x

P A Ñ C A B A L A

Uttiṭṭhe nappamajjeyya, dhammaṁ sucaritaṁ care.
Dhammacārī sukhaṁ seti, asmiṁ loke paramhi ca'ti.
Bangun! Jangan lengah! Tempuhlah kehidupan benar.
Barang siapa menempuh kehidupan benar, maka ia akan hidup bahagia 
di dunia ini maupun di dunia berikutnya.

( Dhammapada syair 168 )

    DOWNLOAD AUDIO

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali hal-hal atau permasalahan yang kita temui dan hadapi, ada hal-hal yang menyenangkan, tetapi banyak juga yang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Ketika kita mengalami hal-hal yang menyenangkan, kita merasa senang, gembira, dan bahagia. Tetapi ketika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, banyak sekali yang merasa sedih, susah, kecewa, gelisah, khawatir, tertekan,  bahkan ada yang sampai stres maupun bunuh diri. Mengapa mereka bisa sampai stres? Karena mereka tidak bisa mengatasi masalah tersebut, mereka tidak mengetahui atau tidak mempunyai cara bagaimana agar bisa mengatasi masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah atau problem yang timbul dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali poin-poin Dhamma yang bisa kita pelajari, kita miliki dan kita praktikkan agar kita bisa mengatasi problem atau masalah yang timbul tersebut. Salah satu poin Dhamma yang bisa kita pelajari, kita miliki dan kita praktikkan untuk mengatasi masalah adalah Pañcabala (Lima Kekuatan). Apabila seseorang bisa memiliki dan mempraktikkan Pañcabala tersebut, maka ketika ada problem atau masalah timbul, tidak akan sampai membuat orang tersebut menderita. Bahkan, Pañcabala ini juga bisa digunakan untuk mengatasi rintangan batin dan mencapai tujuan hidup yang ingin kita capai dan terbebas dari penderitaan.

Pañcabala (Lima Kekuatan) ini terdiri dari:
1.Saddhābala (Kekuatan Keyakinan)
Ini adalah kekuatan pertama yang perlu kita miliki. Tanpa adanya keyakinan, apapun yang kita lakukan tidak akan mencapai tujuan atau berhasil. Keyakinan yang harus kita miliki sebagai umat Buddha yaitu kita harus yakin bahwa Sang Buddha telah mencapai Penerangan Sempurna. Keyakinan dapat kita peroleh dengan banyak belajar Dhamma, praktik Dhamma sehingga kita memperoleh pemahaman tentang hidup dan kehidupan. Kita yakin bahwa dengan mempraktikkan Dhamma maka Dhamma akan melindungi orang yang mempraktikkannya. Ketika keyakinan yang kita miliki dilandasi dengan pengertian benar, maka keyakinan itu akan berguna dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
2.Viriyabala (Kekuatan Semangat)
Semangat sangatlah diperlukan untuk mendukung keyakinan yang kita miliki. Yang dimaksud dengan semangat di sini adalah bersemangat dalam menghindari hal-hal yang buruk, bersemangat dalam mengembangkan hal-hal yang baik, berdaya upaya, berhasrat teguh, tidak menelantarkan tugas pada hal-hal yang baik.
3.Satibala (Kekuatan Perhatian)
Memiliki perhatian, mengembangkan perhatian dengan kebijaksanaan yang luhur adalah hal yang mulia. Lalu apa yang harus kita perhatikan? Kita memperhatikan dengan penuh perhatian ketika melakukan tindakan yang dilakukan oleh badan jasmani, berhati-hati ketika mengeluarkan ucapan atau perkataan, memiliki perhatian pada yang sedang dilakukan, memiliki ingatan pada yang telah dilakukan. Inilah yang mengandung kekuatan. Kalau kita tidak mempunyai perhatian, maka kita mudah terserang oleh kekotoran batin dan berbuat kejahatan atau keburukan.
4.Samādhibala (Kekuatan Konsentrasi) 
Kekuatan Konsentrasi yang dimaksud di sini mengarah pada bhāvanā/meditasi, hanya dengan meditasi seseorang dapat mengendalikan pikiran, karena pikiranlah yang mengendalikan diri kita dan kehidupan ini. Semua perbuatan baik maupun buruk bersumber pada pikiran, hanya saja proses yang terjadi begitu cepat sehingga tidak dapat disadari oleh pemikiran biasa. Dengan selalu melatih pikiran untuk konsentrasi sama halnya memupuk kesadaran. Untuk melakukan meditasi ini dibutuhkan kesadaran/perhatian, maka dari itu sati dan samadhi dan tiga bala lainnya tidak dapat dipisahkan karena merupakan kekuatan yang saling bergantungan dan ber-hubungan. Pikiran yang terkonsentrasi pada objek meditasi dengan kuat dan terpusat, pikiran yang terkonsentrasi dengan kuat sangatlah diperlukan yang nantinya akan membuat pikiran kita lebih mudah diarahkan untuk melakukan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk.
5.Paññābala (Kekuatan Kebijaksanaan)
Paññā berarti kebijaksanaan luhur, yaitu mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mengetahui mana yang berguna dan mana yang tidak berguna. Dalam hal ini kita memiliki kebijaksanaan yang mampu melihat muncul dan tenggelamnya batin dan jasmani (pañcakhandhā atau nāma & rūpa); yang mampu mengantar ke lenyapnya dukkha secara benar dengan penembusan total.

Demikianlah, apabila lima kekuatan tersebut di atas dilaksanakan dengan benar, akan memperkuat batin kita untuk berani dan tabah dalam menghadapi segala permasalahan dan problem yang timbul  dalam kehidupan kita ini. Dengan memiliki keyakinan terhadap Dhamma, memiliki semangat yang tak tergoyahkan, perhatian yang benar, pikiran yang terkonsentrasi dan kebijaksanaan yang luhur, mental kita akan kuat dalam menghadapi persoalan apapun yang terjadi dan kita bisa mengatasi penderitaan. Oleh karena itu, lima kekuatan tersebut sangat berguna untuk kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat mempraktikkan Dhamma. Semoga kita semua maju dan berkembang di dalam Dhamma. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Dibaca : 528 kali