x

Menyeberangi Banjir

Appakā te manussesu, ye janā pāragāmino
Athāyaṁ itarā pajā, tīramevānudhāvati

Di antara sekian banyaknya manusia, hanya sedikit manusia sampai ke pantai seberang. Sebagian besar manusia lainnya hilir mudik di pantai sini.
(Dhammapada 85)

    DOWNLOAD AUDIO

Manusia, binatang, dan tumbuhan memerlukan air untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Tanpa adanya air, tidak mungkin ada kehidupan manusia, tumbuhan, dan binatang. Seseorang dapat hidup selama seminggu tanpa makan kalau orang tersebut masih minum. Lapar masih bisa ditahan dibandingkan dengan kehausan. Dalam kehidupan ini kita tidak dapat dipisahkan dengan air. Dalam kehidupan sehari-hari, air kita gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, minum, dan lain sebagainya.
Air yang dikelola dengan baik dapat untuk mengairi sawah, sebagai pembangkit tenaga listrik yang banyak bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.

Di Indonesia ini, kita mengenal adanya musim hujan dan musim kemarau. Saat ini adalah musim hujan, walaupun hujannya sudah tidak datang setiap hari, tetapi hujan masih sering turun. Saat musim hujan tiba ada orang-orang tertentu yang menyambut dengan suka cita, sebaliknya ada juga yang menyambut datangnya musim hujan dengan hati was-was, cemas, dan khawatir.

Mengapa sebagian orang menyambut musim hujan dengan senang sedangkan di pihak lain menyambut datangnya musim hujan dengan was-was? Hal ini tidak lepas dari perbedaan kepentingan. Bagi orang-orang tertentu senang datangnya musim hujan karena mendapatkan keuntungan misalnya bisa menanam padi sehingga ada harapan untuk mendapatkan manfaat. Bagi sebagian orang yang menanti datangnya musim hujan dengan was-was karena rumah tempat tinggalnya menjadi daerah langganan banjir.

Di beberapa kabupaten, di Jawa Tengah selama bulan Januari 2008 bersamaan datangnya musim hujan, beberapa kabupaten terkena bencana banjir antara lain; Pati, Kudus, Blora, dan Solo. Banjir bukan hanya terjadi di Jawa Tengah saja, tetapi hampir merata terjadi di seluruh Indonesia. Banjir menimbulkan banyak kerugian, baik materi maupun non materi. Bahkan, gara-gara banjir banyak penerbangan yang terpaksa dibatalkan. Hal tersebut menimbulkan banyak kesengsaraan bagi para korban. Banjir memang sesungguhnya menimbulkan banyak masalah dan banyak penderitaan. Kalau sudah terkena banjir seringkali manusia yang katanya makhluk paling cerdas di antara semua makhluk selalu mencari kambing hitam, menyalahkan pihak lain tanpa mau untuk instropeksi diri. Kalau kita telaah lebih lanjut, sesungguhnya bencana banjir itu terjadi karena adanya banyak faktor misalnya saja penebangan hutan, pembangunan yang kurang memperhatikan keharmonisan dengan alam.

Banjir yang dipaparkan di atas adalah banjir yang terjadi di musim hujan, siapa saja tanpa pandang bulu dapat hanyut atau tenggelam, dan terendam air saat terjadi banjir. Di samping banjir yang terjadi karena fenomena alam, ada juga banjir yang lebih berbahaya yang dapat menenggelamkan siapa saja dan menyeret siapa saja menuju penderitaan. Banjir yang lebih membahayakan adalah banjir yang ada dalam diri kita. Dalam Saṁyutta Nikāya, Devatāsaṁyutta ada empat macam banjir yang menyebabkan para makhluk terendam di dalam lingkaran kehidupan dan menjadi penyebab penderitaan yang berulang-ulang. Empat macam banjir itu adalah;

1. Banjir indria (kāmogha), yaitu nafsu keinginan dan nafsu jasmani terhadap lima tali kenikmatan indria. Bentuk-bentuk kesenangan indria yang selalu dikejar-kejar itu antara lain adalah; bentuk-bentuk yang indah, mendengarkan suara yang merdu, makanan enak, bau yang harum, kulit yang halus dan lain sebagainya.

2. Banjir kehidupan (bhavogha), yaitu nafsu keinginan dan nafsu jasmani terhadap lingkup bentuk dan kehidupan tanpa bentuk serta kemelekatan pada tingkat-tingkat pencapaian jhāna. Padahal kita mengetahui bahwa semakin banyak kenginan, maka akan semakin besar pula kesedihan atau kekecewaan yang akan kita tanggung, semakin sedikit keinginan, maka kemungkinan bahagia semakin besar. Ada orang-orang tertentu ingin hidup terus karena dia berkecukupan, tidak kekurangan satu apapun, apa yang diinginkan bisa tercapai, sebaliknya ada yang menginginkan cepat mati karena hidupnya menderita. Di samping itu, ada juga orang-orang tertentu yang menginginkan terlahir di alam kehidupan tanpa bentuk yang dapat dicapai dengan meditasi sampai menguasai jhāna-jhāna/tingkat konsentrasi yang sudah sedemikian maju. Mengapa mereka ingin hidup di alam tanpa bentuk? Tidak lain karena menganggap alam tanpa bentuk sudah yang tertinggi tidak ada lagi yang lebih tinggi lagi.

