x

Kekuatan Dari Kebajikan

Kalyāṇakārī kalyāṇaṁ, pāpakārī ca pāpakaṁ

Perbuatan baik membuahkan kebaikan, perbuatan jahat mengakibatkan kejahatan.

[Pepatah Buddhis]

    DOWNLOAD AUDIO

Setiap perbuatan yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari pasti akan memberikan hasil (vipaka), karena setiap perbuatan baik dan buruk memiliki potensi yang sama pula. Tidak heran dan tidak membuat kita bingung bahwa agama apapun yang pernah seseorang yakini akan sangat lumrah mengatakan bahwa setiap agama  akan mengajarkan tentang kebajikan (puñña). Perbuatan baik akan menjadi motivasi setiap orang untuk melakukan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Tidak seorangpun agamanya mengajarkan umatnya untuk berbuat sesuatu hal yang negatif.
Akankah kita berpikir bahwa, kekuatan kebajikan akan mampu memberikan potensi yang baik, mampu membina kualitas mental menuju pengembangan karakter/watak kebiasaan yang baik. Salah satu tokoh besar spiritual Buddhis adalah Buddha Gotama, yang mengajarkan betapa pentingnya “KEBAJIKAN” yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Yang perlu kita ketahui bahwa kekuatan kabajikan yang dimiliki seseorang juga sama dengan kekuatan keburukan yang diperbuat pula. Potensi antara keburukan dan kebaikan sama-sama mempunyai kemampuan untuk menghasilkan hasil (vipaka) sesuai dengan apa yang telah dilakukan baik melalui pikiran (mano), ucapan (vaci), dan tindakan jasmani (kaya). Namun, yang terpenting dalam membuat diri kita menjadi baik dan mentalitas kita berkualitas adalah mengembangkan “KEBAJIKAN”.
Secara Dhamma, Kekuatan kebajikan akan mampu melenyapkan kegelapan batin. Manusia yang belum mencapai arahat adalah manusia yang masih diliputi oleh gelapnya batin. Gelapnya batin akibatnya karena tidak mampu mengendalikan diri dari cengkraman lobha, dosa, dan moha. Ketamakan, ketidaksenangan, dan kebodohan batin adalah akar daripada akusala kamma (sifat yang buruk/jelek). Pada dasarnya, selama perbuatan baik itu kita lakukan, maka selama itu pula tidak ada kondisi perbuatan buruk yang muncul. Perbuatan yang buruk itu muncul karena kita selalu lengah dan kurang adanya kewaspadaan di dalam diri. Dalam Dhammapada Appamada Vagga-kewaspadaan;
“Kewaspadaan adalah jalan menuju kekekalan;
Kelengahan adalah jalan menuju kematian.
Orang yang waspada tidak akan mati;
Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati”.
Di samping itu pula, kekuatan dari kebajikan akan selalu berkembang dan memberikan kemudahan dalam setiap apa yang telah kita lakukan jika ada kondisi yang sangat baik sebagai pendukungnya. Ada empat macam kondisi yang menguntungkan, yang mendukung kebajikan (puñña) membuahkan hasil dan merintangi karma buruk membuahkan hasil.
1.    Gati sampatti-memperoleh kehidupan yang baik, bahagia
Kehidupan manusia dan kehidupan di alam dewa adalah kehidupan yang baik dan membahagiakan. Dalam kehidupan-kehidupan ini karma bermoral didukung membuahkan hasil, sedangkan karma tak-bermoral tidak mendukung membuahkan hasil. Binatang, setan, raksasa dan penghuni neraka dikatakan mempunyai kehidupan yang buruk atau sengsara.
Dibandingkan dengan binatang, manusia bisa hidup lebih bahagia. Setan dan raksasa harus hidup lebih sengsara.  Jadi, sungguh berbahagia bagi mereka yang terlahir di alam manusia, yang mempunyai kesempatan waktu yang banyak untuk melakukan sesuatu hal yang postif.
2.    Upadhi sampatti-memperoleh wajah yang baik dan cantik
Manusia yang mempunyai wajah yang baik dan cantik menikmati perlakukan istimewa yang lebih besar dari mereka dengan wajah yang tidak bagus atau buruk. Orang pada umumnya memberikan penghargaan yang tinggi pada orang yang tampan dan cantik, mengagumi dan menghormati mereka, dan berharap bisa berteman dengan mereka. Orang yang biasanya mempunyai penghormatan  yang rendah pada yang buruk atau orang yang rusak badannya dan tidak berharap berteman dengan mereka. Susungguhnya adalah keuntungan besar bagi mereka yang mempunyai wajah yang cantik ataupun.
3.    Kāla sampatti-bertemu waktu atau kesempatan yang menguntungkan
Bertemu waktu dan kesempatan yang mendukung juga sangat penting. Ketika seluruh negeri damai dan ekonomi bertumbuh baik dengan kesempatan baik untuk membuka bisnis, orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, dan menikmati pendapatan yang baik dan hidup yang damai. Saat itulah karma baik mendukung membuahkan hasil. Jika, di lain pihak, negeri tidak damai atau sedang perang atau terjadi depresi ekonomi, orang kehilangan pekerjaan, bisnis gagal, orang harus meninggalkan rumahnya dan hidup sengsara. Saat itulah karma buruk medukung membuahkan hasil.
4.    Payoga vippati-dikaruniai dengan usaha kepintaran dan kebijaksanaan
Dikaruniai dengan usaha kepintaran dan kebijaksanaan atau tidak, sebagian besar tergantung pada diri orang itu sendiri. Kita harus mau dengan rela berkorban dan bekerja keras, rajin, dan mendapatkan pengetahuan karena usaha dan pengetahuan atau kebijaksanaan adalah kunci utama menuju sebuah kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Tanpa semua ini, hanya keterpurukan dalam kemiskinan akan melanda dirinya.
Sebagai kesimpulan bahwa, betapa pentingnya kebajikan dalam membuat kita hidup bahagia. Sebagai manusia, binatang, makhluk setan, asura, dan kehidupan di alam dewa, tidak ada yang menginginkan kehidupannya menderita. Jadi, kesempatan yang baik bagi seseorang yang sudah dilahirkan sebagai manusia. Lakukanlah yang terbaik saat ini sebelum kematian tiba karena kita tidak tahu kapan kematian menimpa kita, seperti sang Buddha sabdakan bahwa jivitaṁ aniyataṁ, maranaṁ niyataṁ (hidup ini tidak pasti, yang pasti adalah kematian).

Referensi:
1.    Kitab Suci Dhammapada
2.    Karma pencipta sesungguhnya, Dr. Mehm Tin Mon
3.    Pepatah Buddhis

Dibaca : 6744 kali