x

Dhammadesana Tahun Baru 2016

Sukhakamani  Bhutani, Yo Dandena Himsati, 
Attano Sukhamesano, Pecca So Labhate Sukham
Barang siapa yang mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri dengan tidak 
menganiaya mahluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan, 
maka setelah mati ia akan memperoleh kebahagiaan.
 (Dhammapada 132)

    DOWNLOAD AUDIO

Dewasa ini sangat sering sekali himbauan untuk mereformasi mental karena tingkat kejahatan sudah merajalela di mana – mana. Dari pejabat tinggi sampai pejabat rendah banyak melakukan kejahatan korupsi untuk kebahagiaan sendiri, disamping rakyat menjadi menderita. Menurut Dhamma orang yang mencari kebahagiaan diri sendiri dengan menyebabkan orang lain menderita maka setelah meninggal dia akan menderita di alam Apaya. Tidak akan memperoleh kebahagiaan di alam Surga /Dewata. Maka mereka yang menyadari pentingnya kehidupan, mau merubah perbuatan jahat menjadi perbuatan baik, inilah yang disebut “ Revolusi Mental”. Bagi kita Umat Buddha, jelas harus mengikuti nasehat Guru Agung Buddha Gotama kalau ingin mendapat kebahagiaan dan kemajuan spiritual tidak bisa di tawar lagi untuk mau merubah pandangan salah menjadi pandangan benar. Meninggalkan perbuatan salah dan mengganti dengan perbuatan yang bijak yang membawa kebahagiaan.
Pada awal pembabaran Dhamma, Guru Agung Buddha juga menghadapi banyak ajaran yang salah yang dilakukan masyarakat sehingga bukan kebahagiaan yang diperoleh tetapi sebaliknya mereka menjadi menderita dan kemerosotan batin mereka. Ada tiga cara yang dilakukan oleh Buddha pada waktu itu. Tiga cara ini saat ini masih relevan untuk dijalankan
1.Reformasi, yaitu memberi pandangan yang benar untuk mencapai kebahagiaan sesuai dengan ajaran Ariya. Contohnya ketika Buddha melihat cara pemuda bernama Sigala memberikan penghormatan ke enam arah untuk melakukan amanat orang tuanya agar mendapat kesejahteraan dan kebahagiaan. Dapat kita baca dalam Sigalavada Sutta. Begitu juga ketika beliau menjumpai sekelompok masyarakat melakukan upacara penghormatan kepada Dewa Brahma sebelum melakukan suatu usaha. Menjalankan upacara penghormatan kepada Dewa Brahma yang tidak pernah di kenal sebelumnya adalah sia sia bila kita tidak menghormati jasa pengorbanan kedua orang tua di rumah.
2.Cara Revolusi secara utuh yaitu meninggalkan perbuatan jahat dan mengganti dengan perbuatan baik untuk meningkatkan mental spiritual membuang pandangan salah mengganti dengan pandangan benar. Contohnya, beliau menjelaskan mengenai kedudukan yang tidak kekal/anicca, untuk melenyapkan pandangan salah tentang kekekalan/nicca vipalassa yang membuat seseorang mengalami kemelekatan batin dan menimbulkan penderitaan dan kelahiran ulang.
3.Cara rekonstruksi / membangun atau mendirikan pandangan baru untuk mencapai kebebasan dari penderitaan akibat kelahiran yang berulang – ulang, yaitu dengan memahami Empat kesunyataan mulia dan Jalan Mulia beruas delapan.
Memasuki tahun baru 2016, mari kita melangkah meninggalkan pandangan salah yang menimbulkan penderitan, mengganti dengan pandangan benar agar kita memperoleh kemajuan materi dan spiritual.
Tidak lama lagi Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya akan dapat menyelesaikan pembangunan Wisma Narada yang bisa memberikan fasilitas pengembangan Dhamma. Semua itu sangat membutuhkan dukungan dana agar cita – cita ini terealisasi. Kesempatan seperti ini sulit diperoleh, karena itu untuk memendam harta karun kebajikan kita awali memasuki tahun baru dengan berbuat kebajikan. Selamat Tahun Baru 2016 semoga Tiratana Memberkahi kita 

Sabbe Sattà Bhavantu Sukhitattà

Dibaca : 3012 kali