x

APA YANG DAPAT DILAKUKAN? (Mengulas Cūḷadhammasamādāna Sutta – Khotbah Pendek Tentang Cara-Cara Melaksanakan Segala Sesuatu)

Bukan hal yang baru bagi kita seorang umat Buddha memiliki pandangan, bahwa ‘apa yang kita lakukan, baik atau buruk, selama belum membuahkan akibat akan terus mengejar si pelakunya, hingga masak dan berbuah’. Pandangan itulah yang seharusnya membawa kita pada perilaku yang baik, tanpa menyakiti dan merugikan pihak lain. Kenyataan yang terjadi, masih ada beberapa di antara kita yang bukan karena ketidaktahuannya akan pandangan tersebut mereka melakukan hal-hal buruk, melainkan karena mereka menganggap kesenangan pribadi lebih penting dan utama, sehingga dalam pen-capaiannya mereka tidak memperhatikan perilaku yang mereka lakukan, dan berpotensi merugikan yang lainnya. Pandangan yang kita miliki, yang mendasari kita dalam melakukan sesuatu sangatlah penting. Karena dengan pandangan yang kita miliki, akan menentukan bagaimana cara-cara kita dalam menghadapi, merespon, dan melakukan sesuatu.

    DOWNLOAD AUDIO

Ada beberapa pandangan yang memungkinkan muncul pada diri seseorang dalam melaksanakan atau melakukan sesuatu, hal ini disampaikan langsung oleh Guru Agung Buddha yang kemudian dituliskan dalam Majjhima Nikāya dengan judul Cūḷadhamma-samādāna Sutta.
Sutta ini disampaikan oleh Guru Agung Buddha pada satu kesempatan saat menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika, yang disampaikan kepada para bhikkhu. Guru Agung Buddha mengatakan, bahwa ada empat cara yang dilakukan oleh seseorang, yang memungkinkan dilakukan oleh seseorang dalam melaksanakan segala sesuatu, keempat hal tersebut adalah:
1. Dhammasamādānaṁ paccuppannnasukhaṃ āyatiṁ dukkhavipākaṃ;
Menyenangkan pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyakitkan.
2. Dhammasamādānaṃ paccuppannadukkhañceva āyatiñca dukkhavipākaṃ;
Menyakitkan pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyakitkan.
3. Dhammasamādānaṃ paccuppannadukkhaṃ āyatiṃ sukhavipākaṃ;
Menyakitkan pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyenangkan.
4. Dhammasamādānaṃ paccuppannasukhañceva āyatiñca sukhavipākaṃ;
Menyenangkan pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyenangkan.
Keempat hal itulah yang dijelaskan oleh Guru Agung Buddha sebagai cara-cara dalam melaksanakan segala sesuatu. Lebih lanjut Guru Agung Buddha mengatakan bahwa cara melaksanakan segala sesuatu yang menyenangkan pada saat ini dan matang di masa depan sebagai menyenangkan adalah yang terbaik, karena mereka yang dengan cara ini mengembangkan apa yang seharusnya dikembangkan dengan terasing dari kesenangan indria, terasing dari kondisi-kondisi tidak bermanfaat, dan mencapai kondisi-kondisi jhāna, yang ketika hancurnya jasmani ia muncul kembali di alam bahagia, bahkan di alam surga.




Oleh: Bhikkhu Gunapiyo
Minggu, 05 Agustus 2018

Dibaca : 1586 kali