x

Musuh Atau Sahabat

Asevanā ca bālānaṁ, Paṇḍitānañca sevanā.

Tak bergaul dengan orang-orang dungu, Bergaul dengan orang-orang baik.
(Maṅgala Sutta, Khuddaka Nikāya)

    DOWNLOAD AUDIO

Putra perumah tangga, ada empat jenis yang dapat terlihat sebagai musuh dalam samaran teman: pertama adalah orang yang mengambil seluruhnya, kedua adalah orang yang banyak bicara, ketiga adalah orang yang suka menyanjung, dan keempat adalah teman dalam berfoya-foya.
1.    Orang yang mengambil seluruhnya dapat dilihat sebagai seorang teman palsu untuk empat alasan: ia mengambil semuanya, ia menginginkan banyak dengan mengeluarkan sedikit, apa yang harus ia lakukan, ia lakukan karena takut, dan ia mencari demi dirinya sendiri.
2.    Orang yang banyak bicara dapat dilihat sebagai seorang teman palsu untuk empat alasan: ia suka membicarakan masa lampau, dan masa depan, ia mengucapkan omong kosong tentang belas kasihan, dan ketika suatu harus dikerjakan, ia menghindar dengan alasan karena tidak mampu sehubungan dengan alasan tertentu.
3.    Orang yang suka menyanjung dapat dilihat sebagai seorang teman palsu untuk empat alasan: ia menyetujui perbuatan jahat, ia menolak perbuatan baik, ia memujimu di hadapanmu, dan ia mencelamu di belakangmu.
4.    Teman dalam berfoya-foya dapat dilihat sebagai seorang teman palsu untuk empat alasan: ia mendampingimu ketika engkau sedang meminum minuman keras, ketika engkau sedang berkeliaran di jalan pada waktu yang tidak tepat, ketika engkau mengunjungi tempat hiburan, dan ketika engkau sedang berjudi.
Demikianlah Sang Bhagavā berkata.

Sang Guru menambahkan: 
’Teman yang mencari apa yang dapat ia peroleh, teman yang mengucapkan omong-kosong, teman yang sekadar menyanjungmu, teman yang mendampingi dalam berfoya-foya. Empat ini adalah musuh yang sesungguhnya, bukan teman. Yang bijaksana, mengenali ini, harus menjauhkan diri dari mereka, seperti dari jalan yang menakutkan.

Putra perumah tangga, ada empat jenis yang dapat terlihat sebagai teman setia:
pertama adalah teman yang suka membantu, kedua adalah teman yang bersikap sama dalam saat-saat bahagia maupun tidak bahagia, ketiga adalah teman yang menunjukkan apa yang baik bagimu, dan keempat adalah teman simpatik.
1.    Teman yang suka membantu dapat dilihat sebagai seorang teman setia dalam empat cara:
ia menjagamu ketika engkau lengah, ia menjaga hartamu ketika engkau lengah, ia adalah pelindung ketika engkau ketakutan, dan ketika suatu pekerjaan telah selesai, ia membiarkan engkau memiliki dua kali dari yang engkau minta.
2.    Teman yang bersikap sama dalam saat-saat bahagia maupun tidak bahagia dapat dilihat sebagai seorang teman setia dalam empat cara:
ia memberitahukan rahasianya kepadamu, ia menjaga rahasiamu, ia tidak akan membiarkanmu ketika engkau mengalami kemalangan, ia bahkan akan mengorbankan hidupnya demi engkau.
3.    Teman yang menunjukkan apa yang baik bagimu dapat dilihat sebagai seorang teman setia dalam empat cara:
ia mencegahmu melakukan kejahatan, ia mendukungmu melakukan kebaikan, ia memberitahukan apa yang tidak engkau ketahui, dan ia menunjukkan jalan menuju alam surga.
4.    Teman simpatik dapat dilihat sebagai seorang teman setia dalam empat cara:
ia tidak bergembira di atas kemalanganmu, ia bergembira di atas keberuntunganmu, ia menghentikan mereka yang berbicara melawanmu, dan ia memuji mereka yang menyanjungmu. 
Demikianlah Sang Bhagavā berkata.

Sang Guru menambahkan:
’Teman yang suka membantu dan teman di saat bahagia dan tidak bahagia, teman yang menunjukkan jalan yang benar, teman yang bersimpati. Empat jenis teman ini oleh ia yang bijaksana, harus diketahui nilai sesungguhnya, dan ia harus menghargai mereka dengan sepenuh hati.’

Setelah kita mengetahui siapa saja yang pantas dijadikan teman sejati, maka kita semestinya berusaha untuk menjaga hubungan yang baik dengan mereka. Dalam Sigalovada Sutta, Sang Buddha memaparkan kewajiban-kewajiban yang semestinya dilaksanakan untuk menghargai dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama teman.

’Ada lima cara bagi seseorang untuk melayani teman dan rekan mereka: dengan pemberian, dengan kata-kata yang baik, dengan menjaga kesejahteraan mereka, dengan memperlakukan mereka seperti diri sendiri, dengan menepati janjinya. Dan ada lima cara bagi teman dan rekan, yang dilayani demikian dapat membalas: dengan menjaganya saat ia lengah, dengan menjaga hartanya saat ia lengah, dengan menjadi pelindung baginya saat ia ketakutan, dengan tidak meninggalkannya saat ia berada dalam masalah, dan dengan menunjukkan perhatian terhadap anak-anaknya.’

Sumber:
-    Sigalovada Sutta, Sutta ke-31 Dῑgha Nikāya, Dhammacitta Press
-    Maṅgala Sutta, Khuddaka Nikāya

Dibaca : 2067 kali