x

Menjadi Manusia Religius

Attasammāpaṇidhi ca, Etammaṅgalamuttamaṁ

Membimbing diri ke arah yang benar, Itulah berkah Utama.
(Maṅgala Sutta)

    DOWNLOAD AUDIO

Akhir-akhir ini banyak berita yang terkadang membuat hati menjadi miris. Perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan karena tidak terpuji justru menjadi berita utama. Berita tentang perilaku manusia yang tidak terkendali. Perilaku yang seharusnya tidak digunakan ketika manusia berhadapan dengan persoalan kehidupan. Tindakan kekerasan yang dilakukan akhir-akhir ini menjadi bahan diskusi untuk mencari jawaban, “Kenapa semua ini terjadi?”

Bahkan yang tidak bisa dimengerti adalah orang-orang yang melakukan tindakan tidak terpuji itu adalah orang terdekat seperti ibu, ayah, anak, dan kerabat terdekat lainnya. Apakah mereka sudah kehilangan akal sehat? Apakah mereka melakukan ini karena beban persoalan kehidupan yang semakin pelik? Jawabannya ada pada diri mereka dan kita pun mempunyai kewajiban untuk mencari jawabannya.

Di era kehidupan yang sudah maju seperti sekarang ini, sesungguhnya manusia disuguhkan kemudahan dalam kehidupan. Demikian pula dalam hal mengakses ilmu agama. Dibandingkan 2500 tahun yang lalu sungguh jauh berbeda. Pada waktu itu belum ada kemudahan seperti sekarang ini. Orang-orang pada waktu itu harus berupaya keras untuk mendapatkan spiritual keagamaan. Berbeda dengan orang sekarang yang dengan mudah mendapatkan siraman batin melalui media cetak, elektronik, online dan media lainnya.

Persoalannya mereka yang memiliki perilaku tidak terpuji itu adalah orang-orang terdekat. Mereka juga beragama namun agama mereka baru sebatas melakukan ritual keagamaan dan memiliki ilmu agama belum sampai pada praktik nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari. Atau mereka belum meraih kualitas batin yang cukup sehingga antara kualitas batin dan beban persoalan belum sebanding.

Pernah di salah satu media radio dalam diskusinya mengambil tema ”Perilaku tidak terkendali”. Salah satu pendengar bertanya, ”Kenapa akhir-akhir ini kekerasan dan kejahatan lainnya marak terjadi di masyarakat kita? Narasumber memberi jawaban bahwa semua itu karena sebagian manusia sekarang jatuh pada kehidupan yang tidak sesuai dengan kebenaran sejati. Kadangkala manusia membenarkan dirinya sendiri ketika harus berhadapan dengan persoalan. Kesimpulannya, karena keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin, maka manusia masih melakukan kejahatan.

Agama sesungguhnya bukan hanya sekedar ritual dan ilmu, tetapi bagaimana sebuah agama bisa mengubah sikap seseorang. Supaya ada perubahan, maka ajaran agama itu harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, manusia akan mudah jatuh pada kehidupan yang individualistis sehingga menjadi cuek dan kurang peduli dilingkungannya. Manusia juga bisa menggunakan segala cara untuk menyelesaikan masalahnya. Karena pengendalian diri yang kurang, maka terjadilah yang namanya perilaku amoral seperti kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan dan lain sebagainya. Cara berpikir yang sempit juga membuat manusia mudah patah arang menghadapi kehidupan ini sehingga kadangkala dalam berbuat akal sehatnya tidak muncul. Akhirnya mereka pun melakukan hal-hal yang buruk untuk dirinya dan juga orang lain, bahkan makhluk lain.

Bagaimana supaya agama itu dapat mengubah karakter seseorang sehingga orang tersebut bisa menjadi orang yang peduli, bermoral dan dapat berpikir bijak? Kita semua berharap kehidupan kita berubah menjadi lebih baik. Kita semua berharap kehidupan yang tenang, tentram, damai, sejahtera dan bahagia berkembang dalam diri manusia. Untuk mendapatkan semua itu kita harus berbenah diri. Banyak hal yang sudah kita lakukan, baik hal yang buruk maupun hal yang baik. Mari kita kembali kepada Ajaran Luhur Buddha. Guru Agung sudah menunjukkan jalan dan memberikan keteladanan pada kita semua untuk menggapai cita-cita tersebut. Semua berpulang pada diri kita masing-masing.

Banyak orang beranggapan sulit mempraktikkan agama karena harus berhadapan dengan banyak hal yang terkadang kita berhenti karena tantangan yang dihadapi sangatlah sulit. Ada beberapa faktor yang harus kita munculkan dalam kehidupan spiritual keagamaan kita. Faktor tersebut adalah keyakinan, kemauan, semangat, ketekunan, keuletan, kesabaran dan bisa berpikir bijak ketika harus dihadapkan dengan persoalan ketika berjuang. Faktor-faktor tersebut akan membantu diri kita mencapai kemenangan yang gemilang sehingga kualitas batin kita menjadi lebih baik dan kehidupan kita akan mengarah pada kehidupan yang tenang, tentram, damai, sejahtera, dan bahagia. Kalau kita bisa membimbing diri kita menjadi orang yang peduli, memiliki moralitas yang baik dan dapat berpikir bijak dalam kehidupan ini, maka kehidupan kita akan tertata dengan baik dan orang di sekitar kita pun juga merasakan dampak kebaikan itu bahkan semua makhluk. Majulah terus dalam usaha kita meraih kualitas hidup dan menjadikan diri kita menjadi manusia yang religius. Jangan ada kata mundur, sekalipun kita harus dihadapkan dengan tantangan yang tidak mudah.

Dibaca : 463 kali