x

Banyak Macam Atau Cara Untuk Berbuat Kebajikan

Idha nandati pecca nandati, katapuñño ubhayattha nandati;
“Puññaṁ me kata’nti nandati, bhiyyo nandati suggatiṁ gato’ti.
Di dunia ini ia bahagia. Di dunia sana ia berbahagia. Pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu. Ia akan berbahagia ketika berpikir, “Aku telah berbuat bajik”, Dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia. (Dhammapada 18)

    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa


Pada umumnya setiap orang atau makhluk menginginkan kebahagiaan, kesenangan, kesejahteraan, kekayaan, umur yang panjang dan hal-hal lain yang menyenangkan. Tidak ada orang yang ingin menderita, miskin, kesusahan, dan hal-hal buruk lainnya.

Kesenangan atau kebahagiaan ini tidak bisa kita peroleh atau  dapatkan dengan cuma-cuma ataupun dengan meminta atau memohon ataupun dengan berdoa atau lewat sumpah, tetapi kesenangan atau kebahagiaan ini bisa kita peroleh dengan jalan berbuat kebajikan. Di dalam Aṅguttara Nikāya, Sang Buddha menjelaskan manfaat atau buah dari perbuatan bajik atau berjasa. Ada lima hal yang diingini, dicintai, dan disukai tetapi jarang diperoleh di dunia ini yang merupakan buah kebajikan. Apakah yang lima itu? Umur panjang, keelokan, kebahagiaan, kemasyhuran dan setelah meninggal terlahir di alam surga. Tetapi dari lima hal itu, Sang Buddha tidak mengajarkan kelimanya dapat dicapai lewat doa, permohonan, permintaan ataupun lewat sumpah. Seandainya saja orang dapat memperolehnya lewat doa, permohonan, permintaan atau sumpah, siapa yang tidak akan memperolehnya. Tetapi kelimanya itu bisa diperoleh dengan jalan berbuat kebajikan. Banyak cara atau jalan untuk berbuat kebajikan. Di antaranya adalah yang disebut dengan Dasapuññakiriyavatthu. Dasapuññakiriyavatthu artinya sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik atau baik. Sangat dianjurkan bagi kita untuk melaksanakan keseluruhannya. Sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik ini terdiri dari:
1. Dāna.
Dāna berarti beramal atau memberi atau menolong makhluk/ orang lain tanpa mengharapkan balasan dari mereka yang telah menerima dāna kita. Dāna dapat diberikan dalam bentuk materi atau barang dan non materi.
2. Sīla.
Sīla artinya hidup bersusila atau bermoral atau beretika. Untuk umat awam adalah lima sīla dalam keseharian atau delapan sīla pada hari-hari tertentu.
3. Bhāvanā.
Bhavana artinya mengembangkan batin atau pikiran ke arah yang lebih baik. Bhavana ini biasa disebut dengan samadhi atau meditasi.
4. Apacāyana.
Apacāyana artinya berendah hati dan menghormati mereka yang lebih tua dan yang patut dihormati.
5. Veyyāvacca.
Veyyāvacca artinya membantu dan bersemangat  di dalam melakukan hal-hal yang patut dilakukan.
6. Pattidāna.
Pattidāna artinya memberikan kesempatan pada orang lain untuk ikut menikmati hasil perbuatan baik kita. Pattidàna juga berarti melaksanakan perbuatan baik atas nama keluarga kita yang telah meninggal dengan harapan semoga mereka ikut berbahagia melihat kita berbuat kebajikan.
7. Pattānumodanā.
Pattānumodanā artinya menerima dan bergembira karena ikut menikmati hasil perbuatan baik orang lain, bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, tidak merasa iri hati.
8. Dhammasavana.
Dhammasavana artinya mempelajari dan sering mendengarkan Dhamma.
9. Dhammadesanā.
Dhammadesanā artinya memberikan khotbah Dhamma atau menyebarkan atau menerangkan Dhamma.
10. Diṭṭhujukamma.
Diṭṭhujukamma artinya membenarkan pengertian atau pandangan yang salah, berpandangan hidup yang benar.

Dengan banyak berbuat kebajikan, maka apapun yang kita inginkan dapat kita peroleh. Mari kita berlomba untuk banyak berbuat kebajikan.

Dibaca : 4650 kali