x

YANG HARUS DIHINDARI PERUMAH TANGGA

Āratῑ viratῑ pāpā, majjapānā ca saññamo
Appamādo ca dhammesu, etammaṅgalamuttamaṁ.  
Menjauhi, menghindari perbuatan buruk, menahan diri dari minuman keras,
dan tak lengah melaksanakan Dhamma, itulah berkah utama.
(Maṅgala Sutta, Khuddaka Nikāya)

    DOWNLOAD AUDIO

Di zaman teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang seperti saat ini, teknologi informasi dan komunikasi memberikan banyak  kemudahan bagi setiap orang untuk melakukan sesuatu. Seperti halnya komunikasi seolah-olah tidak ada batasnya; jarak yang jauh terasa begitu dekat bahkan tidak perlu waktu yang lama. Saat kita di tempat yang asing sekalipun kita tidak mungkin tersesat, sebab teknologi informasi ada digenggaman tangan kita. Tapi ada hal yang tidak disadari dalam pengunaan teknologi informasi dan komunikasi. Ketika tidak digunakan dengan baik justru akan membawa pada kemunduran, bahkan kehancuran bagi perumah tangga. Sebagai perumah tangga pasti ada keinginan selalu maju dalam segala hal, baik bersifat materi maupun yang bersifat bukan materi. Oleh sebab itu, sebagai umat perumah tangga yang ingin maju dalam hidupnya, ada hal-hal yang perlu diawasi dan dihindari.

Dalam Aṅguttara Nikāya IV.283, Sang Buddha menasehati ada empat hal yang semestinya dihindari oleh umat perumah tangga, karena empat hal ini akan membawa kehancuran/kemunduran bagi perumah tangga. Empat hal ini dikenal dengan istilah Apāyamukha. Apāyamukha memiliki makna hal yang menuju pada kesengsaraan atau ketidakbahagiaan.

Apakah hal yang patut untuk dihindari perumah tangga agar tidak terbawa pada kesengsaraan/keruntuhan? Ada empat macam, meliputi: seorang yang menggoda wanita (itthidhutta), seorang pemabuk (surādhutta), seorang penjudi (akkhadhutta), bergaul dan bersahabat dengan orang jahat (pāpamitta).

1.Seseorang yang Suka Menggoda Wanita (itthidhutta)
Bagi seseorang yang sudah berkeluarga, hal ini sangatlah berbahaya. Menggoda wanita ini, untuk istilah yang sedang ngetren saat ini yaitu perselingkuhan. Banyak pasangan hidup yang mengalami kehancuran karena hal ini. Bukan hanya rumah tangga saja yang hancur dan berantakan, tetapi juga reputasi yang selama ini ia bangun pun ikut hancur dan juga harta yang dimiliki akan ikut berkurang. Bagi seseorang yang belum memiliki pasangan hidup, suka menggoda wanita akan menimbulkan ketamakan dalam diri sebagai akibatnya. Hal ini disebabkan karena merosotnya moral atau sila yang dimiliki seseorang. Dengan merosotnya moral atau sila, maka seseorang tidak mampu untuk menghindarkan diri, tidak mampu mengendalikan diri sehingga tidak taat lagi. Bagi seseorang yang sudah memiliki pasangan hidup, agar terhindar dari sebab kesengsaraan atau ketidakbahagiaan ini, maka hendaknya memiliki kepuasan terhadap pasangan hidupnya dan memperkuat kembali sila atau moralitasnya.

2.Seorang Pemabuk (surādhutta)
Seseorang yang dalam hidupnya menjadi seorang pemabuk akan mengalami kesengsaraan. Seseorang menjadi pemabuk bukan hanya karena minuman keras saja, tetapi juga dari menggunakan narkoba. Akibat yang diterima oleh seorang pemabuk adalah harta kekayaannya akan cepat berkurang, hilangnya pengendalian diri,  dan mengalami gangguan pada fungsi otak. 
Dalam Aṅguttara Nikāya, Sang Buddha menekankan betapa besar akibat negatif dari mabuk-mabukan: ”Duhai para bhikkhu, peminum minuman keras secara berlebihan dan terus-menerus niscaya dapat menyeret seseorang dalam alam neraka, alam binatang, alam setan. Akibat paling ringan yang ditanggung oleh mereka yang karena kebajikan lain, terlahirkan sebagai manusia yang hilang ingatan (sinting).” Biasanya orang menjadi pemabuk karena ia me-miliki pandangan bahwa dengan melakukan itu ia akan merasa bahagia, tetapi sesungguhnya justru kesengsaraan yang ia dapatkan. Ini adalah faktor ketidaktahuan yang ada dalam diri seseorang. Agar tidak menjadi seorang pemabuk, seseorang hendaknya mencari  tahu dan mengerti tentang bagaimana membuat bahagia yang sebenarnya yang tidak menimbulkan bahaya.

3.Seorang Penjudi (akkhadhutta)
Penyebab kemunduran atau  kesengsaraan yang ketiga adalah menjadi penjudi. Orang yang gemar berjudi akibatnya harta yang dimilikinya akan cepat habis, memiliki banyak hutang, orang akan mencelanya sebagai orang yang rendah. Orang berjudi karena memiliki pikiran bahwa dengan berjudi akan cepat menjadi kaya. Karena faktor ketamakan inilah orang melakukan hal ini. Bagi seseorang yang belum pernah berjudi, milikilah pengertian bahwa itu cara hidup yang tidak benar. Bagi yang suka berjudi, pahamilah bahwa itu akan membawa habisnya kekayaan yang telah ada, sehingga memungkinkan membuat kesengsaraan dalam hidup.

4. Bergaul dan Berkawan Dengan Orang Jahat (pāpamitta)
Penyebab kesengsaraan yang keempat adalah bergaul dan bersahabat dengan orang jahat. Orang jahat adalah orang yang memiliki watak atau sikap yang tidak baik/buruk. Akibatnya jika kita bergaul dan berkawan dengan orang jahat akan ikut terbawa. Sebagai contoh jika berteman dengan seorang pemabuk, kita akan terbawa menjadi pemabuk juga. Seandainya kita tidak ikut mabuk, orang lain akan menganggap bahwa kita sama dengan mereka karena kita sering bergaul dengan mereka. Akibat dari salah dalam bergaul ini, kita akan memiliki kebiasaan yang buruk dan harta yang kita miliki akan mengalami kemerosotan. Dengan demikian bergaulah dan bersahabatlah dengan orang yang baik. Orang yang baik adalah orang yang bisa mengarahkan kita pada hal yang benar dan patut, serta tidak menjerumuskan pada keburukan.

Dengan mengerti hal bahaya yang ditimbulkan hendaknya dengan sadar menghindari  empat hal ini, maka dengan demikian kehidupan perumah tangga akan mengalami kemajuan dan memperoleh kebahagiaan secara lahir dan batin.

“Waktu tidak akan pernah kembali, meskipun peristiwa dapat diulang kembali”
Semoga Semua makhluk hidup berbahagia.

Dibaca : 2634 kali