x

Wabah Covid-19 Ini Pun AKAN BERLALU TIDAK ADA WABAH YANG KEKAL ABADI

PHUṬṬHASSA LOKADHAMMEHI CITTAṀ YASSA NA KAMPATI
"Meski Dipengaruhi Hal-hal Duniawi Namun Batin Tak Tergoyahkan"
(Maṅgala Sutta)

    DOWNLOAD AUDIO

Kemampuan mempertahankan pikiran agar tetap tenang merupakan berkah utama, meskipun mengalami banyak godaan akibat perubahan-perubahan yang terjadi. Sudah lazim bila pikiran orang awam masih terombang-ambing karena perubahan yang menimpa mereka. Akan tetapi, mereka yang telah maju pikirannya dan memiliki batin yang disiplin tidak akan mudah goyah oleh kehidupan pasang surut. Dijelaskan bahwa orang yang bijaksana senantiasa tenang tidak terpengaruh oleh gelombang kehidupan -pada saat ditimpa kesedihan maupun kegembiraan.

Sukhena puṭṭhā athavā dukkhena. Na uccāvacaṁ paṇḍitā dassayanti.
(Dhammapada 83)

"Ketika mengalami kegembiraan atau kesedihan, orang bijak (paṇḍitā) tidak memperlihatkan kegelisahan". Orang yang telah maju dalam pikiran yang tenang akan memperoleh pencerahan spiritual.

“Loka-Dhamma" adalah perubahan yang dialami seseorang secara duniawi. Perubahan ini mempengaruhi kehidupan mereka yang masih awam.
Loka-Dhamma, merupakan bagian yang penting dari sifat kehidupan duniawi dapat digolongkan menjadi delapan unsur. ”Aṭṭha Loka - Dhamma" delapan unsur yang mempengaruhi kehidupan seseorang, yaitu:
1.Lābha (untung)
2.Alābha (rugi)
3.Ayaso (nama buruk)
4.Yaso (nama baik)
5.Nindā (celaan)
6.Pasaṁsā (pujian) 
7.Sukha (kebahagiaan)
8.Dukkha (penderitaan)

Orang awam yang masih diikat oleh sepuluh belenggu (dasa saṁyojana) menjadi sasaran dari delapan unsur perubahan. Orang awam tersebut dinamakan ’puthujjana’.

Mereka belum dapat terlepas dari ikatan roda saṁsāra. Karena itu, mereka masih senantiasa terpengaruh oleh setiap perubahan yang bersifat duniawi. 

Untuk menjaga batin dalam kondisi tenang membutuhkan disiplin kuat untuk selalu mengontrol pikirannya. Kita dapat merasakan bagaimana pikiran mudah terusik oleh setiap perubahan yang kita alami. Pada saat  memperoleh keuntungan, timbul kesenangan karena kepemilikannya bertambah. Lābha (keuntungan) ini membuat kita gembira dan menikmatinya. Tetapi, ketika mengalami kerugian (alābha) kita merasa tertekan.

Semua perubahan ini mempengaruhi pikiran. Untuk itu bila kita mampu bertahan dalam ketenangan oleh setiap gejolak perubahan duniawi maka hal itu sungguh merupakan berkah.

Seseorang memiliki kemampuan menghadapi segala perubahan yang terjadi, hanya bilamana ia telah mencapai keseimbangan pikiran. Keseimbangan ini timbul pada saat ia telah memahami sifat sejati kehidupan.


INI PUN AKAN BERLALU

KISAH DUA ORANG LAKI-LAKI, KAKAK DAN ADIK

Dua orang laki-laki, kakak dan adik, mendapat warisan dari ayahnya yang meninggal dunia. Di antara sekian banyak warisan, terdapat dua cincin. Cincin yang satu adalah cincin berlian, cincin yang satunya lagi adalah cincin biasa yang sederhana. Kakak berkata kepada adiknya bahwa cincin berlian untuk anak sulung, sedangkan cincin biasa untuk anak bungsu. Adik dengan tersenyum menerima keputusan itu.

Adik
Adik berpikir: “Dapat dimengerti ayah menyimpan cincin berlian. Tapi mengapa ayah menyimpan juga cincin biasa? Pasti ayah mempunyai alasan menyimpan cincin biasa itu“. Ia meneliti cincin itu dan melihat ada tulisan:
INI PUN AKAN BERLALU
Adik mengerti pesan warisan ayah. Pada waktu usahanya dapat untung, pada waktu ia dapat banyak pujian, pada waktu ia dapat nama baik, pada waktu ia mendapatkan kebahagiaan, maka ia tidak lupa diri, tidak sombong, karena ia selalu ingat pesan ayahnya, “Ini pun akan berlalu”.

Pada waktu usahanya mengalami kerugian, mendapat banyak celaan, namanya banyak dijelekkan, menderita terkena musibah, maka ia tetap tenang, tidak stres, tidak putus asa dan sebagainya; karena ia ingat pesan warisan ayahnya, “Ini pun akan berlalu”.

Demikianlah ia hidup tenang menghadapi kondisi duniawi yang baik dan tidak baik, sehingga kesehatannya pun baik.

Kakak
Berlainan dengan kakaknya. 
Pada waktu usahanya mendapat banyak untung, nama baik, pujian, mendapat kebahagiaan, maka ia lupa diri, mengadakan pesta besar, foya-foya, mengumbar nafsu inderawi.

Pada waktu usahanya mengalami kerugian, nama buruk, banyak celaan, ia menderita stres, tidak bisa makan, tidak bisa tidur sehingga ia banyak konsumsi obat-obat penenang. Akibatnya ia menderita banyak penyakit. Sakit jantung, diabetes, darah tinggi dan lain-lain.

Pada saat ini kita sedang menderita kerugian materi karena adanya wabah Covid-19 (Corona virus disease 2019). Ketahuilah bahwa:
Wabah Covid-19 ini pun AKAN BERLALU
TIDAK ADA WABAH YANG KEKAL ABADI.

Hadapilah wabah ini dengan hati-hati, tidak meremehkan, tidak sembrono. 
banyak cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir; bila berada di luar rumah, cucilah tangan dengan sanitizer
tinggal di rumah saja dan bekerja dari rumah, bila ada keperluan ke luar rumah pakailah masker, jaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter, hindari kerumunan orang banyak;  
konsumsi vitamin C dan vitamin lain untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, sering minum air hangat, sekali atau dua kali sehari berkumur dengan air garam;
cukup istirahat, cukup makan makanan yang bergizi; 
baca paritta Karaṇῑya Metta Sutta, Maṅgala Sutta, dan Ratana Sutta;
melaksanakan 5 sila atau 8 sila
melaksanakan meditasi Samatha Bhāvanā: Mettā Bhāvanā, Ānāpānasati;
melaksanakan meditasi Vipassanā Bhāvanā (anicca, dukkha, anatta).

Hadapilah wabah penyakit ini dengan KESABARAN dan KEBIJAKSANAAN.

Dengan kekuatan gotong royong, dengan kekuatan kebajikan dari seluruh rakyat Indonesia, semoga wabah Covid-19 cepat berlalu. Semoga rakyat Indonesia  dapat cepat  melewati masa sulit ini dengan selamat.

Dibaca : 4698 kali