x

Berbuat Baik

Abhittaretha kalyāṇe, pāpā cittaṁ nivāraye.
Dandhaṁ hi karoto puññaṁ, pāpasmiṁ ramati mano.

Bergegaslah melakukan perbuatan baik, dan bersihkan batin dari kejahatan.
Seseorang yang lambat dalam melakukan perbuatan baik,
batinnya akan bergembira di dalam kejahatan.
(Dhammapada, IX:1)

    DOWNLOAD AUDIO

Kesenangan indriawi ternyata banyak disukai oleh sebagian besar umat manusia. Meskipun kesenangan ini sifatnya hanya sementara, tetapi daya tariknya sangat kuat sekali. Sebagai manusia yang masih awam, adalah wajar menginginkan kesenangan-kesenangan indriawi, seperti kekayaan, nama baik, dan keinginan terlahir di alam bahagia. Namun, masih banyak orang menginginkan kehidupan yang baik, tetapi tidak melakukan sebab yang baik.

Akibat Baik Berawal dari Perbuatan Baik

Kehidupan baik bersumber dari sebab yang baik pula. Tanpa adanya sebab yang baik kita tidak akan bisa mendapatkan kehidupan baik, seperti yang kita inginkan. Sebab tersebut adalah perbuatan kita sendiri, karena sesuai dengan benih yang ditabur, begitulah buah yang akan dipetik. Pelaku kebajikan akan memetik kebahagiaan. Sedangkan pelaku kejahatan akan memetik penderitaan (Saṁyutta Nikāya; i: 227). Bagaimana kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik, kalau tidak pernah melakukan perbuatan baik? Bahkan seringkali terdengar komentar ketika seseorang diajak berbuat baik, misalnya diajak berdana atau mempraktikkan aṭṭhasīla (delapan sila) tiap hari uposatha atau puja bakti ke vihāra, dia mengatakan, ”Belum waktunya.” Apakah berbuat baik itu sulit? Apakah berbuat baik harus menunggu waktu?

Ada sepuluh macam perbuatan baik yang apabila dilakukan akan mengakibatkan seseorang mendapatkan kehidupan yang baik, bahkan terlahir di alam-alam yang baik. Sepuluh perbuatan baik itu adalah:

1. Dāna; memberi yang bersifat materi maupun non materi. Pemberian ini akan mengakibatkan seseorang memiliki kekayaan.

2. Sīla; moralitas. Moralitas adalah pengendalian ucapan dan tingkah laku. Kemoralan yang paling dasar adalah dengan menghindari pembunuhan makhluk hidup, pencurian, selingkuh, berbohong, dan mabuk-mabukan.

3. Bhāvanā; pengembangan batin atau meditasi.

4. Apacāyana; menghormati mereka yang lebih tinggi dari kita; dari segi usia, moralitas, integritas, kebijaksanaan, kebajikan, dan lain-lain.

5. Veyyāvacca; melayani, menolong, membantu melakukan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang lain.

6. Pattidāna; membagi jasa baik atau kebajikan dengan makhluk lain, khususnya kepada makhluk-makhluk di alam menderita yang memiliki hubungan kamma dengan kita.

7. Pattānumodana; bergembira atas kebajikan yang telah dilakukan orang lain.

8. Dhammassavana; mendengarkan Dhamma. Mendengarkan Dhamma adalah perbuatan baik. Karena itu, pada saat mendengarkan Dhammadesanā, hendaknya dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh.

9. Dhammadesanā; membabarkan Dhamma yang merupakan Ajaran dari Sang Buddha.

10. Diṭṭhijjukamma; meluruskan pandangan hidup. Hal ini adalah berkenaan dengan cara pandang kita, yang semula tidak mengakui adanya akibat dari perbuatan baik dan buruk, kemudian menjadi sadar tentang akibat perbuatan baik dan buruk, dan sebagainya.

Dīgha Nikāya Aṭṭhakathā, III : 999

Saat yang Tepat

Ada sebagian orang yang menunggu waktu tertentu untuk melakukan perbuatan baik. Tentu hal ini dilakukan atas beberapa dasar, pertimbangan atau alasan. Namun, kita harus sadar bahwa pikiran kita setiap saat bisa berubah. Sekarang kita punya rencana untuk berbuat baik pada esok hari, tetapi belum tentu besok kita masih bisa melakukan perbuatan tersebut. Kapan saat yang tepat untuk melakukan perbuatan baik? Ada lima saat yang tepat untuk bekerja, berusaha, atau berbuat baik.

