x

Hut Ke 29 Sīmā Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

Dānañca dhammacariyā ca, ñātakānañca saṅgaho, Etammaṅgalamuttamaṁ. 
Gemar berdana dan melakukan kebaikan, menyokong sanak saudara,
Akan memperoleh berkah utama.
(Maṅgala Sutta)

    DOWNLOAD AUDIO

Saat ini usia Sīmā di Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya genap 29 tahun. Kita tidak akan melupakan jasa orang yang telah berjuang merintis pem-bangunan Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya ini seperti Yang Mulia Bhante Sombat Pavitto, yang sekarang menjabat Chaokhun di Amerika Serikat, juga Yang Mulia Somdet Nyanasamvara yang telah meresmikan Sīmā ini pada tanggal 24 Agustus 1985. Beliau wafat dalam usia 100 tahun plus 21 hari, jenazah Beliau saat ini masih belum dikremasi.
Dengan menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka, semoga dapat  meningkatkan kinerja, serta semangat kita untuk menumbuhkembangkan apa yang telah diwarisinya. Untuk itulah sekarang Yayasan Jakarta Dhammacakka Jaya sedang mengawali pembangunan Gedung 10 lantai dan ruang parkir, yang berada di lantai dasar. Diharapkan nantinya dengan fasilitas ini penyebaran Buddhasasanā dapat ditingkatkan lebih meluas.

Inilah kesempatan bagi kita umat Buddha ikut serta mendukung pelestarian Dhamma yang tidak mudah didapat. Sabbadānaṁ dhammadānaṁ jināti, berdana Dhamma adalah kebajikan tertinggi. 

Kebajikan semacam ini manfaatnya sangat besar, kebahagiaan yang timbul akan bisa dilimpahkan kepada leluhur khususnya mereka yang terlahir di alam kurang menyenangkan, alam peta. Mereka dapat terbebas dan mengalami kelahiran kembali di alam sugati;  alam manusia atau alam dewa.

Jadi, kebajikan merupakan pelindung dan bekal kita manusia dalam mengarungi samsara, alam kehidupan, meningkatkan spiritual dan mencapai kebebasan total, Nibbāna. 

Agar sebagai umat Buddha memiliki kebajikan, maka Guru Agung Buddha mengajarkan Dhamma yang beliau sendiri sudah melaksanakan yaitu DĀNA, SῙLA, BHAVANĀ.

Kebajikan berdana akan menambah kesejahteraan ekonomi bilamana memiliki mata pencaharian yang benar dan aman. Sedangkan kebajikan sila atau kemoralan akan melindungi kita dari melakukan kamma buruk, dan bila dapat melatih bhavanā (meditasi) pikiran akan bisa diarahkan berpikir yang bijaksana.

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā, semoga semua makhluk  hidup berbahagia.

Dibaca : 2540 kali