x

Manfaat Bertekad

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, 
pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. 
(Dhammapada, Yamaka Vagga 2)

    DOWNLOAD AUDIO

Mengapa terkadang seseorang kesulitan mendapatkan kenyamanan dalam hidupnya? Sekalipun orang tersebut kaya raya? Dan ternyata masalah dalam hidup tetap saja datang silih berganti. Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak dari jaman dahulu, sekarang, maupun yang akan datang, semua makhluk terutama manusia menginginkan kesejahteraan, kedamaian, kenyamanan atau kebahagiaan. 

Di jaman sekarang tingkah laku manusia sudah berubah dan sangat berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya, yang dahulu anak-anak takut terhadap orangtua, sekarang orangtua takut sama anaknya. Dahulu anak-anak gemar hormat kepada orangtuanya. Tapi sekarang hal tersebut sudah terbalik, seorang anak jaman sekarang sudah berani membantah orangtuanya, atau guru-gurunya. Tentunya hal tersebut tidak nyaman, kalau lama kelamaan berkembang dalam kehidupan ini.

Dalam mewujudkan semua itu, kita menggunakan banyak cara yang berbeda-beda, sehingga memberikan hasil yang berbeda-beda juga. Ada cara yang pantas dan ada cara yang tidak pantas. Semua itu bertujuan untuk mewujudkan apa yang kita harapkan dapat terealisasi. Hendaknya kita selalu menggunakan cara-cara yang baik dan benar, agar apa yang kita harapkan dapat terwujud. Jika kita menggunkan cara cara yang tidak benar, kita tidak akan dapat apa yang kita inginkan.

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk.  Bila seseorang berbicara atau berbua dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.” (Dhammapada, Yamaka Vagga 2)

”Bertekad,” salah satu penanaman bentuk mental dalam diri kita. Jika seseorang tidak memiliki tekad untuk meraih hal-hal yang diinginkan, maka apa yang diinginkan akan jauh dan sulit untuk dicapai. Memang tekad adalah salah satu penanaman mental yang perlu dilestarikan dalam diri kita. Agar kita mempunyai keteguhan terhadap apa yang kita inginkan. Lain halnya jika seseorang tidak memiliki tekad yang kuat, dia akan mudah goyah, mudah terombang-ambing dari persoalan-persoalan yang ada. Dalam Dhammapada syair 116, Sang Bhagava bersabda: ”Bbergegaslah berbuat kebajikan dan kendalikanlah pikiranmu dari kejahatan. Barangsiapa lamban berbuat baik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan.”  

Ada tujuh tekad menurut Dhamma yang perlu dikembangkan dalam diri kita, yang akan membawa manfaat kedamaian, harmonis, dan kebahagiaan yang kita inginkan, yaitu:
1.    Selama aku hidup, semoga aku menopang kedua orangtuaku.
Bertekad untuk selalu menopang orangtua sangatlah luar biasa hebat. Mengingat di jaman sekarang banyak orang kurang memperhatikan, betapa pentingnya menyokong orangtua kita sendiri. Semua itu kembali kepada tekad yang ditanamkan di dalam dirinya masing-masing untuk menopang kedua orangtua. Jika tidak ada tekad yang kuat maka kita akan berperilaku tidak bajik kepada orangtua kita.

2.    Selama aku hidup, semoga aku menghormati tetua keluargaku
Selalu berusaha bertekad dalam diri kita, untuk menghormati orang yang lebih tua dari kita terutama dalam keluarga kita. Terkadang ada anak yang tidak sopan terhadap orang yang lebih tua di antara keluarganya. Ini semua kurang menanamkan pengertian terhadap anak tersebut, tentang saling hormat menghormati kepada yang lebih tua.

3.    Selama aku hidup, semoga aku berbicara lemah-lembut
Selalu berusaha bertekad, untuk berbicara lemah lembut, tidak kasar, ucapan halus, nada yang halus, tutur katanya baik. Karena dampak ucapan yang kasar akan membuat kita tidak disenangi banyak orang, bahkan kita sulit mengembangkan apa yang kita tuju. Mengapa demikian? Karena ucapan kita yang tidak lemah lembut. Maka dari itu, bertekad untuk berbicara lembut, amatlah penting. Karena bertekad akan menguatkan kita dalam berbicara lemah lembut. “Hindari ucapan kasar. Seseorang seharusnya berbicara hal-hal yang benar, enak didengar, ramah, menyentuh, sopan, menyenangkan dan disukai semua orang” (Dῑgha Nikāya I 64). 

4.    Selama aku hidup, semoga aku berbicara tidak memecah belah. 
Bertekad tidak berbicara untuk memecah belah orang lain. Hal ini sangatlah penting. Jika kita berbicara memecah belah orang lain agar orang lain berpisah, bertengkar atau mempergunjingkan orang, kita adalah orang yang sangat buruk. Perbuatan tersebut tidaklah menguntungkan dan tidak dapat merubah hidup kita menjadi baik. Maka dari itu bertekad berbicara agar tidak menimbulkan perpecahan, akan mengantarkan kita ke dalam keharmonisan dalam hidup bermasyarakat

5.    Selama aku hidup, semoga aku berdiam di rumah dengan pikiran yang bersih dari noda kekikiran, murah hati, tangan terbuka, suka cita di dalam melepas, dan gemar melakukannya, suka cita dalam memberi dan berbagi.

6.    Selama aku hidup, semoga aku berbicara kebenaran.
Ucapan benar, ucapan yang tidak disertai kebohongan/tipuan dan bisa dipertanggungjawabkan. Berbicara apa adanya tanpa mengurangi maupun melebih-lebihkan. ”Hindari berbohong. Seseorang seharusnya berbicara kebenaran, dapat dipercaya, jujur, menjadi tempat bertanya, dan bukan menjadi pembohong dunia” (Dῑgha Nikāya I 64).

7.    Selama aku hidup, semoga aku bebas dari kemarahan, dan jika kemarahan muncul padaku, semoga aku dapat membuangnya dengan cepat.

Jika kita dapat menjalankan tujuh tekad tersebut di atas, kita akan hidup damai dan harmonis. Hidup akan semakin lebih baik ketika seseorang menopang orangtuanya dan menghormati tetua keluarga, ketika berbicara lemah lembut dan sopan, dan dia menjauhkan diri dari kata-kata yang memecah belah; membersihkan dirinya dari noda-noda kekikiran; ia berbicara kebenaran; ia menahan kemarahan. Orang tersebut dapat dikatakan sebagai orang baik.

“Menaklukan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain; orang yang telah menaklukan dirinya sendiri, selalu dapat menaklukan dirinya sendiri. 
“Tidak ada dewa, mara, gandhabba ataupun Brahmana yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukan dirinya sendiri.” (SahassaVagga 104 dan 105).

Dibaca : 3986 kali