x

Memaknai Bertambahnya Usia, Menjadi Dewasa Atau Sekadar Menjadi Tua

Jarādhammomhi jaraṁ anatīto
Byādidhammomhi byādhiṁ anatīto
Maraṇadhammomhi maraṇaṁ anatīto'ti.

Aku layak mengganti usia, aku takkan mampu menolak usia tua.
Aku layak menyandang penyakit, aku takkan mampu menghindari penyakit.
Aku layak kalah kematian, aku takkan bisa kalah.

    DOWNLOAD AUDIO

     Seiring berjalannya Waktu Yang TIDAK akan berputar, momen Menyenangkan ATAU Yang TIDAK pun Menyenangkan TIDAK akan PERNAH Terulang Kembali, Sudah Berlalu Satu Tahun Sudah bertambah Seseorang bertambah tua. Manusia semakin lama akan lapuk oleh waktu. Renungan seperti ini kadang-kadang muncul saat terjadi ulang tahun pada seseorang.

   Ulang tahun merupakan proses yang berumur bertambah satu tahun. Namun jika dipikir lagi, selain bertambah usia, usia seseorang juga berkurang satu tahun dan lebih dekat dengan kematian. Penting direnungkan pula saat ulang tahun, selama seseorang masih hidup pasti akan meminta tiga delegasi agung. Seperti yang dijelasakan oleh guru agung Buddha dalam Aṅguttara Nikāya kelompok III. Utusan agung adalah usia tua, penyakit, dan kematian yang merupakan hasil dari kehidupan yang pasti akan dialami oleh semua orang. 

    Utusan agung pertama akan datang dan akan berhasil yaitu di kala rambut menjadi putih, kulit menjadi keriput, kekuatan / tenaga menjadi lemah, jalan terhuyung-huyung, kompilasi berjalan harus didukung dengan menggunakan tongkat, gigi ompong, penglihatan menjadi sulit, daya ingat semakin tumpul ( lupa), pendengaran menjadi berkurang dan sebagainya. Semua ini merupakan perjanjian agung yang pertama yaitu usia tua.

    Utusan agung kedua, akan datang dan akan dihabiskan di kala tidak bisa ke mana-mana dan harus tidur di ranjang. Sementara tidur di ranjang yang empuk akan tetapi terasa seperti tidur di atas batu, jalan harus didukung memakai kursi roda karena lumpuh, memakan makanan yang enak terasa hambar tidak enak. Terkena penyakit stroke, kanker, hati, batuk, darah tinggi, dan lain sebagainya dan seterusnya. Semua ini merupakan pembicaraan agung yang kedua adalah sakit.

     Utusan agung yang ketiga, yaitu di kala tubuh / jasmani tidak bergerak lagi, sudah tidak bernafas lagi, tubuh menjadi kaku, dingin, dibungkus kain kafan / mori, ditempatkan di peti, dan dibakar (dikremasi) atau dikubur di dalam tanah, membengkak , membiru, membusuk dan akhirnya hancur. Semua ini merupakan sidang agung yang edisi ketiga adalah kematian. 

     Sebagai pertimbangan dari kehidupan, maka tiga sidang agung akan dihadiri oleh setiap manusia yang terlahirkan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas lebih lanjut tentang pertemuan yang pertama, di mana usia tua merupakan pertumbuhan badan jasmani dan bertambahnya usia seseorang. Ketika berhasil memulihkan usia, seseorang yang melakukan berbagai macam cara untuk membantunya.

   Sebagian kecil umat Buddha yang datang kembali tahun ke bhikkhu atau kepada keluarga, mungkin juga datang pada orang yang memuji lainnya. Hal seperti ini dilakukan umumnya untuk mengundang makan saat mengundang rasa syukur. Sebagai umat Buddha, saat sedang memperingati hari kelahiran atau yang sering disebut dengan hari peringatan tahun, biasanya akan diberikan persetujuan dan diarahkan untuk merenungkan berbagai tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Bila seseorang merenung, menyempatkan waktu untuk melihat ke dalam diri sendiri, dalam batin merenung; di sekarang yang sudah dicapainya sekarang ini, hal apa yang sudah dilakukan dan belum dilakukan? Yang berguna, bermanfaat bagi diri Anda sendiri dan manfaat lain.

