x

MENJADI MANUSIA SUPER

Tasmā hi paṇḍito poso, sampassaṁ atthamattano,
Buddhe dhamme ca saṅghe ca, dhīro saddhaṁ nivesaye.
Oleh karena itu, ia yang bijaksana, setelah mengetahui manfaat kebajikan 
bagi diri sendiri, memperkuat keyakinannya kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali hal-hal atau permasalahan yang kita temui dan hadapi, ada hal-hal yang menyenangkan, tetapi banyak juga yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Ketika kita mengalami hal-hal yang menyenangkan, kita merasa senang, gembira, dan bahagia. Tetapi ketika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, banyak sekali yang merasa sedih, susah, kecewa, gelisah, khawatir, tertekan, bahkan ada yang sampai stres maupun bunuh diri. Mengapa mereka bisa sampai stres? Karena mereka tidak bisa mengatasi masalah tersebut, mereka tidak mengetahui atau tidak mempunyai cara bagaimana agar bisa mengatasi masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah atau problem yang timbul dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali poin-poin Dhamma yang bisa kita pelajari, kita miliki dan kita praktikkan agar kita bisa mengatasi problem atau masalah yang timbul tersebut. Salah satu poin Dhamma yang bisa kita pelajari, kita miliki dan kita praktikkan untuk mengatasi masalah adalah Pañcabala (Lima Kekuatan). Apabila se-seorang bisa memiliki dan mempraktikkan Pañcabala tersebut, maka ketika ada problem atau masalah timbul, tidak akan sampai membuat orang tersebut menderita. Bahkan, Pañcabala ini juga bisa digunakan untuk mengatasi rintangan batin dan mencapai tujuan hidup yang ingin kita capai dan terbebas dari penderitaan.
Pañcabala (Lima Kekuatan) ini terdiri dari:
1.Saddhābala (Kekuatan Keyakinan)
Ini adalah kekuatan pertama yang perlu kita miliki. Tanpa adanya keyakinan, apa pun yang kita lakukan tidak akan mencapai tujuan atau berhasil. Keyakinan yang harus kita miliki sebagai umat Buddha yaitu keyakinan terhadap “Buddha, Dhamma, dan Saṅgha” dengan cara mempraktikkan apa yang ada di dalam Paritta “Buddhānussati”, “Dhammānussati”, ”Saṅghānussati”.
Buddhānussati ada 9 sifat luhur Buddha: “Beliau yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, sempurna pengetahuan serta tindak-tanduknya, sempurna menempuh jalan ke Nibbāna, pengetahu segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan”.
Dhammānussati ada 6 sifat luhur Dhamma: “Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksana dalam batin masing-masing”.
Saṅghānussati “ ada 9 sifat luhur Saṅgha: “Saṅgha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, lurus, benar, patut, patut menerima pujaan, patut menerima suguhan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan, ladang yang tiada taranya bagi makhluk dunia”.
2.Viriyabala (Kekuatan Semangat)
Semangat sangatlah diperlukan untuk mendukung keyakinan yang kita miliki. Yang dimaksud dengan semangat di sini adalah bersemangat dalam menghindari hal-hal yang buruk, bersemangat dalam mengembangkan hal-hal yang baik, berdaya upaya, berhasrat teguh, tidak menelantarkan tugas pada hal-hal yang baik.
3.Satibala (Kekuatan Perhatian)
Memiliki perhatian, mengembangkan perhatian dengan kebijaksanaan yang luhur adalah hal yang mulia. Lalu apa yang harus kita perhatikan? Kebijaksanaan yang luhur, berhati-hati bertindak, berhati-hati berucap, memiliki perhatian pada apa yang sedang dilakukan. Inilah yang mengandung kekuatan. Kalau kita tidak mempunyai perhatian, maka kita mudah terserang oleh kekotoran batin dan berbuat kejahatan atau keburukan.
4.Samādhibala (Kekuatan Konsentrasi)
Kekuatan Konsentrasi yang dimaksud di sini mengarah pada bhāvanā/meditasi. Hanya dengan meditasi seseorang dapat mengendalikan pikiran, karena pikiranlah yang mengendalikan diri kita dan kehidupan ini. Semua perbuatan baik maupun buruk bersumber pada pikiran, hanya saja proses yang terjadi begitu cepat sehingga tidak dapat disadari oleh pemikiran biasa. Dengan selalu melatih pikiran untuk konsentrasi sama halnya memupuk kesadaran. Untuk melakukan meditasi ini dibutuhkan kesadaran/perhatian, maka dari itu sati dan samādhi dan tiga bala lainnya tidak dapat dipisahkan karena merupakan kekuatan yang saling bergantungan dan berhubungan. Pikiran yang terkonsentrasi pada objek meditasi dengan kuat dan terpusat, pikiran yang terkonsentrasi dengan kuat sangatlah diperlukan yang nantinya akan membuat pikiran kita lebih mudah diarahkan untuk melakukan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk.
5.Paññābala (Kekuatan Kebijaksanaan)
Paññā berarti kebijaksanaan luhur, yaitu mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, me-ngetahui mana yang berguna dan mana yang tidak berguna. Dalam hal ini kita memiliki ke-bijaksanaan yang mampu me-lihat muncul dan tenggelamnya batin dan jasmani (pañca-khandhā atau nāma & rūpa); yang mampu mengantar ke lenyapnya dukkha secara benar dengan penembusan total.

Demikianlah, apabila lima kekuatan tersebut di atas dilaksanakan dengan benar, akan memperkuat batin kita untuk berani dan tabah dalam menghadapi segala permasalahan dan problem yang timbul dalam kehidupan kita ini. Dengan memiliki keyakinan terhadap Dhamma, memiliki semangat yang tak tergoyahkan, perhatian yang benar, pikiran yang terkonsentrasi, dan kebijaksanaan yang luhur, mental kita akan kuat dalam menghadapi persoalan apa pun yang terjadi dan kita bisa mengatasi penderitaan. Oleh karena itu, lima kekuatan tersebut sangat berguna untuk kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat mempraktikkan Dhamma. Semoga kita semua maju dan berkembang di dalam Dhamma. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Dibaca : 870 kali