x

CŪLAKAMMAVIBHAṄGA SUTTA

Kammassakā, māṇava, sattā kammadāyādā kammayonῑ kammabandhū
kammapaṭisaraṇā. Kammaṁ satte vibhajati yadidaṁ hinappaṇitatāyā’ti

Karma adalah milik seseorang, brahmana muda, makhluk-makhluk adalah ahli waris dari karmanya, terlahir dari karmanya, bersanak keluarga
dengan karmanya, terlindung oleh karmanya. Karma membagi 
makhluk-makhluk menjadi hina atau luhur.
Middle Length Sayings (Majjhima Nikāya) III, 248

    DOWNLOAD AUDIO

Kalimat-kalimat tersebut di atas disabdakan oleh Yang Maha Suci Buddha atas pertanyaan seorang brahmana muda bernama Subha, putra Todeyya. Subha bertanya apakah sebabnya di antara umat manusia ada yang hina dan ada yang luhur, yaitu ada yang berumur pendek dan ada yang berumur panjang, ada yang banyak penyakit dan ada yang sedikit penyakit, ada yang jelek dan ada yang cantik, ada yang sedikit kekuasaannya dan ada yang banyak kekuasaannya, ada yang miskin dan ada yang kaya, ada yang status sosialnya rendah dan ada yang status sosialnya tinggi, ada yang sedikit kebijaksanaannya dan ada yang banyak kebijaksanaannya.
Karena dijawab dengan singkat seperti tersebut di atas, maka Subha tidak mengerti dan mohon diberikan penjelasan dengan lebih terperinci. Atas permohonan Subha, maka Yang Maha Suci Buddha menjelaskan se-cara lebih terperinci sebagai berikut:
(1)    Orang yang kejam, tangannya berlumuran darah, orang yang suka melukai dan membunuh makhluk-makhluk, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Tetapi, apabila ia terlahir kembali di alam manusia, maka di manapun ia dilahirkan, ia akan berumur pendek.
(2)    Tetapi apabila seseorang tidak suka membunuh, tidak lagi menggunakan alat pembunuh, welas asih terhadap semua makhluk hidup, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan berumur panjang.
(3)    Orang yang suka menyiksa makhluk hidup, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan menderita banyak penyakit.
(4)    Orang yang tidak suka menyiksa makhluk hidup, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan menderita sedikit penyakit.
(5)    Orang yang pemarah, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan berparas jelek.
(6)    Orang yang tidak pemarah, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan berparas cantik.
(7)    Orang yang iri hati, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia tidak akan mempunyai kekuasaan.
(8)    Orang yang tidak iri hati, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan mempunyai kekuasaan.
(9)    Orang yang tidak suka memberi, kikir, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan miskin.
(10)    Orang yang suka memberi, dermawan, maka setelah ke-matiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, ia akan kaya.
(11)    Orang yang sombong, tidak menghormat kepada yang patut dihormati, maka setelah ke-matiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, status sosialnya rendah.
(12)    Orang yang tidak sombong, menghormat yang patut dihormati, maka setelah ke-matiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, status sosialnya tinggi.
(13)    Orang yang tidak suka bertanya apa yang baik, yang buruk, maka setelah ke-matiannya, ia akan terlahir di alam menderita, di alam neraka. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, lemah kebijaksanaannya.
(14)    Orang yang suka bertanya apa yang baik, yang tidak baik, maka setelah kematiannya, ia akan terlahir lagi di alam bahagia, di alam surga. Apabila ia terlahir kembali di alam manusia, di manapun ia dilahirkan, kebijaksanaannya banyak.

Dibaca : 699 kali