x

Hidup Di Lingkungan Vihara Adalah Berkah

Paṭirūpadesavāso ca – Pubbe ca katapuññatā
Attasammāpaṇidhi ca – Etammaṅgalamuttaman’ti

Bertempat tinggal di tempat yang sesuai, memiliki timbunan kebajikan di masa lampau, dan membimbing diri dengan benar, adalah berkah utama.
(Maṅgala Sutta, Khuddaka Nikāya)

    DOWNLOAD AUDIO

Masing-masing di antara kita pasti menginginkan bisa tinggal menetap di suatu tempat yang sesuai, tenang, harmonis, damai dan bahagia. Terkait dengan hal itu tentu akan mencari tempat yang dimaksud sesuai itu. Tipe rumah di zaman sekarang banyak sekali, dari yang siap huni dengan bentuk dan model yang sangat bervariasi, dari yang paling murah sampai ke yang paling mahal tapi memuaskan, dari yang paling sederhana hingga yang sangat mewah sekalipun.

Kriteria Tempat Tinggal yang Sesuai

Segala kebutuhan hidup tergantung fasilitas yang tersedia di sekitar tempat itu yang dapat menyediakan atau menghasilkan semua kebutuhan untuk dikonsumsi. Keadaan tempat yang memenuhi kriteria yang cukup untuk dihuni apabila tersedia fasilitas-fasilitas seperti: 1. rumah tinggal, 2. sekolah, 3. pasar, 4. rumah sakit, 5. tempat bermain, 6. tempat ibadah (vihāra), 7. fasilitas-fasilitas olah raga, 8. Tempat-tempat kursus, 9. kantor pos, 10. terminal transportasi, 11. kantor-kantor pemerintah, 12. dan tempat-tempat lain yang dianggap penting. Dalam Maïgala Sutta dikatakan, ’Bertempat tinggal di tempat yang sesuai (paṭirūpadesavāso ca) adalah berkah’. Dikatakan berkah karena tempat itu mempunyai fasilitas yang lengkap dan penghuni memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan masing-masing.

Dengan situasi di lingkungan yang seperti itu, bagi orang tertentu selalu ada cara atau jalan untuk menyelesaikan masalah yang mungkin timbul karena ia berusaha untuk secara semaksimal mungkin mengatur dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya. Misalnya: orang yang sehari-harinya bekerja sebagai pelayan toko harus rajin setiap hari bekerja sebagai pelayan di toko tempat ia bekerja. Dalam jadwal kerjanya ia dapat libur satu hari seminggu dan ia negosiasi dengan majikannya supaya liburnya disesuaikan dengan kegiatan rutin di vihāra sehingga ia dapat mengikuti acara-acara di vihāra yang tentu berkaitan dengan bimbingan spiritual.

Bagi orang seperti ini, karena mengatur kegiatan yang dapat menjaga keseimbangan hidupnya dengan bekerja sebagai pelayan toko dengan penuh disiplin, rajin, ulet, cerdas, dan jujur, kemudian ia harus mengimbangi diri dengan mengatur waktu dapat santapan batin secara rutin pula dari vihāra, maka hidupnya menjadi seimbang secara jasmaniah maupun batiniah sama-sama sehat.

Dalam Maṅgala Sutta dikatakan, ’memiliki timbunan kebajikan di masa lampau (pubbe ca katapuññatā), dan di tempat itu juga harus membimbing diri dengan benar (attasammāpaṇidhi ca) adalah berkah.’ Jika kelahiran di tempat itu disebabkan oleh timbunan kebajikan dari kehidupan lampau, tetapi tidak berbuat sesuatu yang baru atau tidak membuat timbunan kebajikan yang baru, itu berarti tidak memelihara dan tidak menanam lagi timbunan buah kebajikan yang sudah ada sebelumnya, sehingga habis. Itulah yang dinamakan makan sisa. Supaya tidak habis seharusnya pernyataan Sang Buddha yang ada dalam Sigalovada Sutta, Dῑgha Nikāya, tentang pembagian hasil menjadi empat bagian dapat diterapkan. Penghasilan dibagi menjadi empat: dua bagian pertama harus diinvestasikan atau digabung lagi dengan modal yang sudah ada. Satu bagian harus disimpan untuk kepentingan-kepentingan mendadak (kebutuhan tak terduga) sehingga tidak mengganggu modal, dan satu bagian lagi dimanfaatkan untuk kepentingan hidup sehari-hari.


