x

Menjadi Orang Baik Butuh Berlatih.

Attasammāpaṇidhi ca etammaṅgalamuttaman,ti.
Membimbing diri dengan benar, Itulah berkah utama.

    DOWNLOAD AUDIO

     Dalam kehidupan di masyarakat saat ini, kita masih sering melihat orang-orang yang berusaha berlatih menjadi orang baik. Hal ini dapat kita jumpai ketika seseorang berbuat baik kemudian mengabadikannya dengan memfoto, membaginya lewat media sosial dengan tujuan orang lain terinpirasi dan mengikutinya. Walaupun di sisi lain ada orang yang menilai bahwa perbuatan baik yang dilakukan itu dipamerkan. Meski terkadang memang ada yang demikian, tetapi ini sudah menunjukkan bentuk dari kebaikan yang bertujuan mengajak yang lain melakukan hal yang sama yaitu berbuat kebaikan. Seperti yang dijelaskan dalam Aṅguttara Nikāya kelompok empat, yaitu terdapat orang yang hidup untuk kebaikannya sendiri dan untuk kebaikan orang lain. Artinya selain melatih diri sendiri melakukan kebaikan juga mengajak yang lain berbuat baik.

     Seseorang yang berbuat baik, masing-masing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada orang ingin berbuat baik supaya dilihat, ada orang berbuat baik supaya kehidupannya lancar, usahanya lancar, keluarga baik, jabatannya meningkat, tidak ada banyak kesulitan. Itulah macam-macam tujuan dari seseorang untuk berbuat baik. Tetapi tujuan berbuat baik yang paling tinggi adalah supaya menjadi orang baik.

      Seseorang yang banyak melakukan perbuatan baik, maka akan disebut orang baik. Karena tidak ada cara lain selain melakukan perbuatan baik, maka disebut orang baik. Pengertian seperti  ini sederhana untuk dipahami, namun dalam praktiknya sangatlah membutuhkan usaha yang besar. Berbuat baik membutuhkan perjuangan yang tidak ada habis-habisnya, seolah-olah kita sering kalah.

     Mengapa kita sulit berbuat baik? Karena setiap kita akan berbuat baik ada kendala, ada rintangan yang membuat kita sulit untuk berbuat baik. Kita sulit berbuat baik karena kita punya bakat berbuat jahat. Itulah yang membuat kita sulit berbuat baik. Mengapa dikatakan bakat? Karena seseorang yang melakukan perbuatan jahat tidak perlu belajar terlebih dahulu. Tidak perlu belajar, tidak perlu diberi contoh seseorang sudah bisa dengan sendirinya. Bukankah itu seperti bakat? Kita mempunyai bakat berbuat jahat.

   Walaupun sebagian besar manusia percaya adanya alam menderita di masa kehidupan mendatang, adanya larangan agama, ancaman dari masyarakat, hukum negara, namun pebuatan jahat masih tetap dilakukan, tetap terjadi.

    Membunuh, menyiksa makhluk lain, menginginkan milik orang lain, dendam, marah-marah,  berbohong, menipu, memfitnah, sombong, sikap egois bisa dilakukan tanpa harus belajar. Bukankah itu seperti bakat? Kalau bukan bakat tentu harus belajar dulu.  Kita tidak bisa menghilangkan bakat berbuat jahat hanya dengan mendengarkan ceramah dan buku bacaan. Kita harus mempraktikkan apa yang didengar dari ceramah-ceramah, yang didapat dari membaca buku.  Dalam berbuat baik banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari hal-hal kecil sampai hal yang besar.

     Di dalam Pandita Sutta, Aṅguttara Nikāya kelompok 3, Sutta ke 45. Sang Buddha menetapkan tiga point Dhamma sebagai yang ditetapkan oleh para bijaksana,  ditetapkan oleh orang-orang baik patut dilakukan orang-orang bijaksana.

     Mempraktikkan tiga hal ini dapat membentuk bakat dalam berbuat baik, membentuk batin yang luhur dan ketika kematian datang mengkondisikan terlahir di alam bahagia (Surga), bahkan pengkondisi pencapaian kebebasan sejati (Nibbāna). Tiga Dhamma yang ditetapkan itu adalah:
1.Dāna.
    Dāna adalah pemberian, pelepasan, kerelaan. Memberi sesuatu adalah bentuk kebaikan yang paling awal, sebagai latihan awal perkembangan spiritual. Karena praktik memberi adalah praktik yang sebenarnya paling mudah, semua orang bisa melakukan. Meski demikian praktik memberi bagi orang-orang tertentu masih sulit untuk dipraktikkan sehingga perlu adanya latihan. Dengan latihan maka akan terbiasa memberi sedikit demi sedikit dan akan menjadi kebiasaan. Seseorang yang egois (kikir), memiliki keserakahan besar akan sulit memberi. Maka dari itu untuk mengikis kekikiran dan keserakahan seseorang harus latihan memberi. Seseorang yang baru mulai memberi akan merasa bahwa memberi merupakan perjuangan yang hebat, sehingga ketika memberi masih perhitungan. Tetapi jika niat dan latihannya meningkat maka yang awalnya berhitung  ketika memberi akan satu  langkah lebih baik saat kembali memberi dengan tujuan yang lebih halus yaitu dengan harapan citranya tersebar (nama baik), terpandang di masyarakat. Semakin meningkat lagi memberi dengan harapan supaya hidupnya tidak kekurangan, ekonominya tidak hancur dan saat kematian tiba masuk surga. Semua ini menunjukkan pengertian yang maju, pengertian yang meningkat. 

