x

Kebahagiaan Diri Sendiri Dan Kebahagiaan Orang Lain

Sukhakāmāni bhūtani – yo daṇḍena na hiṁ sati
Attano sukham esāno – pecca so labhate sukhan’ti

Barangsiapa mencari kebahagiaan bagi dirinya sendiri dengan tidak
menganiaya makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan,
maka setelah kematian ia akan memperoleh kebahagiaan.
[Dhammapada 132]

    DOWNLOAD AUDIO

Hidup bahagia adalah dambaan setiap makhluk yang ada di dunia ini. Tidak ada satu pun makhluk yang ingin menderita dalam hidupnya. Tetapi bagaimanakah kebahagiaan seorang individu manusia itu didapat atau diperoleh dalam aktivitas sehari-harinya di masyarakat? Mungkinkah seseorang hidup bahagia di tengah-tengah situasi ada banyak orang lain yang menderita, hiruk-pikuk, gaduh, kacau, dan tidak harmoni hidupnya?

Dalam kemungkinan-kemungkinan yang ada mengenai kehidupan manusia, tentu kita dapat mengetahui bahwa manusia itu secara nyata terdapat aneka ragam tipe yang tampak sangat bervariasi. Namun ada tipe-tipe manusia yang dapat kita pelajari secara umum atau secara garis besar dalam kehidupan bermasyarakat.

Tipe-tipe Manusia Secara Umum

Menurut Aṅguttara Nikāya IV.96 dalam Rāgavinaya Sutta, yang juga ada dalam Sikkha Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.99, dikatakan bahwa ada tipe pribadi orang tertentu (pertama) yang berbuat sesuatu untuk kebaikannya sendiri tetapi tidak untuk kebaikan orang lain. Ada tipe pribadi orang tertentu (kedua) yang berbuat sesuatu untuk kebaikan orang lain tetapi tidak untuk kebaikannya sendiri. Ada tipe pribadi orang tertentu (ketiga) yang tidak mau berbuat sesuatu untuk kebaikannya sendiri juga tidak berbuat untuk kebaikan orang lain. Ada tipe seorang individu tertentu (keempat) yang mau berbuat sesuatu untuk kebaikannya sendiri juga berbuat untuk kebaikan orang lain. (AN IV.96, AN IV.99).

Tanpa Berbuat Tidak Menerima Hasil

Apapun perbuatan yang dilakukan, tentu seperti itulah hasil yang akan diperoleh. Jika tidak berbuat sesuatu apapun, tentu hasilnya pun tidak akan ada. Kalau ada orang yang tidak mau berbuat baik, tentu dia tidak akan memperoleh kebahagiaan. Atau kalau dia ingin memperoleh kebahagiaan, tentu dia harus berbuat apapun yang bisa mendatangkan kebahagiaan itu sendiri. Jika dia tidak berbuat apa-apa, tentu tidak mungkin kebahagiaan itu diperoleh. Kalau orang tertentu tidak mau berbuat salah (jahat), tentu dia tidak akan mendapatkan penderitaan.

Dalam Rāgavinaya Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.96 dikatakan, ‘Ada tipe pribadi orang tertentu yang tidak mau berbuat sesuatu untuk kebaikannya sendiri juga tidak berbuat untuk kebaikan orang lain. Ada tipe seorang individu tertentu yang tidak mengendalikan nafsu raga dalam dirinya sendiri juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia tidak mengendalikan kebencian dalam dirinya sendiri juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia tidak mencermati kebodohan batin dalam dirinya sendiri juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.’

Sikkha Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.99 menceritakan bahwa ada seorang individu tertentu yang tidak menghindari pembunuhan makhluk hidup juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari penyelewengan seksual juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengucapan kata-kata bohong juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengkonsumsian minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran juga tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Kebaikan Untuk Diri Sendiri Saja

Dalam Rāgavinaya Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.96 dikatakan ada tipe seorang individu tertentu yang mengendalikan nafsu raga dalam dirinya sendiri tetapi dia tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Ada tipe seorang individu tertentu yang mengendalikan kebencian dalam dirinya sendiri tetapi dia tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Ada tipe seorang individu tertentu yang mencermati kebodohan batin dalam dirinya sendiri tetapi dia tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Sikkha Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.99 menceritakan bahwa ada seorang individu tertentu yang menghindari pembunuhan makhluk hidup tetapi ia tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan tetapi tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari penyelewengan seksual tetapi tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengucapan kata-kata bohong tetapi tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengkonsumsian minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran tetapi tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Kebaikan Untuk Orang Lain Saja

Dalam Rāgavinaya Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.96 dikatakan ada tipe seorang individu tertentu yang tidak mengendalikan nafsu raga dalam dirinya sendiri tetapi dia mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia tidak mengendalikan kebencian dalam dirinya sendiri tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia tidak mencermati kebodohan batin dalam dirinya sendiri tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Sikkha Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.99 menceritakan bahwa ada seorang individu tertentu yang tidak menghindari pembunuhan makhluk hidup tetapi ia mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari penyelewengan seksual tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengucapan kata-kata bohong tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menghindari pengkonsumsian minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran tetapi mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Dari Kebaikan Timbul Kebahagiaan Bersama

Pribadi orang tertentu yang mau berbuat sesuatu untuk kebaikannya sendiri juga berbuat untuk kebaikan orang lain. Ada tipe seorang individu tertentu yang mengendalikan nafsu raga dalam dirinya sendiri juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia mengendalikan kebencian dalam dirinya sendiri juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia mencermati kebodohan batin dalam dirinya sendiri juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Sikkha Sutta, Aṅguttara Nikāya IV.99 menceritakan bahwa ada seorang individu tertentu yang menghindari pembunuhan makhluk hidup juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari penyelewengan seksual juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengucapan kata-kata bohong juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu. Dia sendiri menghindari pengkonsumsian minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran juga mendorong orang lain untuk melakukan hal itu.

Seperti perumpamaan yang sangat populer menyatakan jika kita menanam jagung, tentu kita akan memetik jagung dan bukan memetik padi. Kalau kita berharap memetik dan menikmati jagung, tetapi kita sama sekali tidak menanam terlebih dahulu tentu saja kita tidak akan memperoleh jagung untuk dinikmati. Kalau seperti zaman sekarang ternyata ada yang serba instan bisa beli jagung yang terjual di pasar atau di supermarket, tentu kita harus memiliki uang terlebih dahulu yang kita dapatkan dengan bekerja keras juga. Artinya, kita tetap harus berjuang dan berusaha untuk bekerja supaya mendapatkan hasil yang kita harapkan.

Dengan demikian, perjuangan baik dan benar tentu bagi si pelaku akan memperoleh kebahagiaan. Dan bukan dengan mencari atau mengejar kebahagiaan tetapi kebahagiaan itu sendiri semakin tak dapat diraih. Sesuai dengan Dhammapada 132 tersebut di atas, kebahagiaan dicari tetapi dengan menganiaya orang lain, tentu penderitaan malah yang bisa datang. Bukankah begitu? Oleh karena itu berbahagialah kita yang bisa melakukan kebajikan terhadap orang lain untuk kebahagiaan semua makhluk.

Sumber: http://www.accesstoinsight.org/canon/sutta

Dibaca : 3834 kali