x

Bahagia Di Dunia Ini Bahagia Di Dunia Selanjutnya

Dalam kehidupan ini ia berbahagia,
Dalam kehidupan yang akan datang ia juga akan berbahagia,
Dalam kedua alam kehidupan si pembuat jasa kebaikan berbahagia,
Ia bergembira dan berbahagia menyaksikan buah dari perbuatannya yang baik.
(Dhammapada:16)

    DOWNLOAD AUDIO

Pada suatu ketika Sang Buddha dimohon untuk membabarkan Dhamma oleh seorang kepala keluarga Dῑghajānu. “Bhante kami adalah umat perumah tangga yang menikmati kesenangan indera, ajarkanlah Dhamma yang akan membawa pada kesejahteraan dan kebahagiaan kepada kami, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun dalam kehidupan yang akan datang”.
Kemudian Sang Buddha menjelaskan Sebagai berikut:
Ada empat hal yang akan membawa pada kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seorang perumah tangga di dalam kehidupan yang sekarang ini, yaitu: 
1. Uṭṭhanasampadā yaitu rajin dan bersemangat didalam bekerja mencari nafkah.
Apapun usaha yang dilakukan oleh perumah tangga sebagai mata pencahariannya, apakah bertani, berdagang, berternak, bekerja sebagai karyawan atau pegawai, dia harus trampil dan rajin, dia harus mencari cara-cara yang sesuai dan mampu bertindak serta mengatur segalanya dengan tepat.
2. Arakkhasampadā yaitu menjaga dengan hati-hati kekayaan apapun yang telah  diperoleh dengan kerajinan dan semangat. 
Seorang perumah tangga membuat perlindungan dan penjagaan terhadap kekayaan yang diperoleh dengan perjuangan dan penuh semangat, yang dikumpulkan dengan kekuatan tangannya, dihasilkan dengan peluh di dahinya. Kekayaan yang diperoleh dari hasil yang sesuai dengan Dhamma, tidak membiarkan hilang atau dicuri, terbakar atau kebanjiran yang akan melenyapkan kekayaannya. Juga terus menjaga cara bekerja sehingga tidak mengalami kemunduran atau kemerosotan.    
3.  Kalyanamitta yaitu memiliki teman-teman yang baik, dan tidak bergaul dengan orang-orang jahat.
Baik di desa atau di kota atau dimanapun berada hendaknya seorang perumah tangga juga dengan putra-putranya berteman dengan orang-orang yang memiliki kemoralan, yang mantap dalam keyakinan, yang memiliki kedermawanan, dan yang memiliki kebijaksanaan. Senantiasa bercakap-cakap dan bergaul dengan mereka dan berusaha untuk menyamai pencapaian mereka dalam keyakinan, kemoralan, kedermawanan dan kebijaksanaan. Janganlah berteman dengan orang-orang yang tidak memiliki moral yang baik, yang tidak memiliki kedermawanan, yang tidak memiliki keyakinan dan yang tidak memiliki kebijaksanaan.
4.  Samajivita yaitu menempuh cara hidup yang seimbang, hidup hemat, tidak menghambur-hamburkan kekayaan dan tidak boros namun juga tidak kikir. Seorang perumah tangga harus mengetahui pemasukan dan pengeluarannya, dan mengarah pada kehidupan yang seimbang. Pemasukan harus melebihi pengeluran bukan sebaliknya. Seperti seorang pembuat emas yang memegang timbangan mengetahui, sekian jauh timbangan ini miring ke bawah, sekian jauh timbangan ini miring ke atas. Demikianlah seorang perumah tangga memiliki kehidupan yang seimbang.

Sang Buddha mengatakan ada 4 sebab yang membawa keruntuhan seorang perumah tangga yaitu : main wanita, mabuk-mabukan, berjudi dan bersahabat dengan orang-orang yang tidak baik. Bila seorang perumah tangga melakukan 4 sebab  keruntuhan ini, diibaratkan sebuah tangki pemampung air yang saluran masuknya ditutup tetapi saluran pembuangannya dibuka dan tidak ada curah hujan yang cukup untuk mengisinya, maka jumlah air yang ada dalam tangki akan berkurang dan tidak ada penambahan. Seperti inilah terbuangnya kekayaan yang telah dikumpulkan. Dan bila seorang perumah tangga tidak melakukan sebab-sebab keruntuhan yaitu tidak main wanita, tidak mabuk-mabukan, tidak berjudi dan tidak bersahabat dengan orang yang tidak baik, diibaratkan seperti tangki penampung air yang saluran masuknya dibuka dan saluran pembuangannya ditutup dan ada cukup curah hujan, maka jumlah air yang ada didalam tangki akan bertambah dan tidak berkurang. Begitu juga dengan kekayaan yang kita kumpulkan akan semakin bertambah. Inilah 4 hal yang membawa kepada kebahagiaan seorang perumah tangga didalam kehidupan sekarang.

Selanjutnya Sang Buddha menjelaskan tentang 4 hal yang membawa pada kebahagiaan  di dalam kehidupan yang akan datang adalah :
1. Saddhasampadā : memiliki keyakinan, keyakinan kepada Buddha yang telah mencapai penerangan sempurna, keyakinan kepada Dhamma yang telah  diajarkan oleh Sang Buddha seperti yakin dengan melakukan perbuatan baik akan mengakibatkan kebahagiaan dan demgan melakukan perbuatan jahat akan mengakibatkan penderitaan, keyakinan kepada Sangha yaitu siswa-siswa sang Buddha yang telah mencapai tingkat-tingkat kesucian.
2. Sῑlasampadā : memiliki sila, menjaga perbuatan secara jasmani, ucapan dan pikiran dengan baik dan pantas, tanpa kesalahan. Seorang perumah tangga tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berperilaku seksual yang menyimpang, tidak berbicara yang tidak benar, tidak minum anggur, minuman keras dan apapun lainnya yang bersifat meracuni yang menjadi landasan kelalaian.
3. Cāgasampadā : memiliki kemurahan hati, dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain, suka menolong, bergembira dalam berdana, senang beramal, pikirannya bersih dari noda kekikiran.
4. Paññasampadā : Memiliki kebijaksanaan, mengetahui hal-hal yang buruk dan hal-hal yang baik, apa yang benar dan apa yang salah, apa yang berguna dan apa yang tidak berguna.

Inilah resep kebahagiaan dan kesejahteraan yang diajarkan oleh Sang Buddha, empat hal yang harus dilakukan untuk kebahagian dan kesejahteraan dalam kehidupan sekarang, dan juga empat hal yang akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan yang akan datang yaitu terlahir di alam-alam yang bahagia. Semua berpulang kepada diri kita sendiri, kita sendirilah yang menentukan jalan kehidupan kita, Sang Buddha hanya menunjukkan jalan untuk meraih kebahagiaan.

Dibaca : 4706 kali