x

Detik-detik Purnama Siddhi Waisak

-

    DOWNLOAD AUDIO

Setiap bulan ada satu kali bulan purnama penuh terlewatkan. Hal ini tentu sudah menjadi pe-ngetahuan kita semua sehari-hari. Oleh karena itu, seharusnya kita sudah bisa mengerti jika dalam bulan purnama penuh (full moon) setiap bulan ada saja hal yang bisa dikaitkan dengan ke-hidupan sehari-hari manusia, termasuk purnama siddhi di bulan Waisak sangat terkait erat dengan kehidupan Sang Buddha. Mari kita ikuti penjelasan-penjelasan di bawah ini untuk kita pahami bersama.

Purnama Satu Kali Sebulan

Peristiwa bundarnya bulan purnama hanya lewat dalam waktu satu detik saja, bukan menit apalagi jam. Setiap bulan satu kali bulan purnama terjadi demikian. Sesaat sebelum tiba atau sebelum terjadi purnama, bentuk bulan masih belum bundar. Sesaat tiba-nya purnama, bentuk bulan jelas menjadi bundar. Sesaat setelah lewat purnama, bentuk bulan sudah tidak bundar lagi. 

Purnama Siddhi Waisak

Dalam tradisi Buddhis yang sudah sangat terkenal di berbagai be-lahan dunia, yaitu memperingati atau merayakan hari Waisak yang jatuh pada bulan purnama di bulan Mei atau Juni ada tiga peristiwa yang selalu dirayakan secara bersama-sama dalam satu kali acara. Dalam satu kali acara itu pe-ringatan atau perayaan itu ada tiga peristiwa yang dikenang sekaligus oleh para umat Buddha di seluruh dunia. Apakah tiga peristiwa itu? Tentu sudah sangat dikenal oleh umat Buddha pada umumnya, yaitu saat kelahiran Pangeran Siddhattha Gotama, Pencapaian Penerangan Sempurna, dan Sang Buddha Parinibbāna. Oleh karena tiga peristiwa sekaligus diperingati dalam satu kali upacara maka disebut Tri Suci Waisak.

Dalam merayakan tiga pe-ristiwa penting itu umat Buddha lebih sering menyebutnya sebagai peristiwa dalam purnama siddhi Waisak, yang artinya prunama bulan Waisak bundar penuh.

Detik-detik Waisak Terjadi di Siang Hari?

Terkait dengan peristiwa purnama bulan yang hanya terjadi satu kali dan terlewatkan sesaat/sedetik saja, maka purnama Waisak yang sangat popular di mata para pengikut Buddha, juga hanya terjadi satu kali dalam setahun (sering di bulan Mei, kadang-kadang di bulan Juni).

Peristiwa ini sudah demikian unik, semakin bertambah unik lagi dengan terjadi hanya sekali dalam setahun malah bisa bergeser/ berganti/ berubah/ berpindah waktunya. Bagai-mana waktu detik-detik itu dapat berubah waktu? Kita dapat memetik catatan selama dari beberapa tahun yang lalu sampai tahun 2011 ini bagai-mana perubahan detik-detik Waisak itu terjadi.

Mengapa pergeseran waktu detik-detik Waisak itu dapat terjadi? 

Detik-detik Waisak itu sebagai-mana dikatakan di atas bahwa hanya terjadi dalam satu saat, satu detik kemudian berlalu dan sudah lewat, bundar bulan itu sudah berubah/ tidak ada lagi.

Kalau kita lihat tahun 2006 (pada data catatan di atas), detik-detik Waisak justru siang hari pukul 13:50:51 WIB di tanggal 13 Mei 2006. Berarti di Amerika Serikat, New York sedang pukul 01:50:51 lewat tengah malam waktu setempat, sudah masuk tanggal 13 Mei 2006 secara hitungan pergantian hari menurut kalender masehi.

Detik-detik Waisak di Indonesia

Hal ini penting untuk dijelaskan kepada umat Buddha di Indonesia, sebab, detik-detik Waisak ini menjadi budaya Buddhis Indonesia yang sangat kental dengan tradisi dan budaya acara-acara upacara dalam purnama bulan bagi sebagian besar manusia Indonesia pada umumnya, terutama tradisi Jawa, Bali, dsb. Dengan demikian tradisi Buddhis tentang hari purnama ini tentu sangat mudah diterima secara baik oleh umat Buddha Indonesia sendiri.

Bagaimana dengan detik-detik Waisak di Negara-negara lain? Mereka umat Buddha di luar negeri tidak ada memperingati detik-detik Waisak karena mereka lebih terpengaruh oleh system pergantian hari secara masehi sehingga tengah malam adalah detik-detik pergantian hari/tahun baru itu sendiri termasuk purnama Waisak untuk pergantian tahun baru Buddhis.

Akan tetapi di Indonesia seperti-nya menjadi lebih jelas dalam memper-hatikan dan mengatur system perganti-an hari/tahun baru Buddhis khususnya. Dari manakah system pengaturan itu berasal? Berdasarkan buku yang ditulis oleh Bapak Herman S Endro berjudul ‘Hari-hari Besar Agama Buddha, bahwa Beliau menyusun buku itu be-kerja sama dengan ahli astronomi Bali yang tentu saja tidak asing bagi kita bagaimana tradisi hari purnama di Bali menjadi sangat kental dan kuat. Hal yang sangat luar biasa sebenarnya adalah rincian sampai pada jam, menit dan bahkan detiknya itu.

Apabila kita mampu memper-oleh pemahaman yang cukup jelas tentang purnama bulan tentu kita akan mampu pula memahami secara benar tentang purnama Waisak yang sampai pula pada rincian detik-detiknya.

Selamat menyambut akan tibanya purnama Waisak 2555 tanggal 17 Mei 2011 yang akan tiba pukul 18:08:23 WIB/ 19:08:23 WITA/ 20:08:23 WIT. 
Semoga semua makhluk berbahagia.
Sekian dan terima kasih.

Dibaca : 304 kali