x

Membina Persahabatan Yang Baik

Na bhaje pāpake mitte, na bhaje purisadhame
Bhajetha mitte kalāyane, bhajetha purisuttame

Jangan bergaul dengan orang jahat, jangan bergaul dengan orang berbudi rendah; tetapi bergaullah dengan sahabat yang baik, bergaullah dengan orang yang berbudi luhur.
(Dhammapada, 78)

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan masyarakat, setiap orang tentu memiliki sahabat, baik sahabat biasa maupun sahabat sejati. Oleh karena itu, pada saat kita bergaul dengan seseorang, hendaknya kita mampu memahami sifat-sifatnya sebelum menjadi sahabat, jangan langsung percaya begitu saja dan menilainya sebagai orang baik, apalagi sebagai sahabat sejati. Mencari sahabat memang tidak mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Jadi, dalam mencari sahabat diperlukan perjuangan, ketelitian, kesabaran, agar di kemudian hari kita tidak menyesal.
Mengapa kita harus memiliki sahabat yang baik? Bila kita mempunyai sahabat, kita tidak akan kesepian apalagi di saat kita sedang kesusahan. Jika kita mempunyai banyak permasalahan atau pekerjaan yang belum terselesaikan, maka teman kita akan datang membantu. Dengan demikian, stress dan kebingungan dapat dicegah atau diatasi. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh apabila kita mempunyai sahabat. Coba bayangkan, jika kita tidak memiliki sahabat, maka kita akan hidup sendiri dalam kesepian. Hidup pun terasa tidak bahagia, bahkan bisa menjadi orang kuper (kurang pergaulan). Oleh karena itu, setiap orang haruslah mempunyai sahabat yang baik. Apabila kita sudah mempunyai sahabat yang baik, maka kita harus menjaganya jangan sampai hilang.

Sang Buddha bersabda, ”Orang seharusnya bergaul hanya dengan yang baik, dengan yang baik orang seharusnya membangun kedekatan, setelah mempelajari Dhamma sejati tentang yang baik, orang semua terbebas dari penderitaan” (Saṁyutta Nikāya). Kalimat tersebut jelas menjelaskan bahwa kita sebaiknya bergaul dan bersahabat dengan orang yang baik. Orang yang baik tentu saja akan mengarahkan kita ke arah yang benar. Misalnya, ketika kita melakukan perbuatan yang salah, ia akan menasehati kita sehingga terhindar dari kesalahan, di samping itu dapat mengubah perilaku kita yang tadinya kurang baik menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, kita tidak akan salah jalan sehingga perbuatan kita semakin hari semakin bertambah baik dan akhirnya akan muncul kebijaksanaan. Ada peribahasa mengatakan apabila kita bermain dengan api, maka kita akan terbakar, dan apabila kita bermain dengan air, maka kita akan basah. Peribahasa ini mengibaratkan bahwa apabila kita bersahabat dengan orang jahat, kita pun akan menjadi orang jahat yang akan membakar diri kita sendiri dan menimbulkan penderitaan. Tetapi jika kita bergaul dengan orang baik atau sahabat yang baik, maka kita akan menjadi orang yang baik.

Mulai sekarang hindarilah bergaul dengan orang jahat. Bergaul dengan orang jahat, bukannya menjadi teman malah akan menjadi lawan. Orang jahat akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah, yang mengakibatkan kita jatuh ke dalam jurang penderitaan. Jika kita sudah tahu dan mengerti tentang hal ini, maka carilah sahabat yang baik sekarang juga.

Dalam Sigalovāda Sutta, Dīgha Nikāya, dijelaskan bahwa ada empat sahabat yang baik, yaitu:

1. Sahabat penolong

Sahabat penolong adalah sahabat yang menjaga kita ketika kita dalam keadaan lengah. Ia mengerjakan sesuatu, ia akan membantu dengan bekal dua kali lipat dari apa yang kita butuhkan.

2. Sahabat di waktu senang dan susah

Sahabat di waktu senang dan susah adalah sahabat yang menceritakan rahasianya dan ia merahasiakan rahasia temannya. Di waktu senang ia juga berkumpul dan ikut bahagia, menikmati kebahagiaan yang ia peroleh. Jika temannya mengalami kesusahan, ia juga berkumpul dan tidak meninggalkan temannya yang sedang menderita kesusahan, ia selalu menghiburnya dan ia juga rela mengorbankan hidupnya demi sahabatnya tanpa mengharapkan imbalan apapun.

3. Sahabat yang suka memberi nasehat baik

Sahabat yang suka memberi nasehat baik adalah sahabat yang mencegah kita melakukan perbuatan buruk, selalu menganjurkan kita berbuat baik dan mendorong kita untuk selalu berada di jalan yang benar, memberitahukan apa yang belum pernah didengar, menunjukkan jalan ke surga.

4. Sahabat yang selalu memperhatikan keadaan kita

Sahabat yang selalu memperhatikan keadaan kita adalah sahabat yang tidak akan bergembira bila kita sedang menderita, tetapi ia akan menemani dan menghibur serta memberikan jalan agar kita bahagia. Ia akan merasa senang bila melihat keberhasilan kita dan mencegah orang-orang yang menjelek-jelekkan kita serta menyetujui setiap orang yang memuji kita.

Inilah empat sahabat yang baik, yang perlu kita cari dan kita jadikan sebagai sahabat sejati. Kalau kita sudah memiliki persahabatan yang baik, hendaknya kita selalu menjaga hubungan yang baik dengan sahabat kita, sebab jika tidak dijaga dengan baik bisa saja berubah menjadi musuh. Hal ini sering terjadi dalam kehidupan nyata. Dikisahkan ada seorang yang sangat baik dengan sahabatnya, ia selalu kumpul bersama. Apabila ia ingin pergi selalu berduaan dengan sahabatnya ke manapun juga. Namun sayang sekali persahabatan yang ia jalankan tidak berlangsung lama, hal ini disebabkan karena adanya masalah yang sulit untuk diselesaikan. Akhirnya hubungan persahabatan yang semula baik menjadi putus, bahkan berubah menjadi musuh. Itulah yang terjadi apabila kita tidak menjaga persahabatan ini dengan baik. Lalu bagaimana untuk membina persahabatan yang sudah baik ini agar nantinya persahabatan ini tetap berjalan dengan baik 
selamanya? Ada beberapa cara yang harus kita lakukan agar persahabatan ini dapat berjalan baik, yaitu:

1. Sering berkomunikasi dengan teman seperti lewat telepon, pertemuan, datang ke rumah, bisa juga dengan mengadakan reuni di tempat yang telah ditentukan;

2. Saling terbuka dan menjaga rahasia teman;

3. Menjaga ucapan dengan baik; dan

4. Bila mendengar berita buruk dari orang lain, ia harus mencegahnya dengan pengertian dan katakata yang baik, dan janganlah mudah percaya terhadap kabar atau desas-desus yang disampaikan oleh orang lain, sebaiknya kita mendiskusikannya bersama teman kita dengan penuh persahabatan yang dilandasi dengan kebijaksanaan.

Dengan melaksanakan empat cara ini, niscaya persahabatan kita dapat terbina dengan baik selamanya tanpa adanya permusuhan, sehingga persahabatan kita ini bagaikan sebuah keluarga yang harmonis, damai, tenang, tentram, dan bahagia. Maka dari itu, kita harus menjaga persahabatan kita dengan baik, agar jangan sampai persahabatan kita menjadi rusak, retak, atau sebaliknya menjadi musuh.

Sumber: Sigalovāda Sutta, Dīgha Nikāya.

Dibaca : 8976 kali