x

Menyembuhkan Luka Batin Dengan Memaafkan

Akkhocchimaṁ avadhimaṁ, Ajini maṁ ahāsi me
Ye taṁ upanayhantī, Veraṁ tesaṁ na sammati
Barang siapa menyimpan dendam: ‘dia mengumpatku, dia memukulku, dia mencuri barang kepunyaanku, kedengkiannya tidak dapat mereda. 
(Dhammapada I:3)

    DOWNLOAD AUDIO

Manusia terdiri dari unsur jasmani dan unsur batin, unsur jasmani dapat sakit karena usia yang semakin bertambah, contohnya; tulang rapuh, penglihatan menjadi kabur, pendengaran yang semakin tuli, dll. Hal ini disebabkan oleh usia yang bertambah, selain itu jasmani juga dapat sakit, jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik. Misalnya sewaktu bekerja tanpa membawa alat pelindung diri akibatnya ketika terjadi kecelakaan di tempat kerja jasmani dapat terluka. Selain itu dari unsur batin, kita juga dapat sakit. Contoh sakit batin adalah marah, dendam, iri, sedih berkepanjangan, depresi, stres, dan lain-lain. Itu semua yang perlu kita ketahui bahwa kita sebagai manusia dapat sakit atau terluka sewaktu-waktu. Tetapi ada yang perlu diingat, seperti yang dinasehatkan oleh Sang Buddha kepada kita bahwa: jasmani boleh sakit, tetapi pikiran jangan sampai sakit.
Pikiran manusia ini sering di-umpamakan seperti halnya komputer yang merekam dan menyimpan di dalam memori. Demikian pula manusia juga merekam dan menyimpan segala pengalaman dan peristiwa yang pernah dialami selama hidup di dunia ini, baik pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di dalam pikirannya. Tentu jika mengingat pengalaman yang baik dan menyenangkan tidak akan menimbulkan masalah, tetapi sebaliknya jika menyimpan dan mengingat kenangan yang pahit yang pernah dialami akan menimbulkan luka di dalam batin yang dikenal dengan istilah luka batin.
Luka batin mengacu pada keadaan pikiran tidak sehat, sehubungan dengan goresan atau penderitaan yang terjadi dalam hidupnya dan terjadi karena peristiwa yang menyedihkan dan menyakitkan hatinya. Semakin dalam perasaan sakit di dalam batin, jika tidak diobati akan menimbulkan luka batin yang semakin dalam. Luka batin ini akan dapat sembuh bukan dengan dibiarkan tetapi perlu diberikan perawatan. Oleh karena itu, jika kita merasa ada luka di dalam batin obatilah agar tidak menjadi penyakit yang semakin hari semakin menyakitkan.
Penyebab luka batin
1.Sulitnya menerima kenyataan: Secara umum penyebab luka batin adalah sulitnya menerima kenyataan. Kesulitan inilah yang dapat menyebabkan luka batin jika tidak segera diselesaikan. Dalam Dhammapada bab I syair ke tiga, dinyatakan salah satu luka batin adalah adanya rasa dendam. Rasa dendam atau luka batin ini dapat muncul karena menyimpannya terus dengan berpikir: ‘dia mengumpatku, dia memukulku, dia mencuri barang kepunyaanku, hal ini membuat kedengkian tidak dapat mereda. Membiarkan keakuan inilah membuat sulitnya menerima kenyataan sehingga selalu membuat penolakan. 
2.Keinginan yang tidak terpenuhi: Luka batin juga bisa muncul karena adanya keinginan yang tidak terpenuhi, setiap orang memiliki keinginan, tentu kalau tidak diwaspadai akan menjadi penyebab luka batin. Mengapa demikian, sebab ketika ada harapan dan harapan itu tidak terealisasi akan menimbulkan patah semangat, marah, takut, khawatir, dll. Itu semua adalah produk yang dihasilkan dari keinginan yang tidak terpenuhi. Seperti seorang pemuda yang terluka batinnya karena keinginannya meminang seorang gadis idamannya dan ternyata keinginannya itu tidak terpenuhi akhirnya pemuda itu menjadi terluka batinnya.  


Akibat luka batin 
Perlu diketahui akibatnya apa, jika luka batin yang ada di dalam diri kita dibiarkan; yang jelas pasti terganggu perasaannya, memiliki merasa malu, rendah diri, tidak berharga. Selain itu juga dapat muncul rasa bersalah sehingga gelisah, takut, murung, tegang, juga membuat seseorang menjadi orang pasif  karena tidak berani menghadapi kenyataan hidup.