Pertama, saat seseorang masih muda, memiliki kesegaran orang muda dan berada dalam kondisi prima. Inilah saat yang tepat untuk berbuat baik. Ketika usia seseorang sudah tua, banyak yang baru bergegas berbuat baik. Sesungguhnya banyak sekali hambatan-hambatan yang muncul pada saat seseorang sudah tua, baru berusaha, berjuang, berbuat baik. Sedangkan masa muda adalah masa yang paling membanggakan karena pada saat seseorang masih muda dia bisa melakukan kebajikan dengan didukung oleh tenaganya yang masih prima.

Kedua, saat seseorang masih sehat. Inilah saat yang tepat untuk berbuat baik. Meskipun seseorang masih muda, tetapi kalau kondisi fisiknya tidak sehat, maka hal ini akan menjadi hambatan bagi seseorang untuk berbuat baik. Karena itu, kesehatan merupakan keuntungan yang paling tinggi. Dengan tubuh yang sehat seseorang bias lebih banyak berbuat baik.

Ketiga, apabila tidak ada kelaparan dan makanan cukup tersedia, mudah mendapatkannya, dan dapat hidup cukup dengan penghasilan. Inilah saat yang tepat untuk berbuat baik. Kelaparan adalah salah satu penderitaan dalam hidup ini. Pada saat kita tidak menderita kelaparan, kita bias berpikir untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Keempat, apabila seseorang hidup rukun, harmonis dengan teman-temannya. Inilah saat yang tepat untuk berbuat baik. Memiliki teman-teman yang baik adalah sarana untuk meningkatkan usaha-usaha baik, karena kita tidak akan merasa takut, cemas, khawatir yang mungkin ditimbulkan oleh orang-orang di sekitar kita sehingga kita bias melakukannya dengan tenang. Kelima, apabila para bhikkhu hidup rukun dan dapat mengarahkan ke jalan yang benar sehingga dapat memantapkan keyakinannya. Inilah saat yang tepat untuk berbuat baik. Adanya para bhikkhu yang mampu mengarahkan seseorang ke arah yang benar akan dapat menambah keyakinan seseorang untuk lebih banyak berjuang ataupun berbuat baik. (Aṅguttara Nikāya, iii : 65)

Banyak sekali perbuatan baik yang dapat kita lakukan agar kehidupan kita sekarang ini menjadi lebih baik. Jangan menunda kesempatan yang telah ada saat ini untuk melakukan kebajikan karena kesempatan itu tidak akan datang lagi. Kalau kita mengatakan belum waktunya, belum waktunya untuk berbuat baik, artinya waktu tersebut telah kita sia-siakan dan berlalu begitu saja. Bergegaslah melakukan perbuatan baik, dan bersihkan batin dari kejahatan. Seseorang yang lambat dalam melakukan perbuatan baik, batinnya akan bergembira di dalam kejahatan. (Dhammapada, IX : 1)

Mari kita gunakan kehidupan yang singkat sebagai manusia ini untuk menambah kebajikan setiap saat karena waktu akan terus berlalu tanpa kita sadari dan waktu yang baik adalah apabila kita bias menggunakan waktu tersebut untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi kita maupun makhluk lain.

Dibaca : 3978 kali
Tech Blog

hacklink nedir hacklin seo ve hacklinkin faydaları hacklink hacklink satış hacklink panel hacklink al hacklink seo evden eve nakliyat bmw yedek parça mercedes yedek parça seo nedir seo analiz googlede üst sıraya çıkmak gibi kesin sonuçlarla seo çalışmasında kaliteli hizmet veren hacklink adresi www.profseo.co dur.evden eve nakliyat böcek ilaçlama paykasa paykasa bozdurma aradığınız bütün kelimeler sadece burda. instagram takipçi hilesi bypass shell wso shell hacklink satış hacklink panel wso shell hacklink hacklink hacklink al hacklink seo nedir Google film izle porno porno izle porno seyret seks hikayeleri