x

PENGERTIAN BENAR MEMBAWA PADAMNYA KEKOTORAN BATIN

Uṭṭhānen’appamādena, saññamena damena ca,
Dīpaṁ kayirātha medhāvī, yaṁ ogho n’ābhikīrati.
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin dan pengendalian diri, 
hendaknya seorang bijaksana membuat pulau bagi dirinya sendiri, 
yang tak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
(Syair Dhammapada Appamāda-Vagga, 25)

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat, sering kita jumpai sebagian orang kalau diberi penjelasan mereka langsung mengerti, ada sebagian orang butuh penjelasan lebih rinci baru mereka mengerti, ada sebagian orang lagi harus diberi penjelasan secara bertahap atau terus-menerus baru mereka mengerti, dan ada sebagian orang setelah diberi penjelasan berulangkali secara berkelanjutan masih belum mengerti juga. Orang seperti ini sulit menerima nasihat yang baik dari orang lain. Demikianlah hal ini sering terjadi dalam masyarakat.

Dikisahkan setelah Bodhisatta Siddhattha Gotama mencapai Pencerahan atau menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Pikiran ini timbul pada Beliau, ”Dhamma yang kutemukan ini sungguh dalam, halus dan sulit untuk dimengerti. Dhamma ini tidak dapat diartikan dengan pikiran semata. Dhamma ini akan dimengerti oleh orang yang bijaksana. Saat ini orang-orang akan merasa sulit untuk mengerti Dhamma, mereka terjebak oleh kesenangan duniawi dan melekat di dalamnya. Dhamma ini menuju ke Nibbāna, yaitu padamnya semua hal yang terkondisi. Jika Saya ajarkan Dhamma ini kepada para dewa dan manusia, apakah mereka bisa mengerti?”.

Menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh Yang Terberkahi. Brahma Sahampati menghilang dari Alam Brahma dan dalam sekejap muncul di hadapan Yang Terberkahi. Setelah memberi hormat kepada-Nya. Ia memohon seraya berkata: “Bhante yang penuh dengan belas asih, semoga Bhante berkenan mengajarkan Dhamma kepada semua makhluk hidup, baik manusia, para dewa dan brahma. Sebab ada sebagian makhluk di dunia yang memiliki sedikit debu di mata mereka, akan sangat kehilangan bagi mereka, apabila tidak mendengarkan Dhamma dari Yang Terberkahi”.

Setelah mendengar permohonan dari Brahma Sahampati dan didorong oleh rasa welas asih yang sangat dalam. Beliau melihat seisi dunia ini dengan Mata Buddha. Dan terlihat dengan jelas, ada sebagian  manusia yang mampu mengerti Dhamma dengan baik.

Di dalam Aṅguttara Nikāya Catukkanipāta (An. Ca. 21/ 183) menjelaskan, terdapat 4 jenis tingkat manusia, yaitu:
1. Para Jenius (Ugghaṭitaññu)
Manusia yang dapat mengerti Dhamma hanya dengan mendengarkan inti pokok dari ajaran tersebut. Seperti bunga teratai yang muncul di atas permukaan air dan akan mekar setelah mendapat sinar mentari dipagi hari.
2. Para Intelektual (Vipacitaññu)
Manusia yang memiliki tingkat kecerdasan atau disebut para intelektual, yang memerlukan keterangan dan uraian lebih lanjut sebelum mereka mencapai pencerahan. Seperti bunga teratai yang masih berada di bawah permukaan air, akan muncul di atas permukaan air pada hari berikutnya.
3. Mereka yang dapat dilatih (neyya)
Manusia biasa pada umumnya, mereka ini tidak terlalu pandai dan tidak terlalu bodoh serta tidak terlalu bijaksana. Orang-orang ini membutuhkan latihan yang terus-menerus sebelum mereka mencapai pencerahan. Seperti bunga teratai yang masih berada didalam permukaan air, memerlukan waktu yang lebih lama untuk tumbuh dan berkembang diatas permukaan air serta membutuhkan sinar mentari pagi pada hari-hari berikutnya.
4. Manusia yang tidak dapat dilatih (Padaparama)
Manusia yang tidak memiliki pengertian Dhamma dalam kehidupan ini. Mereka yang masih buta oleh kondisi-kondisi duniawi. Tidak ada hasil yang dapat mereka capai atau harapkan pada kehidupan ini. Seperti bunga teratai yang berada di dalam permukaan air dan habis dimakan oleh ikan dan kura-kura, sehingga tidak ada harapan untuk tumbuh dan berkembang diatas permukaan air.

Setelah melihat keempat jenis tingkat manusia tersebut, Yang Terberkahi memiliki tekad yang kuat dalam menyebarkan Dhamma.

Beliau berkata, “Pintu menuju tiada kematian, Nibbāna telah dibuka. Akan Saya sebarkan Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahan dan indah pada akhirnya ini kepada semua makhluk hidup. Bagi mereka yang memiliki keyakinan dan mendengarkan Dhamma dengan baik, akan bersama-sama memetik hasilnya”.

Pustaka:
- Dhamma Vibhanga terbitan Vidyasena
- Dhammapada terbitan Bahussuta Society

Dibaca : 2566 kali