x

HUT Ke-24 Sima

”Tumhehi kiccaṁ ātappaṁ, Akkhātāro tathāgatā
Paṭipannā pamokkhanti, Jhāyino mārabandhanā”

”Sepantasnya kalian berusaha dalam membakar hangus kilesa, para Tathagata hanya sebagai pemberitahu.
Mereka yang telah menjalankannya selalu mengarahkan batinnya agar terlepas dari jerat Mara”
(Dhammapada 276)

    DOWNLOAD AUDIO

Dengan genapnya usia Sῑmā VJDJ yang ke-24 ini, kita diingatkan bahwa waktu berjalan cepat dan tanpa kita sadari. Dari rawa dan kemudian menjadi perumahan mewah yang padat dan kemudian VJDJ juga saat ini tidak dapat menampung umat lagi. Karena itu ada rencana kita akan membangun gedung 10 lantai di belakang Uposathagara ini.

Menurut ajaran Guru Agung Buddha Gotama, semua makhluk tanpa kecuali mengalami Punabbhava (tumimbal lahir) berulang kali tanpa batas. Kalau saat ini kita Punabbhava menjadi manusia dan bisa menjadi umat Buddha di VJDJ, ini adalah suatu berkah dari kebajikan kita dahulu.

Tapi ingat hal ini baru awal perjuangan kita yang baru dalam membuat kebajikan lagi. Jangan kita terlena menikmati buah kebajikan yang lalu, karena bila habis kita juga masih bisa mengalami lagi kelahiran di alam yang menyedihkan. Karena selama belum mencapai tingkat ariya (minimal Sotapanna), makhluk-makhluk bisa mengalami kelahiran di alam Apaya.

Sesuai dengan kekuatan kamma yang dibuat:

1. Dewa dapat terlahir lagi sebagai manusia atau binatang.

2. Manusia dapat terlahir lagi sebagai Dewa atau binatang.

3. Binatang dapat terlahir lagi menjadi Dewa atau manusia.

Hal ini adalah hukum kesunyataan yang universal. Orang mau percaya atau tidak bukanlah masalah. Kebenaran adalah kebenaran karena tidak ada apapun yang bisa mengubah Kebenaran Mutlak (Paramattha Sacca).

Pada umumnya Dewa biasanya terlahir lagi sebagai manusia daripada makhluk yang lebih rendah. Hal ini bisa terlihat pada manusia yang berkelakuan baik, sopan santun, pintar, dan suka belajar Dhamma. Semua ini adalah indikasi Dewa yang terlahir lagi sebagai manusia.

Karena itu bila ingin mempunyai anak dari Alam Dewa, seorang ibu harus terus beradhiṭṭhāna untuk melaksanakan kemoralan yang baik dan senang akan Dhamma (kebenaran), karena Dewa yang usianya akan habis punya kekuatan untuk Punabbhava di tempat yang sesuai.

1. Guru Agung Buddha Gotama, juga ketika masih Bodhisatta di Tusita menentukan di mana akan mengalami Punabbhava.

2. Dewa Mukkhila Punabbhava lagi menjadi Bhikkhuni Uppalavanna.

Atas dasar pengertian benar ini, mari kita laksanakan praktik Dhamma untuk mengumpulkan kebajikan. Karena hanya kebajikan yang mampu memberikan perlindungan, kebahagiaan, kemampuan secara materi atau spiritual.


DIRGAHAYU

HUT Ke-24 SῙMĀ

Semoga semua makhluk hidup bahagia

Dibaca : 2238 kali