x

SUNGGUH JARANG TERJADI KEMUNCULAN SEORANG BUDDHA

Kiccho buddhanaṁ uppado'ti 

    DOWNLOAD AUDIO

Tidak setiap saat di dunia ini muncul seorang Buddha. Bisa puluhan kalpa (lamanya satu kalpa = lamanya umur satu dunia), ratusan kalpa, ribuan kalpa sampai seratus ribu kalpa tidak muncul di dunia ini. Jika tidak ada seorang Buddha yang muncul di dunia ini atau ajaran dari seorang Buddha ada di dunia ini, maka selama itu pula manusia, para dewa dan para brahma sulit sekali untuk mencapai kesucian, hanya ketika ada Buddha muncul di dunia ini atau ajaran dari seorang Buddha ada di dunia ini maka banyak manusia, para dewa dan para brahma yang bisa mencapai kesucian.
Mengapa di dunia ini jarang muncul seorang Buddha? Karena untuk menjadi seorang Buddha itu tidak mudah, sangat sulit sekali. Dalam sutta ke dua dari Ekapuggala Vagga, Eka-nipāta dari Aṅguttara Nikāya disebutkan: "Para bhikkhu, dalam dunia kemunculan satu makhluk adalah sangat jarang; Kemunculan makhluk apakah? Tathagata, yang layak menerima penghormatan tertinggi dan yang mengetahui Kebenaran dengan Pencerahan Sempurna; Kemunculannya adalah sangat jarang terjadi".

Sebelum seseorang menjadi Buddha, dia harus menjadi seorang bodhisatta dulu. Dari seorang bodhisatta untuk menjadi seorang Buddha diperlukan waktu minimal empat asankheyya kalpa (kalpa yang tak terhitung) dan seratus ribu kalpa, ada yang delapan asankheyya kalpa dan seratus ribu kalpa, dan ada juga yang enam belas asankheyya kalpa dan seratus ribu kalpa.

Untuk menjadi seorang Buddha (mencapai Pencerahan Sempurna), hanya dapat dicapai jika seseorang memiliki delapan faktor berikut:
1.Ia seorang manusia;
2.Ia seorang laki-laki;
3.Telah memenuhi semua kondisi seperti Parami (Kesempurnaan) yang diperlukan untuk mencapai kesucian Arahat dalam kehidupan itu juga;
4.Bertemu dengan Buddha hidup;
5.Ia adalah seorang petapa yang percaya akan hukum karma;
6.Telah mencapai jhana;
7.Berusaha keras untuk mengembangkan Parami (Kesempurnaan) tanpa mempedulikan hidupnya; dan
8.Keinginan baik yang sangat kuat untuk mencapai keBuddhaan.

Hanya mereka yang memiliki delapan faktor ini yang dapat mencapai Pencerahan Sempurna. Oleh karena hal itu, mengapa kemunculan seorang Buddha sangat jarang terjadi. Jangankan untuk menjadi Buddha, untuk memiliki delapan faktor ini saja sangat sulit, hanya sedikit sekali yang bisa memiliki delapan faktor ini.

Saat ini kita sudah bertemu dengan ajaran dari seorang Buddha. Jangan sia-siakan kesempatan yang sangat baik ini, pergunakanlah kesempatan yang sangat baik ini untuk belajar dan mempraktikkan ajaran Buddha. Terlahir sebagai manusia dan bisa mengenal ajaran Buddha sangatlah sulit.

Terlahir sebagai manusia dan mampu mempraktikkan ajaran Buddha merupakan keberuntungan tertinggi dari kehidupan sebagai manusia. Karena itulah merupakan kesempatan tertinggi yang dimiliki untuk bisa memutus rantai dukkha akibat tumimbal lahir. Kesempatan itu ada saat ini dan dalam kehidupan ini. Tidak cukup hanya sekedar berbuat baik, tetapi harus sucikan hati dan pikiran.

Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Dibaca : 1013 kali