Menyembuhkan Luka batin
Ada syarat sebelum menyembuhkan luka batin: tahu diri kalau saat ini tidak nyaman; keinginan untuk sehat; belajar untuk mau memaafkan. Memaafkan ini adalah obat yang dapat menyembuhkan luka batin. Definisi dari memaafkan adalah proses dimana individu dapat menerima dan mengatasi emosi negatif seperti marah, benci, sakit hati dan menggantinya dengan keinginan yang kuat untuk mencari sesuatu yang bermakna seperti kedamaian pikiran.
Agar kita dapat memaafkan dengan siapapun termasuk diri kita sendiri perlu suatu kekuatan yang kita miliki. Sebab memaafkan bukan hal yang mudah bagi mereka yang telah mengalami luka batin maka perlu latihan. Latihan yang perlu dipersiapkan dan dikembangkan adalah:
1.Kesabaran, kesabaran merupakan latihan awal sebelum menyembuhkan luka batin. Sebab dengan memiliki kesabaran pikiran dapat dilatih, dengan pikiran yang sudah terlatih, pikiran akan menjadi kokoh dan kuat sehingga tidak akan mudah mengalami luka batin. Sang Buddha dalam kotbah-Nya di Ovādapāṭimokkhā menasehatkan bahwa “kesabaran adalah cara melatih batin yang terbaik”. Oleh karena itu, kalau kita mau memaafkan orang lain dan diri sendiri perlu lebih giat latihan kesabaran.
Kalahkan emosi dengan kesabaran, banyak orang yang terluka batinnya karena terbawa emosi yang muncul pada saat itu. Akibatnya luka batinnya menjadi tergores semakin dalam, berbeda jika pada saat itu ada kesabaran ia tetap kuat dan tenang meskipun sakit sekalipun. Dengan memiliki kesabaran pandangan hidup kita akan menjadi lebih terang dan jernih. Jadi sikap sabar membuat seseorang akan lebih tenang di dalam keadaan yang kurang mengenak-kan sekalipun. Sabar ini adalah sikap tahan terhadap rasa tidak nyaman. 
2.Pengertian yang benar, agar kita dapat memaafkan perlu dukungan adanya pengertian yang benar tentang hukum kamma. Dalam Abhiṇhapaccavekkhaṇa atau renungan yang semestinya sering direnungkan dinyatakan: “aku adalah pemilik perbuatanku sendiri, terwarisi oleh perbuatanku sendiri, lahir dari perbuatanku sendiri, berkerabat dengan perbuatanku sendiri, tergantung pada perbuatanku sendiri, perbuatan apa pun yang akan kulakukan baik atau pun buruk; perbuatan itulah yang akan kuwarisi”. Dengan merenungkan ini kita tidak akan sedih atau kecewa, sebab apapun yang kita terima adalah akibat dari apa yang pernah kita lakukan. Di sinilah kita diajarkan untuk dapat melepaskan luka batin; mengapa demikian karena kita menjadi tahu ternyata ada rentetan sebab-akibat.
Hal ini penting bagi kita untuk mengingat perlunya melakukan perbuatan baik. Sebab perbuatan yang didasari oleh niat ini akan menjadi tanaman yang akan menghasilkan buah atau akibat. Oleh karena itu hendaknya kita berupaya untuk melakukan perbuatan baik apakah melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Dengan pengertian benar seperti ini perlahan-lahan kita dapat memaafkan dan akhirnya luka batin menjadi terobati.
3.Mengembangkan cinta kasih, selanjut-nya cinta kasih ini juga dapat membantu menyembuhkan luka batin. Sebab cinta kasih adalah sikap yang ada dalam pikiran yang senantiasa mengharapkan diri sendiri dan orang lain bahagia. Dalam Metta Suttā Sang Buddha mengingatkan “jangan karena marah dan benci mengharap yang lain celaka”. Kalau kita memiliki cinta kasih kita akan mudah memaafkan orang lain. Hanya orang yang masih memendam kebencianlah yang sulit untuk memaafkan orang lain. Oleh karena itu perlunya latihan pengembangan cinta kasih agar kebencian yang ada dalam diri kita dapat berubah menjadi cinta kasih.
Sebab sampai kapanpun permusuhan tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan permusuhan. Sebaliknya permusuhan akan berakhir jika permusuhan dibalas dengan tanpa permusuhan. Oleh karena itu marilah kita kembangkan cinta kasih di dalam diri kita sehingga kita dapat memaafkan orang lain dan diri sendiri dengan demikian luka batin akan tersembuhkan secara perlahan-lahan. Berusahalah untuk aktif membuat pikiran dengan cinta kasih agar hidup kita tidak kekurangan kebahagiaan.
Semoga dengan pemahaman ini kita dapat menyembuhkan luka batin dengan memaafkan orang lain maupun diri sendiri agar hidup menjadi damai dan bahagia. Oleh karena itu milikilah kesabaran, pengertian yang benar serta kembangkan cinta kasih dalam diri anda.

Semoga anda berbahagia, 
Semoga semua makhluk berbahagia.

Dibaca : 5201 kali