   Berdana dengan tujuan yang tertinggi adalah, berdana agar supaya dirinya  terbebas dari keterikatan, sehingga memberi tidak lagi menghitung untung rugi, tidak mempersoalkan apa yang akan dicapai. Memberi kebaikan kepada siapa pun dengan tujuan untuk mengurangi keterikatan  terhadap banyak hal, akan berdampak pada kejiwaan. Orang akan memiliki sifat mudah melepas. Kalau seandainya nanti alam menuntut untuk harus melepaskan segalanya yaitu pada saat kematian tiba, maka akan bisa melepaskan segalanya.

2.Pabbajjā.
     Pabbajjā yaitu latihan menjalani kehidupan tanpa rumah.
Menjadi pabbajita adalah latihan mengendalikan pikiran, ucapan dan perbuatan jasmani. Latihan ini termanifestasi dalam latihan moralitas yang lebih tinggi, meditasi, dan kebijaksanaan. Seperti halnya praktik yang di-jalankan para Atthasilani, mereka menjalankan 8 pokok latihan, dan ada beberapa tambahan latihan lainnya. Samanera menjalankan 10 pokok latihan kemoralan ditambah peraturan tambahan lainnya. Para bhikkhu yang menjalankan 227 pokok latihan, dan bagi bhikkhuni 311 pokok latihan kemoralan yang disebut  Sila Patimokkha. Dengan menjalankan moralitas yang lebih tinggi, meditasi dan kebijaksanaan maka seseorang akan terkondisi memiliki bakat dalam berbuat baik. Dalam Samaññaphala Sutta, Sang Buddha menjelaskan kehidupan para pabbajita atau yang disebut juga Samana beserta manfaat menjalankan kehidupan tanpa rumah.

3.Mātāpitū-upaṭṭhānaṁ.
     Mātāpitū-upaṭṭhānaṁ dalam terjemahan bahasa Indonesia yaitu membantu, menyokong ibu dan ayah. Dalam Sabrahmaka sutta, Aṅguttara Nikāya Sang Buddha menyatakan bahwa orangtua sebagai guru awal (pubbācariya), dewa awal (pubbadevata), sebagai orang-orang yang pantas mendapatkan penghormatan (ahuneyya) dan bila menghormati serta menghargai mereka sama seperti hidup dengan Dewa Brahma. Maka dari itu seorang anak yang baik jika orangtua memberikan nasihat baik hendaknya menjalankan nasihat yang disampaikan orang tua. Terlebih Sang Buddha menjelaskan bahwa orangtua adalah orang  yang sangat sulit untuk dibalas jasanya. Jika ingin membalas jasa orangtua yaitu dengan mendorong mengokohkan dalam keyakinan (saddha), moralitas (sīla), kedermawanan (cāga), kebijaksanaan (paññā). 

     Inilah tiga Dhamma yang patut kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari di mana hal ini dapat membentuk bakat seseorang untuk berbuat baik. Semoga dengan mengerti tiga hal ini, kita dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita semua menjadi orang baik. Semoga semua makhluk berbahagia

Referensi:
-Petikan Aṅguttara Nikāya, Dhamma Citta press, 2015.
-Bersahabat dengan kehidupan, Bhikkhu Sri Paññāvaro, dhamma yudha kusuma fondation.
-Samaññaphala 





                                                                                                                Oleh: Bhikkhu Uggasilo
                                                                                                                Minggu, 09 Desember 2018


Dibaca : 1115 kali


hacklink nedir hacklin seo ve hacklinkin faydaları hacklink hacklink satış hacklink panel hacklink al hacklink seo evden eve nakliyat bmw yedek parça mercedes yedek parça seo nedir seo analiz googlede üst sıraya çıkmak gibi kesin sonuçlarla seo çalışmasında kaliteli hizmet veren hacklink adresi www.profseo.co dur.evden eve nakliyat böcek ilaçlama paykasa paykasa bozdurma aradığınız bütün kelimeler sadece burda. instagram takipçi hilesi bypass shell wso shell hacklink satış hacklink panel wso shell hacklink hacklink hacklink al hacklink seo nedir Google film izle porno porno izle porno seyret seks hikayeleri