ketika pikirannya mulai tenang dan tubuhnya nyaman, selanjutnya baru diarahkan kesadarannya pada obyek tertentu, apakah cinta kasih atau menyadari nafas yang masuk-keluar, lakukan dalam waktu yang anda telah tentukan sesuai kemampuan anda.

Carilah guru pembimbing dan teman-teman yang baik agar saat mengalami gangguan atau kesulitan ada tempat untuk berdiskusi. Teman sangat dibutuhkan untuk memberi semangat, sebab di saat latihan jika ada orang lain kita akan lebih semangat lagi, maka seperti di vihāra ada kelas meditasi kelompok.

MANFAAT MEDITASI

Dikutip dari Saṁyutta Nikāya 54.9, Vesali Sutta di sana ada diuraikan: “Para bhikkhu, konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan ini, ketika dikembangkan dan dilatih, adalah damai dan luhur, suatu keberdiaman bagaikan surga, dan konsentrasi ini membubarkan dan memadamkan kondisi-kondisi buruk yang tidak bermanfaat, tepat di tempat itu kapan pun kondisi itu muncul. “Seperti halnya, para bhikkhu, di bulan terakhir musim panas ketika sekumpulan debu dan tanah beterbangan berputar-putar, hujan lebat yang bukan musimnya membuyarkan dan memadamkannya tepat di tempat itu, demikian pula konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan ini. Ini adalah salah satu manfaat dari meditasi jika dilatih dan dikembangkan.

Semoga penjelasan ini membantu anda dalam praktik meditasi. Semoga semua makhluk hidup bahagia.

Dibaca : 2589 kali