x

Sukses Materi Dan Spiritual

Anibbindiyak Ārissa Sammadattho Vipaccati

Bekerjalah terus, pantang mundur; hasil yang diinginkan
niscaya akan terwujud sesuai dengan cita-cita
(Pepatah Buddhis)

    DOWNLOAD AUDIO

Kata ‘SUKSES’ sangatlah lumrah terdengar di telinga kita. Pada umumnya, manusia menginginkan kesuksesan materi dan spiritual. Kita ketahui banyak bangunan atau gedung yang mewah, style yang bermacam-macam rupanya. Tingkat kreatifitas manusia sangat besar, seorang arsitek, mampu merancang bangunan-bangunan yang megah. Tidak hanya rumah atau bangunan yang mewah, tempat-tempat piknik pun dibuat dengan begitu antiknya. Jembatan gantung, candi-candi dan bangunan-bangunan yang lainnya. Mobil, pesawat, motor dan sebagainya, ini juga dimulai dari cetana (niat) terlebih dahulu. Kalau dilihat secara kala (waktu), masyarakat pada umumnya mencari kebutuhan hidup hingga dimulai dari pagi hingga petang dengan tujuan ingin ‘SUKSES’. Maka awali dari diri sendiri dengan niat yang baik dan semangat yang seimbang. Mempunyai keinginan yang banyak tanpa diimbangi dengan usaha yang benar, kita tidak bisa mewujudkan cita-cita atau harapan. Jauhkan mitos-mitos atau pandangan-pandangan yang keliru tentang adanya:

1. Nasib

2. Pendidikan

3. Fisik

4. Kulit

5. Gender

Yang menganggap semua hal itu tidak menjamin kita untuk sukses. Dalam diri setiap individu masing-masing mempunyai bibit yang unggul, yang harus dikembangkan dan diciptakan sehingga kesuksesan akan kita peroleh. Lalu, bagaimana peranan Dhamma membawa kesuksesan secara materi dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari? Buddha memberikan wejangan kepada bhikkhu tentang Bala Sutta (sutta tentang kekuatan). Sutta ini mengingatkan kita bahwa ada potensi-potensi yang ada dalam diri kita, yang perlu dikembangkan. Potensi itu adalah;

1. Saddha (Keyakinan)

2. Viriya (Semangat)

3. Sati (Perhatian)

4. Samādhi (Konsentrasi)

5. Paññā (Kebijaksanaan)

Dengan mengembangkan pañcabala ini, maka sebuah harapan kita bisa kita wujudkan dengan baik. Sebuah tujuan yang kita harapkan, ada kalanya kita menempuh perjuangan yang keras dan sulit. Jangan patah semangat dan hendaknya berpikir positif.  Berpikirlah sesuatu yang memotivasi diri seperti kalimat ini

“ mengapa orang lain bisa, kenapa saya tidak?” .

 

Referensi:

1. Aṅguttara Nikāya, Pañcakanipāta

2. Pepatah Buddhis, penerbi t LPD

Dibaca : 3967 kali