x

Perencanaan Hidup

Acaritvā brahmacariyaṁ, aladdhā yobbane dhanaṁ
Jiṇṇakoñcā va jhāyanti, khīṇamacche va pallale
Mereka yang tidak menjalankan kehidupan serta tidak mengumpulkan bekal (kekayaan) selagi masih muda, akan merana seperti bangau yang berdiam di kolam yang tak ada ikannya.

(Dhammapada 155)

    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa

Tanpa terasa kita sudah di akhir tahun 2014 dan seminggu lagi kita sudah memasuki tahun 2015. Memang waktu jika dipikirkan akan terasa lama, namun jika dibiarkan waktu akan berlalu tanpa terasa. Setiap memasuki tahun baru, kita umumnya memiliki kalender yang baru dan semestinya juga punya harapan-harapan yang baru dalam mengisi waktu yang akan dilewati nantinya. Harapan-harapan ini harus dibangun dengan membuat perencanaan yang tepat agar waktu hidup memiliki manfaat.  

Orang pada umumnya tidak memperdulikan pentingnya perencanaan hidup dan hanya memilih melanjutkan apa yang dahulu telah dilakukan tanpa mau membuat perencanaan yang lebih baik lagi. Akibatnya mereka tidak pernah mempunyai target yang akan dicapai dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan, akhirnya mereka hanya membuang-buang waktu dan hasilnya tidak memuaskan, bahkan  mereka tidak mendapatkan apa yang menjadi harapannya.

Perencanaan hidup yang berhasil akan dapat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan hidup. Apabila perencanaan hidupnya tidak benar, maka  ada kemungkinan tujuan hidup atau target yang di-harapkan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membuat kembali perencanaan hidup. Bagi yang belum memiliki dan bagi yang sudah memiliki perencanaan hidup coba kembali mengevaluasi serta memperbaikinya agar perencanaan hidup benar-benar dapat tercapai.

Kesadaran Diri
Kesadaran diri akan membantu kita dalam menemukan atau memahami bagaimana dan seperti apa diri kita sendiri, agar dalam perencanaan hidup kita dapat berhasil sesuai target yang diharapkan. Menjadi penting di sini adalah memperhatikan serta menyadari tentang bagaimana cara kita berpikir dan apa saja yang harus dilakukan. 

Cara berpikir di sini bisa digambarkan seperti halnya alat untuk mengarahkan diri dalam mencapai tujuan dan membantu ketika ada jalan-jalan yang buntu. Sedangkan apa yang dilakukan merupakan cara untuk mengubah yang semula ide/gagasan dalam harapan menjadi suatu hal yang nyata. Dengan mengetahui dan mengenali diri sendiri akan lebih mudah dalam mencapai apa yang telah direncanakan.

Lakukan saat ini
Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang adalah milik kita, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah mengapa diperlukan perencanaan hidup agar saat ini dapat terealisasi dengan optimal. Seperti apa yang Sang Buddha sabdakan dalam Bhaddekaratta Sutta; “Ajjeva kiccamātappaṁ ko jañña maraṇaṁ suve”, artinya “Lakukan apa yang terbaik hari ini, siapa tahu kematian ada di esok hari”. Ini merupakan pesan Sang Buddha, agar para siswa-Nya giat dalam berusaha meraih apa yang telah direncanakan.

Dalam merealisasikan perencanaan hidup dalam Dhamma dikenal istilah Iddhipada meliputi: Canda, Viriya, Citta, Vimaṁsa.
1. Canda (kepuasan dan kegembiraan  dalam mengerjakan hal-hal yang sedang dikerjakan)
Untuk mewujudkan apa yang telah direncanakan perlu memiliki kepuasan dan kegembiraan, di sini menunjukkan adanya perasaan senang pada pekerjaan yang sedang dikerjakan, hal ini akan menjadi minat pada diri seseorang. Minat inilah yang menjadi pendorong awal dalam mewujudkan perencanaan.

Ada kalanya seseorang mempunyai kepuasan/kegembiraan hanya pada hasil akhirnya saja, mereka tidaklah memiliki kepuasan/ kegembiraan selama mengerjakan pekerjaannya itu. Akibatnya, mudah sekali muncul kekecewaan apabila mereka tidak memperoleh hasil yang diharapkannya. Oleh karena itu, sebenarnya kepuasan itu hendaknya dinikmati pada saat melakukan apa yang sedang kita kerjakan.

2. Viriya (usaha yang bersemangat dalam mengerjakan sesuatu)
Rencana akan menjadi terealisasi kalau didorong adanya kegigihan, keuletan, dan semangat. Sebab hal ini akan membuat seseorang untuk tidak mudah putus asa. Banyak orang yang berhenti berusaha setelah merasakan begitu lambat hasil yang ingin diraihnya sehingga muncullah kebosanan atau kejenuhan. Bahkan ada orang yang berhenti berusaha sebelum memulainya, sebab kurang kuatnya kegigihan, semangat dalam berusaha. Sebenarnya kegigihan, keuletan berada setingkat lebih atas daripada bakat, keterampilan, bahkan pendidikan, karena tidak jarang di antara mereka-mereka yang berbakat, terampil, dan berpendidikan itu kandas di tengah-tengah usahanya karena tidak adanya viriya ini.

3. Citta (memperhatikan dengan sepenuh hati hal-hal yang sedang dikerjakan tanpa membiarkannya begitu saja)
Apa yang telah direncanakan akan semakin terealisasi karena adanya perhatian pada yang dikerjakan. 

Seseorang yang memperhatikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh akan menyebabkan ia dapat menyelesaikan pekerjaannya itu dengan baik. Perhatian, kewaspadaan terhadap pekerjaan ini merupakan sikap yang menjauhkan dari kelalaian. Sering kali kelalaian dalam pekerjaan yang menyebabkan banyaknya kesalahan atau kegagalan dan pemborosan waktu. 

Dengan  perhatian serta kewaspadaan, menjaga diri agar tidak mudah berpaling kepada hal-hal lain yang berada di luar dari apa yang sedang dikerjakan.

4. Vimaṁsa (merenungkan dan menyelidiki hal-hal yang sedang dikerjakan) 
Sikap merenungkan dan menyelidi adalah bentuk dari evaluasi pada apa yang  telah dikerjakan. Karena dengan Vimaṁsa inilah, seseorang akan mengetahui hal-hal apa saja yang telah dicapai dan hal-hal apa yang belum dicapai, sehingga ke depannya akan semakin mendukung dalam perencanaan yang lebih baik. Sebab dengan mengetahui hal ini tentu diharapkan ke depannya akan lebih baik lagi dari hasil sebelumnya dan kalau seandainya sudah baik akan menjadi semakin tetap baik. Inilah pentingnya merenungkan dan menyelidiki apa yang telah dikerjakan tersebut.

Semoga dengan penjelasan ini apa yang direncanakan, atau yang akan direncanakan dapat terealisasi sesuai dengan harapan.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia

Dibaca : 3963 kali