    Namun pada umumnya, seseorang saat ini sedang memperingati hari ulang tahun yang merenung sampai yang ditolak direnungkan. Sebaliknya yang dilakukan malah perayaan-perayaan ulang tahun. Melakukan perayaan boleh, asal tidak berlebihan yang bisa menghabiskan banyak biaya. Karena sesungguhnya hal ini kurang bijaksana. Manakala di hari kebahagiaan yang sekarang diterima karena masih memiliki masa lalu, yang diambil momen untuk melakukan yang baik, sehingga minimal saat ulang tahun setiap orang harus melakukan yang mungkin tidak dihargai.

      Selain melakukan banyak manfaat, hal yang dilakukan adalah menumbuhkan banyak sifat luhur dalam batin, mengikis perilaku buruk dan kebiasaan buruk yang sudah ada dalam batin. Dalam Dhamma Vibhāga kelompok empat, terdiri dari Empat Padhāna, dalam bahasa Indonesia yaitu usaha rajin dan semangat menambah sifat baik dan mengikis sifat buruk. Empat Padhāna ini disebut juga sebagai usaha benar, usaha itu adalah:
SEBUAH.
    Saṁvara-padhāna yaitu usaha rajin agar keadaan buruk dan buruk yang belum timbul tidak timbul di dalam diri seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kebiasaan buruk yang sebelumnya tidak ada dalam diri Anda yang ingin didukung. Contohnya jika seorang pelajar jangan mencoba membiasakan permainan utama yang bisa menimbulkan ketagihan sehingga menghindari belajar. Kebiasaan buruk tentang permainan atau permainan berlebihan (kecanduan), akan semakin menjadi malas belajar. Maka, jangan berikan celah pada rasa malas untuk belajar, dan jangan sampai kecanduan bermain game. Boleh bermain game, tapi harus tahu batasannya, jangan sampai kecanduan. Ini juga berlaku untuk orang dewasa. Kalau sampai kecanduan game akan bisa lupa pada pekerjaannya. Oleh karena itu, lebih menyenangkanlah dalam melakukan hal yang bermanfaat agar hal yang buruk tidak muncul.

    Kebiasaan buruk yang sebelumnya tidak biasa, menghabiskan waktu ponsel utama tidak mencoba menghabiskan waktu untuk bermain ponsel, harus bisa memulai waktu. Orang yang tidak biasa nonton berlama-lama, tidak berusaha membiasakan nonton berlama-lama, jadi tidak menjadi kebiasaan. Jika karyawan tidak mencoba terlatih, telat datang ke tempat kerja, tidak membiasakan ponsel utama saat jam kerja, dan jika bekerjanya tidak ada, tidak perlu membawa pautnya dengan komunikasi lewat ponsel. Begitu pula sebagai umat Buddha yang biasa rajin datang ke vihara, latihan belajar, belajar Dhamma dengan membaca buku, mendengarkan ceramah, maka jangan mencari malas dengan memberikan pembenaran bagi diri sendiri dan orang lain.

       B. Pahāna-padhāna yaitu usaha rajin untuk menghilangkan keadaan-kejahatan dan buruk yang timbul. Pada umumnya setiap orang memiliki pembawaan kamma buruk di masa lampau. Sebagian hasil dari kamma buruk di masa lampau, membuat dorongan yang kuat untuk membuat keburukan di kehidupan yang sekarang. Oleh karena itu seseorang akan dengan mudah melakukan keburukan tanpa harus diajari atau disuruh. Contoh permainan utama yang sering dilakukan, kebiasaan ponsel utama yang berlebihan dan sulit dipelajari selesai demi masalah utama, ponsel utama dan membutuhkan semangat belajar, sehingga saat akan ulangan tidak gugup belajar sampai larut malam.

     Jika sebagai karyawan, saat jam kerja, jika sering telat datang ke tempat kerja, telepon seluler utama, kurang kebersihan, maka buat kebiasaan baik harus memperbaiki kebiasaan yang bisa dilakukan sehingga bisa membuat nama baik dan menambah kegunaan rental dari atasan. Sebagai umat Buddha yang memulai malas datang ke vihara, tidak suka belajar, malas belajar Dhamma membaca buku Dhamma dan mendengarkan ceramah Dhamma, maka sebagai umat Buddha yang sungguh-sungguh, mendorong semangat ke vihara belajar Dhamma membaca sambil mendengarkan Dhamma dan mempraktikkannya.

