x

Kejujuran = Sahabat Terbaik

Ekaṁ Dhammaṁ atītassa, musāvādissa jantuno
Vitiṇṇaparalokassa, natthi pāpaṁ akāriyaṁ  
Orang yang melanggar salah satu Dhamma (sīla ke empat), yang selalu berkata bohong, yang tidak mempedulikan dunia mendatang, maka tidak ada kejahatan yang tidak dilakukannya.
(Dhammapada, Loka Vagga: 10)

    DOWNLOAD AUDIO

Musāvādā terdiri dari  kata “Musā” dan “Vāda”.  Kata Musā berarti ‘sesuatu yang tidak benar’ dan Vāda berarti ‘ucapan’. Bila digabungkan dapat berarti ‘mengucapkan sesuatu yang tidak benar’. Jadi, Musāvādā dapat disepadankan dengan ‘berbohong’ atau ‘berdusta’. Makna luas dari Musāvādā selain berbohong adalah memfitnah, berkata kasar, membicarakan hal yang tidak bermanfaat. 

Memfitnah (Pisuṇāvācā) 
Tidak memfitnah, menjauhkan diri dari fitnah. Apa yang ia dengar di sini tidak akan diceritakannya di tempat lain yang dapat menyebabkan timbulnya pertentangan dengan orang di tempat ini. Apa yang ia dengar di tempat lain tidak akan diceritakan di sini sehingga tidak menyebabkan timbulnya pertentangan dengan orang di tempat lain. Dalam hidupnya ia menyatukan mereka yang berlawan-an, mengembangkan persahabatan di antara mereka, pemersatu, mencintai persatuan, menyenangi persatuan, membicarakan kesatuan.

Berkata kasar (Pharusavācā)
Tidak mengucapkan kata-kata kasar, menjauhkan diri dari ucapan-ucapan kasar. Ia hanya mengucapkan kata-kata yang tidak tercela, yang menyenangkan, menarik, mengena di hati, sopan, menggembirakan orang dan disukai orang.

Membicarakan hal yang tidak bermanfaat (Samphappalāpa)  
Tidak menghabiskan waktu dengan cerita yang tidak berguna, menjauhkan diri dari obrolan tentang hal-hal yang tidak berguna (gosip). Ia berbicara pada waktu yang tepat, sesuai dengan kenyataan, bermanfaat, yang berhubungan dengan Dhamma. Ia berbicara pada saat yang tepat dengan kata-kata yang bermanfaat bagi pendengar dan dengan gambaran yang tepat, memberikan uraian yang jelas dan tepat.

Ucapan benar dapat terjadi jika terdapat 4 syarat sebagai berikut:  
Ucapan itu benar, ucapan itu beralasan, ucapan itu berfaedah, ucapan itu tepat pada waktunya.

Buah kamma buruk yang dapat timbul dari berbohong:
Menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya oleh banyak orang dan menderita akibat pembicaraan yang tidak baik.

Buah kamma buruk dari memfitnah:
Kehilangan orang-orang yang dicintai tanpa sebab yang jelas dan mempunyai banyak musuh.

Buah kamma buruk dari berkata kasar:
Sering dituduh yang bukan-bukan oleh orang lain, sekalipun belum tentu bersalah. Menerima suara-suara (kata-kata) yang tidak enak didengar.

Akibat buruk dari membicarakan hal yang tidak bermanfaat:
Tidak dipercaya orang lain dalam pembicaraan dan tidak tegas dalam berbicara.

Jadi, manfaat dari menjalankan sīla ke empat adalah seseorang akan selalu berbicara benar atau tentang kebenaran (sacca), sehingga hidupnya akan selalu sesuai dengan Dhamma, menjunjung tinggi kebenaran. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. 

Referensi :
•    Dhammapada, Bahussuta Society
•    www.samaggi-phala.or.id
•    http://bukudharma.com/ebook/5%20aturan%20moralitas%20buddhis.pdf

Dibaca : 3271 kali