x

Jarangnya Kemunculan Seorang Buddha

Kiccho manussapaṭilābho, kicchaṁ maccāna jīvitaṁ
Kicchaṁ saddhammasavanaṁ, kiccho buddhānaṁ uppādo 
Sungguh sulit untuk dapat dilahirkan sebagai manusia, sungguh sulit kehidupan manusia, sungguh sulit untuk dapat mendengarkan Ajaran Benar, begitu pula, sungguh sulit munculnya seorang Buddha.
(Dhammapada 182)

    DOWNLOAD AUDIO

Ketika Anathapindika-seorang hartawan yang kelak menyumbangkan Vihara Jetavana, begitu mendengar kata “Buddha” dari saudara iparnya dalam suatu kunjungannya ke Rajagaha, ia berseru: ”Teman, jarang sekali mendengar kata ‘Buddha’, ‘Buddha’ di dunia ini.” Demikian juga dengan seorang guru brahmana yang bernama Sela, mendengar kata “Buddha” dari Keniya-petapa berambut kasar. Begitu ia mendengar kata “Buddha” ia berpikir, “Jarang sekali mendengar kata ‘Buddha’, ‘Buddha’ di dunia ini.” Tidak lama kemudian, ia bersama tiga ratus pengikutnya menjadi ehibhikkhu dan tujuh hari kemudian mereka mencapai tingkat kesucian Arahat.
Dari kutipan ini, sebenarnya sangatlah jarang dan sulit dapat mendengar kata ‘Buddha’, ‘Buddha’ dan lebih jarang lagi munculnya seorang Buddha.
Dalam sutta ke dua dari Ekapuggala Vagga, Ekanipata dari Aṅguttara Nikāya disebutkan “Bhikkhu, dalam dunia kemunculan satu makhluk adalah sangat jarang; Kemunculan makhluk apakah? Tathagata, yang layak menerima penghormatan tertinggi dan yang mengetahui Kebenaran dengan Pencerahan sempurna; Kemunculannya adalah sangat jarang terjadi.’ Tidak setiap kalpa muncul seorang Buddha. Ada puluhan, ratusan, ribuan bahkan sampai seratus ribu kalpa tidak muncul seorang Buddha. Untuk mencapai Pencerahan Sempurna, dibutuhkan waktu yang sangat lama sekali, waktu yang paling cepat/minimal untuk mencapai Pencerahan Sempurna yaitu empat asankheyya kalpa dan seratus ribu kalpa, ada juga yang delapan asankheyya kalpa dan seratus ribu kalpa, dan juga ada yang enam belas asankheyya kalpa dan seratus ribu kalpa.
Untuk mencapai Pencerahan Sempurna, hanya dapat dicapai jika seseorang memiliki delapan faktor berikut:
1.    Ia adalah manusia;
2.    Ia adalah laki-laki;
3.    Telah memenuhi semua kondisi seperti Kesempurnaan yang diperlukan untuk mencapai kesucian Arahat dalam kehidupan itu juga;
4.    Bertemu dengan Buddha hidup;
5.    Ia adalah petapa yang percaya akan hukum karma;
6.    Telah mencapai Jhana;
7.    Berusaha keras untuk mengembangkan Parami (Kesempurnaan) tanpa mempedulikan hidupnya; dan
8.    Keinginan baik yang sangat kuat untuk mencapai Kebuddhaan.
Hanya mereka yang memiliki delapan faktor ini yang dapat mencapai Pencerahan Sempurna. Oleh karena itu, jangankan menjadi Buddha, untuk mencapai delapan faktor ini saja sudah cukup sulit. Oleh karena itu, mengapa kemunculan seorang Buddha sangat jarang terjadi.    
Saat ini kita sudah bertemu dengan ajaran seorang Buddha, jangan sia-siakan kesempatan yang sangat baik ini, pergunakanlah kesempatan yang sangat baik ini untuk belajar dan mempraktikkan ajaran Buddha.

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā

Dibaca : 1339 kali