x

Lepaskan Kebencian

Na hi verena verāni – Sammatῑdha kudācanaṁ
Averena ca sammanti – Esa dhammo sanantano’ti

Kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian. 
Tetapi kebencian akan berakhir apabila dibalas dengan cinta kasih. 
(Dhammapada 5)

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini, sangat memprihatinkan di mana orang gampang sekali marah, jengkel, tersinggung. Kita sering menghadapi banyak orang yang memiliki sifat yang beraneka ragam. Tidak semua orang bisa sesuai atau cocok dengan kita. Kadang ada saja ketidakcocokan, beda pendapat yang bisa berujung permusuhan, dendam dan saling menyakiti satu sama lain.

Di dalam diri kita masing-masing ada bibit-bibit kebencian, tetapi juga ada bibit-bibit cinta kasih.

Pertanyaannya, ’bibit manakah yang sering kita sirami?’ Jika bibit cinta kasih yang sering kita sirami, maka yang tumbuh adalah cinta kasih, belas kasihan, kedamaian, dan kebahagiaan. Namun jika kita sering menyirami bibit kebencian, maka yang tumbuh subur adalah kemarahan, jengkel, dendam, mudah tersinggung dan seterusnya. Oleh karena itu jika kita memelihara kebencian di dalam diri kita dan membiarkannya tumbuh subur, maka akan sangat berbahaya sekali bagi hidup kita sendiri maupun orang lain.

Kebanyakan orang mengatasi kebencian ini dengan tidak bijaksana, sehingga bukannya mengakhiri kebencian, tetapi malah memperbesar kebencian. Laksana api yang disiram bensin yang malah membuat api bertambah besar. Umumnya orang menyelesaikan atau mengatasi kebenciannya dengan dua cara yaitu dengan melampiaskan dan menahan. Dengan melampiaskan akan menyakiti orang lain dan dengan menahan akan menyakiti diri sendiri. Jadi kedua cara tersebut tidak efektif untuk mengakhiri kebencian, bahkan sebaliknya kebencian akan bertambah parah. Ada cara ketiga yang lebih efektif dan cara ini sangat sesuai dengan Buddha Dhamma. Cara tersebut adalah dengan cara melepaskan kebencian. Bagaimanakah cara melepaskan yang efektif agar kebencian, marah, dendam bisa berakhir?

Dalam Aṅguttara Nikāya V.161 Sang Buddha menjelaskan bahwa ada lima cara untuk dapat melepaskan kebencian apabila muncul dalam diri seseorang.

Mengembangkan Cinta Kasih
Ketika muncul kebencian pada diri kita terhadap orang lain, maka ia harus berusaha mengembangkan cinta kasih (mettā) dengan sebaik-baiknya sehingga kebencian pada orang tersebut dapat dilepaskan.

Mengembangkan Belas Kasihan
Jika muncul kebencian terhadap seseorang atau siapapun, maka seseorang hendaknya mengembangkan kasih sayang dengan sebaik-baiknya, sehingga yang muncul bukanlah benci tetapi yang muncul adalah rasa kasihan, mengharapkan orang itu bebas dari penderitaan, sehingga kebencian pada orang tersebut dapat dilepaskan.

Mengembangkan Upekkhā
Jika muncul kebencian terhadap seseorang atau siapapun, maka seseorang hendaknya mengembangkan keseimbangan batin (upekkhā) dengan sebaik-baiknya, sehingga kebencian terhadap orang tersebut dapat dilepaskan.

Tidak Memperhatikan dan Tidak Memikirkannya
Jika muncul kebencian terhadap seseorang atau siapapun, maka ia seharusnya tidak memberikan perhatian kepada orang tersebut atau memikirkannya. Artinya dengan tidak memikirkannya kita tidak memberikan kesempatan kebencian berkembang. Kita tidak menyiraminya dengan cara memikirkannya, maka kebencian terhadap orang tersebut dapat dilepaskan.

Merenungkan Fakta Pemilikan Kamma dari Orang itu
Jika muncul kebencian terhadap seseorang atau siapapun, maka ia seharusnya mengarahkan pemikirannya kepada fakta yang nyata tentang hukum kamma bahwa, dia adalah si pelaku bagi kammanya sendiri, pewaris kammanya sendiri, lahir dari kammanya sendiri, berhubungan dengan kammanya sendiri, dan tergantung dari kammanya sendiri. Apapun kamma yang dia perbuat, baik atau buruk, ke sanalah dia kan terbawa. Dengan demikian kebencian terhadap orang tersebut dapat dilepaskan

Inilah lima cara efektif dalam Buddha Dhamma untuk mengakhiri kebencian dan dendam dalam diri kita. Dengan menggunakan cara-cara tersebut di atas, diharapkan kita semua bisa mengakhiri kebencian yang sudah muncul maupun yang akan muncul dalam diri kita dengan cara melepaskannya.

Dibaca : 2514 kali