     C.Bhāvanā-padhāna yaitu usaha rajin untuk menimbulkan keadaan-baik di dalam diri seseorang dalam berbagai bidang, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun spiritual. Semua yang memiliki kepentingan untuk meningkatkan sifat-sifat yang belum ada di dalam dirimu. Semakin lama seseorang bertambah, maka diharapkan pula cara berpikir, berucap, dan berubah menjadi semakin baik atau sulit, mengalami perubahan yang mengarah pada hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Karena orang yang memiliki usia lebih muda, umumnya akan menjadi orang tua. Jika masih sebagai pelajar, masalah lingkungan atau kebiasaan yang baik adalah contoh bagaimana mengubah semua masalah. Dengan menghabiskan waktu untuk belajar menggunakan nilai yang baik,Jadi bisa dibicarakan keluarga, sekolah dan disetujui sendiri. Mengurangi atau menyelesaikan waktu main game dan handphone. Lebih rajin bangun pagi untuk menyiapkan perlengkapan sekolah. Jika menjadi karyawan, lanjutkan diri Anda dengan awal, serius dalam pekerjaan lanjutkan bisa menjadi karyawan lain yang lain. Sebagai umat Buddha, di zaman lanjutan yang diperlengkapi rajin ke vihara, melatih diri dalam belajar Dhamma dan melatih melatih sebagai usaha menuju kedewasaan mental.

     D.Anurakkhanā-padhāna adalah usaha rajin yang menyetujui keadaan-baik yang timbul dan tidak setuju dengan lenyap. Kebiasaan-kebiasaan baik sudah muncul atau sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; rajin bangun pagi, baca paritta, berolahraga, dan membersihkan kebersihan Lingkungan. Lebih dari itu, dalam keseharian mampu mempraktikkan nilai-nilai luhur, seperti berdana, mengembangkan cinta kasih atau tidak mudah marah dan juga mempraktikkan lima latihan kemoralan atau Pañcasīla Buddhis serta sifat-sifat bajik yang lainnya. Hal-hal yang baik ini terbukti akan dihapus atau dibatalkan tetapi tidak dijaga dan diverifikasi.Oleh karena itu, cara memperbaiki dan merawatnya adalah dengan terus membangkitkan semangat mempraktikkan pemikiran yang didasari oleh pemahaman yang benar.

     Sebelum pembicaraan mengenai agung datang, maka gunakanlah kesempatan yang baik itu untuk menghindari hal-hal buruk yang belum muncul, tinggalkan hal-hal yang buruk yang telah muncul, memunculkan tindakan-tindakan yang belum ada, serta membantu dan merawat tindakan-tindakan baik yang sudah dilakukan. Sebagai orang yang bijak, menambah usia merupakan salah satu dari agung yang menjadi pengingat. Selain usia tua, penyakit dan kematian juga akan datang dan dialami. Maka dari itu, orang yang mau membantunya segera mengubah perilaku buruk, menjadikannya sebagai kebiasaan yang baik, sehingga meningkatkan usia, mengatasi juga meningkatkan. Semoga kita semakin maju dalam Dhamma, semoga semua kebutuhan hidup berbahagia.

Referensi:
Petikan Aṅguttara Nikāya, Vihāra Bodhivaṁsa, 2013.
Dhamma Vibhaga, Vidyasena Vihāra Vidyaloka, 2013.
Paritta Suci, Yayasan Saṅgha Theravāda Indonesia, 2005.



Oleh: Bhikkhu Uggasilo
Minggu, 03 Maret 2019

Dibaca : 398 kali


hacklink nedir hacklin seo ve hacklinkin faydaları hacklink hacklink satış hacklink panel hacklink al hacklink seo evden eve nakliyat bmw yedek parça mercedes yedek parça seo nedir seo analiz googlede üst sıraya çıkmak gibi kesin sonuçlarla seo çalışmasında kaliteli hizmet veren hacklink adresi www.profseo.co dur.evden eve nakliyat böcek ilaçlama paykasa paykasa bozdurma aradığınız bütün kelimeler sadece burda. instagram takipçi hilesi bypass shell wso shell hacklink satış hacklink panel wso shell hacklink hacklink hacklink al hacklink seo nedir Google film izle porno porno izle porno seyret seks hikayeleri