x

Dhamma Yang Membawa Kebahagiaan

Uṭṭhānavato satīmato, sucikammassa nisammakārino, 
saññatassa ca dhammajīvino, appamattassa yasobhivaḍḍhati. 
Orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, 
memiliki pengendalian diri, hidup sesuai Dhamma dan selalu waspada, 
maka kebahagiaan akan bertambah.

(Dhammapada, Appamāda Vagga, Syair 24)

    DOWNLOAD AUDIO

Kita sebagai manusia tentu hal yang wajar memiliki keinginan di dalam kehidupan, khususnya berkaitan tentang kebahagiaan. Bahkan setiap hari kita selalu berdoa, setiap bangun pagi dan dimanapun kita berada, selalu melakukan hal tersebut. Tujuannya adalah memperoleh kesejahteraan lahir dan batin, seperti halnya kebahagiaan, ketentraman, panjang usia, kekayaan, kesehatan, dan lain-lain. Demikian halnya agama Buddha atau lebih sering dikenal dengan Buddha Dhamma, adalah ajaran yang dapat membuat manusia mencapai keinginan atau harapan yang kita miliki di dalam kehidupan ini. Sang Buddha menjelaskan bahwa kebahagiaan ada dua macam; yang pertama kebahagiaan yang bersifat duniawi (lokiya) dan yang kedua adalah kebahagiaan di luar duniawi (lokuttara). Oleh karena itu Guru Agung Buddha Gotama, menjelaskan tentang keinginan yang dimilki manusia. Di dalam Aṅguttara Nikāya, empat keinginan yang dimiliki orang di dunia dan yang dapat dicapai oleh mereka walaupun dengan kesukaran apabila mereka mau menempuh dengan jalan yang benar;
1.(Semoga saya menjadi kaya dan semoga kekayaan terkumpul padaku dengan cara benar dan pantas). Tentu kita menginginkan kekayaan di dalam kehidupan ini dengan cara yang benar atau baik karena sang Buddha menjelaskan kepada kita, agar kita memperoleh hal tersebut dengan cara yang benar. Karena apabila kita memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak benar, tentu itu akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik, seperti kecemasan, merugikan orang lain, dan lain-lain.
2.(Semoga saya berserta sanak keluarga dan kawan-kawan dapat mencapai kedudukan sosial yang tinggi). Dan keinginan yang kedua tentu bagi anda yang menjadi perumah tangga, memiliki harapan tidak hanya diri anda saja yang memperoleh kedudukan, prestasi, keuntungan. Oleh karena anda memiliki keluarga, saudara, dan kawan-kawan, tentu anda meng-inginkan mereka memperoleh hal yang sama.
3.(Semoga saya selalu berhati-hati di dalam kehidupan ini, sehingga saya dapat berusia panjang). Kehati-hatian sangatlah penting di dalam kehidupan ini, karena orang yang penuh perhatian pasti melakukan segala sesuatu selalu diperhitungkan, baik melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Dengan demikian apapun yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari, tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, bahagia, kesehatan, ketenangan, bahkan usia panjang akan kita peroleh.
4.(Apabila kehidupan di dalam dunia ini telah berakhir, semoga saya dapat dilahirkan di alam bahagia). Setiap orang tentunya menginginkan kebahagiaan tidak hanya di dunia ini, tetapi di kehidupan yang akan datang pun ingin terlahir di alam yang bahagia. Untuk itu lakukanlah perbuatan baik, melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Guru Agung Buddha Gotama tidak hanya menjelaskan tentang keinginan yang dimiliki manusia seperti di atas, tetapi juga menjelaskan bagaimana cara supaya memperoleh keinginan manusia. Seperti halnya di dalam Aṅguttara Nikāya, terdapat empat macam Dhamma yang menyebabkan seorang dapat mencapai keinginan seperti disebutkan di atas, yaitu;
