x

KEPANIKAN PIKIRAN ATAS HEBOHNYA VIRUS CORONA

Sududdasam sunipuõaÿ – yatthakāmanipātinaÿ
Cittaÿ rakkhetha medhāvi – cittaÿ guttaÿ sukhāvahan’ti
Orang cendekia patut menjaga cipta/pikiran nan sangat sulit diawasi, sangat lembut, biasa mengembara ke objek menyenangkan. (Karena,) cipta/pikiran yang terjaga mendatangkan kebahagiaan. (Dhammapada ayat 36) 

    DOWNLOAD AUDIO

Pada masa-masa situasi terkini, banyak orang panik gara-gara heboh soal virus corona menyebar (viral) di media massa dengan sangat cepat. Memang juga tidak semua orang terjebak kepanikan. Mengapa? Mari kita ikuti penjabaran berikut di bawah.  

Virus Corona Heboh.

Zaman sekarang teknologi canggih, media sosial canggih membuat penyebaran berita sangat cepat, baik itu yang baik ataupun yang buruk, yang benar ataupun yang salah, tanpa peduli, BC (broadcast) menyebar (viral) ke segala penjuru dunia, bahkan yang berjarak jauh lebih cepat dapat, lebih dulu dapat. Apakah karena itu maka ada orang jadi panik?

Media sosial memberitakan pada tahun 2003 ada 26 negara terjangkit SARS tingkat kematian hanya 10%. Tahun 2009 hanya 4,5% tangkat kematian dengan adanya flu babi yang menjangkit 57 juta orang. Tahun 2014 tingkat kematian Ebola 25% membunuh 11.310 orang. Tapi media sosial sekarang di tahun 2020 ini, dari berita di Kompas.com hari Rabu, 18 Maret 2020 sudah sampai ke 152 negara dalam waktu yang sangat cepat terdapat 200.097 kasus virus corona, telah membunuh 8.010 orang dan 80.840 orang yang sembuh. Khusus di Indonesia sudah tercatat ada 227 kasus, 11 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia.


Mengapa Ada Orang Panik? 

Banyak sumber berita yang menyebutkan bahwa gara-gara heboh dengan berita virus corona, banyak orang jadi takut dan panik. Kenapa? Dari perbandingan angka-angka yang kita bisa lihat di atas, virus corona ini karena heboh melalui media sosial yang canggih, banyak orang takut dan panik. Dalam kasus-kasus tahun-tahun sebelumnya seperti SARS dan Ebola, tidak seheboh 2020 ini dengan kasus virus corona. Gara-gara heboh di media sosial, timbullah ketakutan dan kepanikan dengan sangat cepat. 

Pada dasarnya kebiasaan dan sifat orang yang membuat heboh sehingga menimbulkan ketakutan dan kepanikan pada masyarakat. Orang yang bersifat mudah terpengaruh sebenarnya membuat dirinya sangat mudah percaya, jadi gampang panik. Siapapun yang dalam keadaan demikian itu mudah takut dan panik. Kalau sudah panik, membuat dirinya serba sulit dan lemah, tidak berdaya, menimbulkan kondisi lemah, tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, persoalannya ada pada pribadi orangnya, bukan pada fakta keadaan nyata adanya virus corona itu.
 

Tetap Tenang dan Waspada.

Sebagian orang bisa tenang, bisa membantu orang lain di sekitarnya. Ketenangan yang terjaga dalam diri sendiri itu akan membantu pihak-pihak lain bisa ikut tenang bersama, damai dan bahagia. Hal-hal yang bisa untuk dilakukan adalah: 1). Tetap tenang dan waspada dalam menanggapi berbagai informasi. 2). Menjaga diri tetap bersih, sehat secara fisik dan mental. 3). Mengurangi aktivitas yang tidak penting terutama di tempat kerumunan orang banyak.

Menjaga Pemahaman yang Benar.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut di atas, seharusnya kita bisa memiliki dan menjaga pemahaman kita atas segala hal dalam kehidupan sehari-hari itu bisa benar, apalagi terkait kasus virus corona ini sangat dibutuhkan cara berpikir untuk memahami banyak hal yang terkait dengan situasi dan kondisi sekitar lingkungan.

Jika pemahaman kita benar terhadap hal-hal yang terkait dengan virus corona ini, misalnya, tentu kita akan bisa tenang, tidak mudah takut dan tidak panik. Mengapa ada orang yang sangat mudah takut dan panik dengan adanya berita heboh tentang kasus virus corona ini? Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena tidak mengerti dan mudah percaya, mudah terpengaruh, mudah kaget, mudah takut, sehingga gampang sekali bingung dan tidak berdaya, malah panik, dan tentu menderita. 

Sebaliknya bagi orang yang tidak mudah percaya, tidak mudah terpengaruh, tidak akan kebingungan, bisa tenang, tidak panik, dan bahagia.   

Batin Bahagia Membawa Pengaruh

Apa yang membedakan sebenarnya adalah terlalu banyak dan mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang di luar, tidak mengerti bagaimana menjaga dan melindungi diri, maka akan mudah bingung, takut, dan cepat panik. 

Tapi sebaliknya bagi siapapun yang justru bisa memanfaatkan waktu untuk melihat ke dalam dirinya sendiri, bisa menjaga dan melindungi diri dengan baik, bisa tenang dan batin kuat sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai berita dari luar, damai dan tetap bahagia. Mendengar berita apapun bisa dengan cermat dan memahami secara baik dan benar, sehingga tidak mudah timbul rasa takut, jauh dari panik, damai dan tetap bahagia. Di samping cara-cara bijak mencegah seperti sudah dijelaskan di atas, dalam kondisi batin bahagia ini juga bisa jauh dari jangkauan penyakit.

Terkait dengan virus corona ini, agar bisa jelas bagi semua pihak, maka pemerintah telah membuka situs resmi penanganan Covid19, yaitu: www.covid19.go.id untuk informasi resmi dan akurat satu pintu, bisa berguna. Di antaranya hal berguna yang dikemukakan dalam situs resmi itu adalah tiga langkah penting yaitu: 1). Cara mengurangi risiko penularan, 2). Cari informasi yang benar. 3). Apa yang perlu dilakukan apabila sakit.

Hal ini berarti agar kita tidak mudah takut dan panik, kita harus hati-hati dengan banyak berita hoaks yang menyebar di media sosial. Jangan mudah terpengaruh oleh banyaknya berita tidak benar. Kita harus kembali kepada pemahaman benar kita sendiri untuk bersikap benar pula terhadap siapapun di sekitar kita.
 
Selamat berjuang semoga berbahagia!

Sekian dan terima kasih

Sumber: 
1). Berbagai sumber media sosial.
2). Pustaka Dhammapada Pali – Indonesia, Sangha Theravāda Indonesia, Cetakan Kedua 2019. 

Dibaca : 815 kali