x

HUT Ke-23 SIMA

Yaṁ kiñci sithilaṁ kammaṁ, saṅkiliṭṭhañca yaṁ vataṁ
Saṅkassaraṁ brahmacariyaṁ, na taṁ hoti mahapphalaṁ’ti

Bila suatu pekerjaan dikerjakan seenaknya,
bila suatu tekad tidak dijalankan dengan selayaknya, dan bila kehidupan luhur tidak dijalankan dengan sepenuh hati, maka tidak ada buah hasil yang besar.
(Dhammapada 312)

    DOWNLOAD AUDIO

Pada suatu kesempatan Yang Ariya. Ananda bertanya kepada Buddha, ”Sang Bhagava, mengapa ada orang yang berusaha dengan keras, mengerjakan suatu pekerjaan, tetapi hasilnya tidak ada, tetapi ada pula yang mendapatkan hasilnya separuh saja. Di samping itu, ada pula yang mendapatkan hasilnya sesuai dengan usahanya, bahkan ada yang melebihi dari yang diharap.”

Kemudian Guru Agung Buddha Gotama menjelaskan sebagai berikut, ”Ananda, orang yang berusaha dengan keras mengerjakan suatu usaha hanya tidak dapat hasil atau hanya mendapat separuh saja karena pada kehidupan yang lampau ia bertekad di hadapan orang suci akan berbuat kebajikan bila usahanya berhasil.

Tetapi ketika usahanya itu telah dilaksanakan dan berhasil, ia lupa akan janjinya dan tidak melaksanakan kebajikan atau hanya menepati janjinya setengah saja. Sedangkan mereka yang mendapatkan sesuai dengan harapan bahkan bisa melebihi dari harapannya, dalam kehidupannya yang lalu setelah berhasil berusaha, ia melakukan kebajikan sesuai janjinya atau ia membuat kebajikan melebihi yang dijanjikannya.”

Oleh karena itu, sebagai umat Buddha kalau kita sudah bertekad melaksanakan kebajikan hendaknya kita lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan dikurangi, sebab hasilnya sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat.

Dalam proses kehidupan yang panjang ini, Dhamma mengingatkan kita bahwa banyak bahaya akibat kelalaian kita untuk melaksanakan Dhamma dengan benar.

Ada delapan kondisi alam kehidupan yang tidak menguntungkan, di mana seseorang bisa mengalami kelahiran di alam tersebut. Tetapi hanya ada 1 kondisi alam yang menguntungkan.

Delapan kondisi itu adalah:

1. Bila seseorang sifat kejam muncul di alam neraka (niraya);

2. Bila seseorang sifat gelap batin muncul di alam binatang (tiracchana);

3. Bila seseorang sangat serakah muncul di alam peta;

4. Bila seseorang meninggal ketika mencapai jhana dengan obyek kosong (akasa) muncul di alam brahma yang tidak mempunyai kesadaran;

5. Bila seseorang lahir di alam manusia dengan memiliki cacat batin (idiot);

6. Bila seseorang lahir di alam manusia dengan memiliki pandangan salah;

7. Bila seseorang lahir di alam manusia, tetapi ajaran kabenaran/Dhamma tidak ada;

8. Bila seseorang terlahir di alam manusia, pada waktu tidak muncul Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Sammāsambuddha.

Sedangkan satu kondisi yang menguntungkan adalah ketika lahir sebagai manusia bisa bertemu dengan Sammāsambuddha atau bisa mendapatkan ajaran dari Sammāsambuddha, yang disebut Buddha Uppadonavamakkhana. Jadi, kita umat Buddha sekarang ini adalah orang-orang yang sangat beruntung dan mendapatkan ”Kesempatan Emas” bisa menjadi umat Buddha.

Maka tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan Dhamma dengan sungguh-sungguh, agar usia kehidupan kita jangan jadi sia-sia. Karena kondisi alam yang tidak menguntungkan menunggu kedatangan kita, bilamana kita lalai melaksanakan Dhamma.

Sang Buddha bersabda: ”Vaya dhammā saṅkhārā, appamādena sampādetha”, penghidupan tidak kekal, berjuanglah dengan sungguh-sungguh mencapai cita-cita luhur.

Dibaca : 2318 kali