x

Keindahan Batin

Candanaṁ tagaraṁ vāpi, uppalaṁ atha vassikī
Etesaṁ gandhajātānaṁ, sīlagandho anuttaro.

Harumnya kebajikan dapat mengalahkan harumnya kayu cendana,
bunga tagara, bunga teratai atau bunga melati.
(Dhammapada 55)

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan ini pada umumnya setiap orang menyukai akan keindahan, kebagusan, kecantikan, maupun ketampanan. Seperti saat menyambut tahun baru Imlek, di mana-mana terpasang hiasan-hiasan yang menarik, mengenakan baju-baju yang baru sehingga semakin indah atau menarik untuk dilihat berbeda dengan biasanya. Jadi keindahan ini memang dambaan setiap orang pada umumnya. Dalam menganalisa keindahan-keindahan ini umumnya setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda.

Keindahan ini dapat digolongkan menjadi empat macam: (1) keindahan perhiasan, (2) keindahan jasmani, (3) keindahan perilaku, (4) keindahan batin.
1.    Keindahan perhiasan
Keindahan yang ditimbulkan karena pemberian hiasan-hiasan sehingga tampak menarik, seperti seorang artis yang menjadi menarik karena mengenakan pakaian tertentu dengan corak warna tertentu, dengan model tertentu. Keindahan perhiasan ini memang bagus tetapi tidak dapat bertahan lama karena dalam waktu sekejap sudah ketinggalan modelnya. Ini bersifat di luar saja, sering menimbulkan ketidakpuasan.
2.    Keindahan jasmani
Keindahan karena memiliki penampilan fisik yang menawan dan enak untuk dipandang, ini sama dengan keindahan perhiasan, tidak dapat bertahan lama dan juga tidak menjadi jaminan bahwa indah secara jasmani menunjukkan bahwa dia adalah orang baik.
3.    Keindahan perilaku
Keindahan yang terbentuk karena memiliki perilaku yang baik, bicara yang baik, memiliki sopan santun. Seseorang yang memiliki perilaku yang baik akan menjadi menarik perhatian orang lain dan membuat orang lain lebih terikat. Tetapi perlu diingat bahwa terkadang keindahan perilaku ini disengaja dibuat-buat hanya ingin mendapat perhatian semata. Seperti ungkapan lain di hati, lain di mulut, artinya ucapannya baik tetapi niatnya jahat.
4.    Keindahan batin
Keindahan yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pikiran, atau niat-niat yang baik. Seperti mettā (cinta kasih) dan karuna (belas kasihan). Keindahan batin ini ada di dalam batin dan memiliki daya tarik yang tinggi. Oleh karena itu, selain memiliki indah dalam hal hiasan, jasmani, dan perilaku, yang lebih unggul adalah memiliki keindahan secara batin. Dalam menghias batin ini caranya adalah dengan mempraktikkan ajaran Sang Buddha. Karena dengan Dhammalah kita baru dapat menghias batin kita.

Dhamma yang Sang Buddha ajarkan dapat menjadi sarana untuk menghias batin, ada dua hal yang menjadikan batin kita menjadi indah dan lemah lembut yaitu dengan memiliki khanti (sabar) dan soracca (kerendahan hati) dalam keseharian kita.
1.    Khanti (sabar)
Kesabaran berarti sikap tahan terhadap penderitaan yang sedang dialaminya. Seseorang dapat menjadi sabar bukan karena ketika menghadapi kemudahan dalam hidup. Orang benar-benar terbentuk kesabarannya ketika mereka mampu menahan derita yang sedang dihadapinya. Siapa pun orang yang dapat memiliki kesabaran dalam dirinya, batinnya akan menjadi indah dan siapa pun yang berkumpul dengannya akan merasa nyaman. Karena, mereka yang sabar batinnya, batinnya menjadi teduh, tidak cepat marah, tidak mudah emosi karena terkendali batinnya.
2.    Soracca (kerendahan hati)
Kerendahan hati adalah sikap tenang dan tidak sombong terhadap apa yang mungkin mengganggu dirinya. Batin mereka yang rendah hati diliputi tanpa niat jahat, karena kerendahan hati ini dimiliki oleh seseorang yang telah memahami ketidakmanfaatan dari kesombongan. Ia yang memiliki keindahan batin, orang-orang yang ada di sekilingnya akan terkesan menjadi nyaman karena melihat kerendahan hati yang dimilikinya.

Kesabaran dan kerendahan hati inilah yang benar-benar akan menjadikan orang itu indah untuk dilihat selain itu, kesabaran dan kerendahan hati juga dapat meningkatkan pengendalian diri.

Oleh karena itu dalam kehidupan kita, seyogyanya kita memperindah diri kita bukan sekedar dengan mengenakan perhiasan atau juga menunjukkan keindahan fisik semata, tetapi akan lebih indah lagi dengan memperindah perilaku serta utamanya memperindah batin kita dengan memulai menjadikan kesabaran dan kerendahan hati sebagai sarana memperindah batin.

Dibaca : 1398 kali