Berkah Hidup di Lingkungan Vihāra

Dalam suatu lingkungan tempat tinggal yang sesuai (ada vihāra) seharusnya hubungan antara individu satu dengan individu lain bisa baik dan harmonis. Tentu menjadi harapan semua orang bahwa dalam lingkungan yang sesuai dan berfasilitas lengkap itu semestinya para penghuni dapat menikmati kenyamanan dan kedamaian hidup dari hubungan baik dan harmonis itu.

Sebuah vihāra yang berada di lingkungan penduduk akan bermanfaat bagi penghuni lingkungan tersebut dan juga bagi siapapun dari luar yang mungkin datang ke tempat itu. Akan tetapi vihāra yang ada tidak akan mendatangkan manfaat apapun bagi orang yang tidak memanfaatkannya meskipun tinggal di lingkungan itu juga.

Dengan memiliki tempat tinggal yang lengkap fasilitasnya dan penghuni di tempat itu memanfaatkan dengan mengatur segala bentuk kegiatan terkait urusan yang berbeda-beda seperti pribadi, keluarga, tetangga, warga masyarakat, organisasi sosial, kantor, vihāra, dan sebagainya dapat terhindar dari masalah-masalah yang tidak perlu terjadi. Apabila keseimbangan hidup dapat terjadi di antara hal-hal tersebut, maka semua bentuk kegiatan yang dilakukan akan membawa perkembangan yang positif ke arah kemajuan dan sekaligus memotivasi diri lebih aktif lagi dalam bekerja dan beraktivitas sosial yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Bagi yang berpikir, berucap, dan bertindak positif dalam kehidupan sehari-hari apalagi di lingkungan vihāra, tentu akan mendapatkan manfaat yang sangat baik dan hidupnya akan aman, nyaman, damai, harmonis dan bahagia. Ia akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dan kelancaran tugas dalam setiap usaha dan perjuangan hidup di masyarakat luas. Tetapi bagi yang tinggal di dekat vihāra dan merasa ada hal-hal yang tidak sesuai, itu mungkin ada hal-hal tertentu yang bersifat pribadi dan terkait dengan pribadi lain yang tertentu pula. Dalam hal ini termasuk segi-segi yang sulit/rumit atau kurang enaknya yaitu menghadapi berbagai macam pihak yang tidak sejalan dengan kita, harus dihadapi dengan kesiapan mental yang penuh ketenangan, keyakinan, ketabahan, keberanian, kejujuran, tetapi juga kewaspadaan dan kehati-hatian serta kecermatan dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Itulah sebetulnya yang dimaksud dengan berkah utama (etammaṅgalamuttamaṁ).

Kita mengalami kelahiran di tempat yang sesuai bukanlah otomatis, tetapi proses kehidupan yang lalu mengantarkan atau menarik kita ke tempat itu. Tempat yang dalam kondisi lengkap itu kita jumpai setelah dilahirkan di tempat itu, akan membawa manfaat apabila kita memanfaatkan atau menggunakan semua fasilitas itu dengan sebaik-baiknya.

Vihāra membawa manfaat karena kita memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, dan bukan manfaat vihāra itu otomatis ada untuk setiap orang hanya karena ada di lingkungan dan sekitar vihāra itu semata-mata.

Bukankah demikian? Simaklah baik-baik.

Referensi: www.accesstoinsight.org

Dibaca : 2598 kali