x

Menjadi Buddhis Dengan Akar Budaya Dan Peka Perkembangan

Ada sebuah biara di Mongolia Utara, yang dulunya sangat tertutup pada dunia, sekarang menggunakan media seperti Youtube sebagai sarana pengajaran agama Buddha pada masyarakat luas di seluruh dunia. Penontonnya mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di seluruh dunia.

Saat ini sudah banyak website atau social media yang memuat konten-konten Buddhis, salah satunya adalah BuddhaZine yang memuat artikel-artikel tentang Buddhis secara modern dan terbuka, tanpa meninggalkan ajaran-ajaran tradisi leluhur yang sesungguhnya. Bahkan ajaran-ajaran Dhamma pun saat ini juga bisa didapatkan melalui grup WA.

Apakah generasi millenial mau hanya berhenti di sana saja? Apakah nilai-nilai tradisi leluhur seperti melakukan meditasi, melakukan chanting di vihara, menghormati alam, dan lingkungan di sekitar kita sudah ketinggalan zaman? Dapatkah dua hal tersebut dikolaborasikan menjadi satu?

Tentu bisa saja, melalui kampanye karya seni, membuat konten-konten positif dan ajakan melalui social media, diskusi, sharing dan kelas seminar, sesi motivasi dan perenungan, menulis artikel-artikel Buddhis, membuat video-video yang mengandung pesan kebajikan, membuka bisnis online pernak-pernik Buddhis, meditasi bersama untuk umum, dan sebagainya.

Banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai generasi muda Buddhis. Seni adalah satu jalan yang paling mudah masuk ke semua generasi dan budaya, karena sifatnya yang menghibur, universal, disukai, menyenangkan; generasi muda Buddhis dapat memberikan pesan-pesan sosial, pesan toleransi dan kepedulian terhadap masyarakat. tentunya dengan tetap mengingat ajaran-ajaran leluhur kita terdahulu.

Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 811 kali