x

TIGA TIPE MANUSIA SEPERTI PASIEN

-

    DOWNLOAD AUDIO

Sebagai manusia pada umumnya menjalani hidup dengan usaha yang tentu saja berharap selalu bisa baik dan sukses serta bahagia. Akan tetapi sesuai dengan tipenya, masing-masing manusia beda-beda dalam hal tertentu. Dalam penggolongannya juga ada perumpamaan yang memang bisa sesuai.

TIGA TIPE PASIEN

Manusia pada umumnya mudah terkena penyakit dalam berbagai jenis atau tipe yang berbeda-beda. Aneka ragam penyakit bisa menghampiri manusia segala status sosial juga segala usia.

Dalam Aṅguttara Nikāya III.22 dikatakan, “Para bhikkhu, ada tiga tipe pasien yang terdapat di dunia ini, Apakah yang tiga itu?” 

Pasien tipe pertama
Pasien tipe ini tidak peduli apakah dia memperoleh gizi yang sesuai, obat yang sesuai, dan perawatan yang memadai atau tidak, dia tidak akan sembuh dari penyakitnya.

Pasien tipe kedua
Pasien tipe ini tidak peduli apakah dia memperoleh semua itu atau tidak, dia akan sembuh dari penyakitnya.

Pasien tipe ketiga
Pasien tipe ini baru akan sembuh dari penyakitnya jika dia mendapat gizi yang cocok, obat yang cocok, dan perawatan yang memadai, tetapi tidak akan sembuh jika dia tidak memperolehnya. Baginya, para bhikkhu, diet khusus, obat penyembuh dan perawatan yang baik harus diberikan. Tetapi selain dia, dua tipe pasien yang lain pun harus dilayani juga.
Tiga tipe pasien ini terdapat di dunia ini.

Bagi para dokter dan perawat yang memiliki tugas merawat pasien tentu sangat penting untuk memahami hal ini secara baik dan benar. Para pasien harus diberikan pelayanan yang sesuai seperti tipe ketiga, namun tipe pertama dan tipe kedua juga harus diberikan pelayanan yang sesuai.

TIGA TIPE MANUSIA

Manusia pada umumnya juga memiliki tipe yang berbeda-beda. Aneka ragam tipe manusia yang ada dalam segala status sosial juga segala usia sangat bervariatif. Seperti halnya orang sakit atau pasien ada beberapa tipe, manusia secara umum juga memiliki tipe-tipe yang berbeda.

Lanjutan dari isi Aṅguttara Nikāya III.22 menyangkut tipe pasien, dikatakan manusia seperti pasien ada beberapa tipe. Dalam Kitab tersebut Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu bahwa ada tiga tipe manusia pada umumnya yang dapat diumpamakan dengan tiga tipe pasien itu.

Manusia tipe pertama
Manusia tipe ini tidak peduli apakah dia memiliki kesempatan melihat/berjumpa dengan Sang Tathāgata dan mendengarkan Dhammavinaya yang dibabarkan oleh Beliau atau tidak, dia tidak akan masuk ke jalan kepastian dan tidak akan mencapai kesempurnaan di dalam keadaan-keadaan yang baik.
Artinya bahwa manusia tipe ini sulit bahkan tidak bisa berkembang menjadi lebih  baik dan lebih maju dari keadaan sebelumnya. Contoh: ada anak tipe ini, yang oleh ayah dan ibunya dibantu dan ditolong dengan berbagai macam cara dan dengan penuh pengorbanan, juga tidak bisa atau sulit berubah. Ayah dan ibunya pun harus menyadari itu, sehingga harus dapat menerima kondisi itu apa adanya, apakah itu kondisi kesehatan, keadaan mental, sekolahnya yang tidak  bisa maju, dan sebagainya.

Manusia tipe kedua
Manusia tipe ini tidak peduli apakah dia memiliki kesempatan bertemu Sang Tathāgata dan mendengarkan Dhammavinaya yang dinyatakan oleh Beliau atau tidak, dia akan masuk ke jalan kepastian dan akan mencapai kesempurnaan di dalam keadaan-keadaan yang baik.
Artinya jika itu dalam kehidupan biasa bersifat duniawi bahwa manusia tipe ini sebaliknya dari tipe pertama mudah bahkan sangat mudah bisa berkembang menjadi lebih  baik dan lebih maju dari keadaan sebelumnya. Misalnya: ada anak tipe ini, yang oleh ayah dan ibunya dibantu dan ditolong hanya sebatas bicara sedikit apa yang perlu dan penting untuk dikerjakan tanpa pengorbanan apapun, si anak sudah sangat cepat mengerti berubah lebih baik dan lebih maju dari keadaan sebelumnya. Ayah dan ibunya pun merasa bahagia dan bangga, sehingga  dapat menerima dengan berpuas hati kondisi anaknya itu, baik itu kesehatan secara fisik maupun mental yang sangat optimal, sekolahnya maju dan pintar, dan sebagainya.

Manusia tipe ketiga
Ada manusia yang akan masuk ke jalan kepastian dan akan mencapai kesempurnaan di dalam keadaan-keadaan yang baik jika dia memiliki kesempatan melihat Sang Tathāgata dan mendengarkan Dhammavinaya yang dibabarkan oleh Beliau. Namun dia tidak akan mencapai hal itu jika dia tidak mendapat kesempatan ini. Bagi manusia inilah, O para bhikkhu, diberikan instruksi Dhamma. Tetapi selain dia, kepada dua yang lain pun Dhamma harus diajarkan juga.

Inilah tiga jenis manusia yang terdapat di dunia ini, yang dapat diumpamakan dengan tiga jenis pasien itu. (AN.III, 22)

Bagi para orangtua, ayah dan ibu kandung, para pendidik, guru, pengasuh sangat penting untuk memahami hal ini, agar bisa menentukan sikap yang sesuai terhadap anak-anaknya. 

Orangtua harus memahami secara baik dan benar tipe manusia pada umumnya itu ada tiga tipe, dan harus berpedoman pada tipe ketiga. Orangtua harus membimbing dan mendidik anak-anaknya dengan patokan pada tipe tiga. Demikian juga para pendidik, guru dan pengasuh, harus memahami hal-hal ini. Juga menentukkan sikap untuk bertindak mendidik para murid dengan berpedoman pada tipe tiga. Jika guru mengharapkan muridnya menjadi anak yang baik dan pintar tentu guru harus mengajarkan murid-murid dengan berbagai hal yang dibutuhkan oleh mereka dengan baik. Jika guru tidak melakukan hal itu, maka murid tidak akan berubah menjadi lebih baik dan lebih pintar dari sebelumnya.

Dengan cara ini tentu juga tetap memperhatikan tipe pertama dan tipe kedua.

Sekian dan terima kasih.

Sumber: 
Kitab Suci Aṅguttara Nikāya II, Klaten. 

Dibaca : 2733 kali