1.Saddha – sampadā: Dikaruniai dengan keyakinan. Keyakinan adalah landasan utama dalam kehidupan spiritual Buddhis. Dalam hal ini seseorang memiliki keyakinan terhadap Buddha sebagai guru junjungan agung semua makhluk yang telah tercerahkan sempurna. Dhamma sebagai pedoman utama dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, dan Sangha sebagai suri teladan dalam mempraktikkan ajaran Buddha tersebut. Dengan keyakinan yang demikian, ia berlindung kepada Sang Tiratana dalam pengertian yang benar, yaitu: (a) Berlindung kepada Buddha dengan meneladani sifat belas kasih dan kebijaksanaan agung Beliau dalam kehidupan sehari-harinya. (b) Berlindung kepada Dhamma dengan mempelajari dan mempraktikkan ajaran Sang Guru hingga merasakan manfaat nyatanya dalam kehidupan sehari-hari. (c) Berlindung kepada Saṅgha dengan meneladani para siswa mulia Sang Buddha sebagai panutan praktik Dhamma dalam kehidupan sehari-hari (sesuai dengan kapasitas kita sebagai umat awamnya tentunya).
2.Silā – sampadā:  Dikaruniai dengan kelakuan bermoral. Seseorang berperilaku baik dan bermoral dengan menjalankan lima pelatihan moral bagi umat awam Buddhis, yaitu menghindari pembunuhan, pencurian, hubungan seksual yang salah (berzinah, berselingkuh, dan berbuat asusila), ucapan tidak benar, serta ketagihan minuman keras dan obat-obatan terlarang. Tidak hanya menghindari perbuatan-perbuatan buruk ini, ia juga melakukan perbuatan-perbuatan baik dengan mengembangkan cinta kasih terhadap kehidupan semua makhluk, menghargai dan menjaga kepemilikan orang lain, menghormati dan menjaga keharmonisan hubungan pasangan, mengembangkan kejujuran dan integritas diri, serta menjaga kewaspadaan dan kesadaran setiap saat. Inilah yang disebut sempurna dalam perilaku dan moralitas yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan pada kehidupan saat ini dan kehidupan mendatang.
3.Cāga – sampadā: Dikaruniai dengan kemurahan hati. Seseorang yang dermawan berarti ia tidak kikir dan pelit, suka memberi dan berbagi baik kepada yang membutuhkan maupun untuk melepas keterikatan pada kepemilikan pribadi. Ia juga suka membantu mereka yang sedang dalam kesulitan tanpa diminta dan tanpa mengharapkan pamrih. Kebahagiaan yang diperoleh dari memberi dengan melepas dan membantu dengan kerelaan ini tidak ternilai harganya dibandingkan kebahagiaan-kebahagiaan dari pencapaian duniawi manapun.
4.Paññā – sampada: Dikaruniai dengan kebijaksanaan. Untuk hidup bahagia, tidak cukup hanya menjadi orang baik saja, tetapi juga harus bijaksana dalam menghadapi berbagai permasalahan dan realita kehidupan yang pelik di dunia ini. Ini bukan sekedar kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan yang diperoleh melalui pengetahuan dan pengalaman hidup, melainkan kebijaksanaan dalam memandang berbagai fenomena kehidupan yang timbul dan lenyap sebagaimana adanya, yang tidak kekal, tidak memuaskan dan bukan diri. Kebijaksanaan ini diperoleh melalui pengembangan batin secara meditatif terhadap semua fenomena kehidupan sehingga tercapailah kebahagiaan dan kesejahteraan sejati yang melampaui semua jenis kebahagiaan dan kesejahteraan yang ada di dunia.

Demikianlah hal yang perlu kita perhatikan, apabila diri kita menginginkan kebahagiaan, sehingga ketika kita memiliki harapan-harapan yang ingin tercapai di kehidupan sekarang maupun yang akan datang, tentu harus disertai dengan pengetahuan tentang apa saja yang bisa mengkondisikan hal tersebut. Seperti halnya penjelasan di atas, Sang Buddha menjelaskan ada empat hal yang bisa mengkondisikan tercapainya hal tersebut. Dengan demikian harapan atau kebahagiaan dapat diperoleh. Semoga penjelasan di atas memberikan pengetahuan sehingga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Referensi: 
-Dhammapada, Bahussuta Society
-Aṅguttara Nikāya

Dibaca : 8550 kali