x

Attasammapanidhi Ca, Etammangalamuttamang

Membimbing Diri ke Arah yang Benar, Itulah berkah Utama.
(Mahā Maṅgala Sutta)

    DOWNLOAD AUDIO

Seluruh rangkaian kehidupan manusia akan terusmenerus berlangsung di dunia ini. Sebagian orang mencemari kehidupannya, mereka menghancurkan diri mereka sendiri dengan berbagai cara. Ada yang kecanduan mengkomsumsi minuman keras dan obat terlarang yang menghancurkan masa depan mereka. Orang yang gemar berjudi menyia-nyiakan keberuntungan dan kebahagiaan dirinya sendiri dan keluarganya.

Sebagian lain memilih jalan hidup kriminal dan akhirnya harus mengenyam dalam penjara bahkan kondisi yang lebih buruk. Ada pula yang membenamkan diri tanpa tujuan dan tak memiliki tujuan hidup.

Orang tersebut tidak mampu memikul beban hidup yang menimpanya. Mereka ibarat kapal yang berlayar tanpa kemudi.

Sebaliknya ada orang yang memiliki disiplin, pengertian dan pengendalian diri, menjalani hidup dengan baik. Mereka menyadari apa yang harus dicapai dalam hidupnya. Sebagai contoh, orang mengejar keberhasilan duniawi. Memberikan perhatian penuh pada tujuan yang ingin dicapai. Sebagian menekuni profesinya, merencanakan masa depan dengan hati-hati. Pikirannya tidak pernah goyah dengan sasaran yang telah ditetapkan. Mereka memperoleh kesuksesan duniawi –kekayaan, kekuasaan, dan kemasyhuran.

Sementara sebagian orang bertujuan menuju keberhasilan duniawi, ada juga yang bertekad berhasil dalam spiritual. Melalui proses latihan keras, mereka maju pesat untuk mencapai tujuan spiritualnya.

Keberhasilan dicapai melalui keputusan yang mantap untuk melangkah ke arah tujuan yang diinginkan dalam kehidupan. Sekali keputusan ditetapkan, mereka bekerja keras untuk mencapai sasarannya.

Di sini, Sang Buddha telah menunjukkan bahwa keberhasilan harus dicapai melalui arah tujuan yang mantap. Orang lain dapat memberikan petunjuk dan saran. Namun, keberhasilan harus dilakukan oleh orang itu sendiri.

Pada saat seseorang dapat menuntun dirinya sendiri ke arah yang benar, ia tidak akan ragu-ragu, ia tidak akan goyah oleh keragu-raguan dan ketidakpastian. Ia memiliki kepercayaan diri. Ia tidak tergantung pada orang lain atau kekuatan lain di luar dirinya. Mereka yang memiliki tujuan yang benar, tidak akan mengikuti jalan yang salah dan tidak memanjakan diri dengan perbuatan-perbuatan yang tercela.

Bila kebajikan seseorang telah tertanam dengan kuat, mereka harus senantiasa waspada dan menghindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat menjauhkan diri mereka dari jalan yang benar. Mereka harus selalu waspada dalam setiap kesempatan untuk meyakinkan bahwa mereka berjalan di arah yang benar dengan mantap.

Oleh karena itu, melangkah di dalam arah yang benar tidaklah cukup. Mereka harus senantiasa waspada dengan kemajuan yang diperoleh, agar tidak tersesat.

Setiap orang harus berhasil dalam kehidupannya dengan mulai melatih diri di jalan benar sejak dini.

Meskipun seseorang telah tersesat namun ia tetap dapat mengubah jalan hidupnya ke hal-hal yang positif. Sang Buddha dalam hal ini telah menjelaskan bahwa seseorang yang menuntun dirinya ke arah yang benar adalah berkah utama.


Sumber: Mahā Maṅgala Sutta

Dibaca : 2733 kali