3. Banjir pandangan salah (diṭṭhogha), banjir pandangan salah ini berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan mendatangkan manfaat tetapi tidak dilakukan, sedangkan hal yang seharusnya tidak dilakukan karena merugikan justru malah dilakukan. Sebagai contoh pandangan salah itu adalah, membunuh itu tidak berakibat apa-apa maka membunuh boleh saja. Kalau hal ini terjadi bukan hanya diri kita sendiri yang menderita, makhluk lain juga turut menanggung akibat dari apa yang telah kita kerjakan itu. Selain contoh di atas, banjir pandangan salah itu misalnya saja korupsi, karena korupsi dianggap wajar maka orang melakukan korupsi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa di Indonesia marak terjadi korupsi. Aparat hukum yang seharusnya menegakkan keadilan tidak jarang terlibat dalam tindak pidana korupsi, menerima suap seperti yang terjadi baru-baru ini yang banyak diberitakan di media koran, radio, dan televisi.

4. Banjir kebodohan (avijjogha), tidak memahami Empat Kebenaran Mulia. Tidak mengetahui dukkha, sumber dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha.

Empat macam banjir di atas bahayanya lebih tinggi dibandingkan dengan banjir air, hal ini disebabkan karena pikiran yang gelap dapat menghancurkan seseorang untuk berbuat segala sesuatu yang melanggar etika agama maupun etika hukum.

Untuk menyeberangi banjir diperlukan persiapan dan metode yang tepat. Tanpa persiapan alat dan metode yang tepat, maka bukan tidak mungkin seseorang akan tenggelam atau terseret arus banjir. Dalam Saṁyutta Nikāya, Devatāsaṁyutta, 1 (1) Menyeberangi Banjir; ada dua cara untuk menyeberangi banjir supaya selamat sampai tempat yang kita tuju, dua cara itu adalah: dengan cara tidak berhenti dan dengan tidak menegang saat menyeberangi banjir. Mengapa ketika menyeberangi banjir kita tidak boleh berhenti dan dengan tidak menegang? Alasannya adalah kalau dalam banjir kita berhenti atau tidak berusaha maka kita akan tenggelam, sebaliknya kalau tegang dan meronta-ronta maka kita akan terseret arus. Sesungguhnya dengan melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan itu kita tidak akan terseret atau tenggelam dalam banjir. Dengan melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan yang seringkali dikelompokan menjadi tiga aspek latihan yaitu sīla, samādhi, dan pa¤¤ā kita akan selamat sampai ke pantai seberang. Pantai seberang yang menjadi tujuan kita sebagai umat Buddha tidak lain adalah Nibbāna. Dengan dua cara inilah, seseorang akan selamat menyeberangi banjir. Atau dapat dikatakan untuk menyeberangi banjir hendaknya berusaha dengan semangat dan tidak tegang.

Sukses atau tidaknya seseorang mencapai pantai seberang atau menyeberangi banjir tergantung seberapa besar dan seberapa tekun seseorang berlatih dan berjuang. Semakin gigih, tekun, dan bersemangat, maka kemungkinan mencapai pantai seberang terbuka lebar. Sebaliknya, apabila semakin kendor dan malas seseorang berusaha, maka kemungkinan gagal terbuka lebar. Sukses atau gagalnya dalam menyeberangi banjir tergantung kita, maka dari itu kita harus berjuang sungguh-sungguh, karena tidak ada yang mustahil selama kita mau berusaha. Selamat berjuang menyeberangi banjir, semoga sukses mencapai pantai seberang.

Dibaca : 1157 kali
Tech Blog

hacklink nedir hacklin seo ve hacklinkin faydaları hacklink hacklink satış hacklink panel hacklink al hacklink seo evden eve nakliyat bmw yedek parça mercedes yedek parça seo nedir seo analiz googlede üst sıraya çıkmak gibi kesin sonuçlarla seo çalışmasında kaliteli hizmet veren hacklink adresi www.profseo.co dur.evden eve nakliyat böcek ilaçlama paykasa paykasa bozdurma aradığınız bütün kelimeler sadece burda. instagram takipçi hilesi bypass shell wso shell hacklink satış hacklink panel wso shell hacklink hacklink hacklink al hacklink seo nedir Google film izle porno porno izle porno seyret seks hikayeleri