x

Mengisi Waktu Hidup

Yathā pi puppharāsimhā, kayirā mālāguṇe bahṁ.
Evaṁ jātena maccena, kattabbaṁ kusalaṁ bahuṁ. 

Seperti dari kumpulan bunga-bunga dapat dirangkai banyak karangan bunga.
Demikian pula, dalam satu kelahiran seorang manusia dapat
melakukan banyak perbuatan baik.
(Dhammapada 53)

    DOWNLOAD AUDIO

Dua hari lagi kita akan memasuki tahun 2013 dan akan meninggalkan tahun 2012. Dengan bertambahnya jumlah tahun, maka bertambahlah usia kita satu tahun serta sekaligus berkurang satu tahun jatah kehidupan kita. Pernahkah kita merenung akan waktu yang kita miliki? Waktu yang kita miliki sangatlah singkat, seperti saat ini waktu untuk kehidupan kita rata-rata adalah 75 tahun. Tentu bukanlah waktu yang panjang.

Ada empat macam sifat dari waktu; waktu berjalan tanpa henti, waktu selalu berkurang, waktu memiliki makna, waktu tidak pilih kasih. Oleh karena itu jangan sia-siakan waktu kita begitu saja.

Tujuan hidup Anda
Ketika kita memahami waktu yang begitu singkat, maka yang selanjutnya kenali dan tetapkanlah tujuan hidup Anda. Mengapa kita perlu membuat tujuan hidup, kita sebagai manusia pada umumnya berbuat atau ‘bergerak’ mengikuti tujuan. Seperti saat ini, kita yang ada di sini tidak mungkin sampai vihara, jika kita tidak memiliki tujuan, maka sungguh mustahil anda datang ke vihara, dan yang jelas pasti ada tujuannya. Sebagai orang yang sehat secara mental setiap perilaku yang kita lakukan diawali dari niat, dan niat pasti berhubungan dengan tujuan yang mau dicapai.

Maka di akhir tahun ini kenali lagi tujuan hidup kita, kita dapat mengenalinya dengan melakukan evaluasi diri, meliputi apa kekurangan dan kelebihan kita. Seperti kalau seseorang sedang menghias diri tidak mungkin, dilakukan tanpa adanya cermin. Cermin adalah alat untuk membantu melihat bagian mana yang belum dihias dan sekaligus melihat kekurangannya. Demikian pula untuk mengenali tujuan hidup kita, kita perlu cermin dan cermin ini adalah kesadaran diri. Kesadaran diri meliputi siapa diri kita (kelebihan dan kekurangan kita) dan apa harapan kita. Dengan demikian tujuan hidup kita akan terwujud dengan baik. Selain itu, dengan mengevaluasi tujuan hidup kita, kita akan memahami sudah sampai mana tujuan yang telah kita capai.

Bagi kita yang masih belum menemukan tujuan hidup kita, cobalah anda definisikan kembali tujuan hidup anda. Tujuan hidup mungkin kalimat atau katanya dapat sama, tetapi secara penjabarannya dapat berbeda. Inilah yang perlu kita definisikan sesuai diri kita. Tujuan hidup mungkin dengan kata: ’bahagia’, tetapi bahagia antara satu dengan yang lainnya dapat berbeda tergantung dari sudut pandang masing-masing. Inilah yang kami maksud bahwa kata dapat sama, tetapi definisi dapat berbeda. Dengan mendefinisikan kembali tujuan hidup kita, maka tujuan hidup kita semakin jelas dan akhirnya hidup kita menjadi terarah. 

Lakukan yang terbaik
Setelah kita membuat tujuan dan menetapkan tujuan hidup kita dengan jelas, agar tujuan itu menjadi sesuatu yang nyata. Maka kita perlu  mengingat kembali akan berjalannya sang waktu, yang mana waktu itu sangat singkat, hal ini sebagai dorongan agar kita tidak menunda-nunda dalam berusaha meraih tujuan hidup kita. Selain itu tentu kita juga perlu mengingat akan sabda Sang Buddha; Ajjeva kiccamātappaṁ ko jañña maraṇaṁ suve artinya ’lakukan apa yang terbaik hari ini, siapa tahu kematian ada di esok hari’. Ini merupakan pesan Sang Buddha, agar para siswa-Nya giat dalam berusaha meraih tujuan hidupnya. Tujuan hidup akan tercapai dengan melakukan yang terbaik.

Mengapa kita diingatkan lakukan yang terbaik saat ini? Karena masa kini merupakan pembentuk akan hari esok. Demikian pula tujuan hidup kita akan tercapai, jika kita awali dengan berusaha saat ini yang terbaik. Jadi kalau kita memiliki tujuan hidup ingin bahagia, berbuatlah dengan perilaku yang terbaik. Andai kata kita memiliki harapan ingin jadi orang sabar, tentu untuk menjadi orang sabar bukan dengan menunda besok, besok dan besok. Kita akan menjadi sabar jika saat ini menjadi orang yang sabar. 

Keberuntungan terlahir sebagai manusia
Sebagai umat Buddha, kita harus memahami bahwa lahir sebagai manusia itu tidaklah mudah. Tetapi ketika terlahir sebagai manusia, banyak sekali perbuatan baik yang dapat dilakukan, berbeda jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang terlahir di alam kehidupan selain manusia untuk berbuat baik tidaklah mudah, maka dalam sabda Sang Bhagava disebutkan: ”terlahir sebagai manusia adalah masa yang menguntungkan”. Dalam Dhammapada juga dinyatakan; ”Seperti dari kumpulan bunga-bunga dapat dirangkai banyak karangan bunga. Demikian pula, dalam satu kelahiran seorang manusia dapat melakukan banyak perbuatan baik”. Maka gunakanlah sisa waktu kita dengan sebaik mungkin. Karena kita tidak tahu sampai kapan kita hidup.

Semoga dengan uraian ini anda rajin berusaha dalam hidup anda, sehingga tujuan hidup anda tercapai. Ingat akan waktu yang kita miliki, tujuan hidup kita, lakukan yang terbaik saat ini dan pahami saat ini kita beruntung karena lahir sebagai manusia.

Semoga Anda maju dalam Dhamma serta hidup penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.

Dibaca : 4195 kali