x

6 Rutinitas Sederhana Yang Tergolong Meditasi...

Banyak orang mengatakan dan membuktikan bahwa meditasi sangat baik untuk mengatasi stres. 

Kabar baiknya, ternyata meditasi tak hanya dilakukan dengan duduk bersila, mata tertutup, dan mengosongkan pikiran saja. 

Ada beberapa aktivitas sehari-hari yang juga terhitung sebagai praktik meditasi. 

Ini mungkin terdengar konyol. Tapi, jika kita mempraktikannya, manfaat yang sama seperti meditasi bisa kita peroleh. 

Menurut psikolog klinis dan guru yoga Dr Carla Marie Manly, hal kecil seperti menghirup aroma kopi bisa dianggap sebagai pengalaman meditatis jika kita melakukannya dengan perlahan. 

"Di dunia kita yang sibuk, kita cenderung berpikir kedamaian dan ketenangan bisa kita miliki di masa mendatang," kata Manly. 

Padahal, kata Manly, kedamaian dan ketenangan itu bisa kita miliki saat ini juga. Tanpa terpengaruh betapa sibuknya dunia luar. 

Menurutnya, banyak orang-orang sibuk melakukan segala hal dengan buru-buru hanya untuk mengejar waktu demi pekerjaan. 

Mereka lupa saat melakukan semua hal dengan tergesa-gesa, ada momen kenikmatan yang hilang. 

"Apakah saat terjebak dalam kemacetan, makan, atau membersihkan rumput di kebun, momen saat ini dapat diubah menjadi momen yang meditatif," paparnya. 

Ia mengatakan, semua hal itu bisa kita peroleh hanya dengan mengubah pikiran agar tak selalu memikirkan apa yang terjadi di masa depan. Kita hanya perlu fokus pada apa yang sedang kita lakukan saat ini. Persis seperti anak-anak yang asyik bermain dan melupakan dunia sekitarnya. 

Namun, untuk mengubah hal sederhana, seperti mencuci piring, menjadi tindakan meditatif memang perlu latihan. 

Kita harus melakukannya dengan tekun untuk memperoleh hasil maksimal. 

Jadi, saat menemukan diri kita melakukan hal-hal sederhana, ingatkan diri bahwa kita selalu memiliki kekuatan mengubah pengalaman sederhana ini menjadi momen-momen berharga yang mendatangkan kedamaian dan ketenangan. 

Dilansir dari laman Elite Daily, berikut enam aktivitas sederhana yang setara dengan meditasi.

1. Mencuci piring 

Banyak orang berpikir mencuci piring adalah pekerjaan terburuk yang mungkin kita hadapi. 

Namun, Gabrielle Freire, ahli terapi perkawinan dan keluarga dari California, justru menanggap sebaliknya. 

"Meditasi yang saya lakukan dengan mudah adalah ketika saya mencuci piring," katanya. 

Ia mengatakan dirinya hanya perlu fokus pada tugas yang sedang diselesaikannya. 

"Saya melihat piring, saya mengambil spons cuci piring, dan saya menyadari lingkaran yang saya buat di piring—lambat, mudah, dalam irama," tambahnya. 

Freire mengatakan, hal-hal kecil saat mencuci piring bisa menjadi perbedaan besar. Misalnya, dia memastikan untuk memperhatikan gelembung-gelembung yang ia basuh dengan air dari wastafelnyal. 

Ia juga memperhatikan suhu air dan semua hal yang membantunya merasa santai selama mencuci piring. 

"Meditasi terjadi karena saya berfokus pada piring dan air, dan saya tidak memikirkan masalah dengan teman atau pekerjaan yang ia lewatkan di kantor," paparnya.


2. Minum secangkir kopi 

Dr Jodi Ashbrook, pendiri dan CEO ZenLeader, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, membuktikan hal ini. 

Menurutnya, minum secangkir kopi di pagi hari dapat dengan mudah dianggap sebagai bentuk meditasi, tanpa berbaring di atas tikar yoga, dalam keheningan total dan tanpa gangguan. 

Ashbrook tak menyangkal adanya godaan untuk memeriksa pekerjaan ketika menikmati secangkir kopi di pagi hari atau melakukan rutinitas harian tanpa mengenali kesempatan baru. 

Namun, ketika kita mendedikasikan waktu untuk berhenti sejenak meski hanya beberapa menit sebelum memuli hari, kata Ashbrook, itu bisa memberikan efek terapeutik dan menenangkan. 

Pada dasarnya, daripada meminum kopi sambil melakukan hal lain, cobalah untuk menikmatikan sembari menghirup aromanya dan menghargai setiap tegukan. 

Kita juga harus melakukannya sembari membersihkan pikiran dari hal negatif yang bisa memperburuk suasana hati kita pagi itu. 

"Bagi mereka tinggal di lingkungan ramai, saya sarankan mengatur jam alarm 10 hingga 15 menit sebelum orang lain melakukan aktivitas, demi menciptakan ruang pribadi sendiri, dan mulailah hari dengan catatan positif," papar Ashbrook.


3. Jalan-jalan dengan hewan peliharaan 

Menurut Sarah Moe, selaku pembina kesehatan, hewan peliharaan seperti anjing bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik. Hewan tersebut juga bisa membantu kita bermeditasi. 

"Saat berjalan bersama anjing, jangan berbicara di telepon atau mendengarkan sesuatu," katanya. 

Ia menyarankan kita untuk fokus merasakan tanah yang kita pijak dan mendengarkan suara napas hewan peliharaan yang kita ajak jalan-jalan itu. 

Ia mengatakan, cara ini akan lebih baik daripada kita menghujani hewan peliharaan dengan pelukan atau ciuman.


4. Mandi 

Moe mengatakan, banyak orang memikirkan hal lain ketika mandi. Padahal, waktu untuk mandi bisa kita manfaatkan sebagai momen meditasi. 

"Untuk menjadikan ini sebagai pengalaman meditatif, taruh sabun pada tangan dan tutup mata saat membersihkan diri," papar Moe. 

Rasakan kulit, tulang, lekuk tubuh. Ambil napas dalam-dalam dan hirup aroma sabun. 

Fous pada apa yang kita lakukan saat itu. Jangan biarkan pikiran mengembara ke arah pikiran-pikiran yang harus dilakukan atau pekerjaan sehari-hari.


5. Memasak makan malam 

Moe juga mengatakan memasak juga bisa menjadi pengalaman meditatif. 

"Meditasi benar-benar bisa kita lakukan saat ini, jadi saat membuat makan malam, jangan mencoba melakukan banyak tugas," paparnya. 

Ia menyarankan kita untuk berfokus pada apa yang benar-benar terjadi saat memasak, misalnya memperhatikan air mendidih, menghirup aroma bumbu, atau suara dari panci. 

Kemudian, ketika kita makan, luangkan waktu. Jangan makan di depan laptop, televisi, atau telepon. 

"Nikmati setiap gigitan dan kunyah sepenuhnya sebelum melakukan banyak hal," ucapnya.


6. Duduk di dalam kelas 

Mungkin terakhir kali kita duduk di kelas, kita merasa bosan dan pikiran kita melayang, atau secara diam-diam bermain ponsel. 

Namun, Ellie Shoja, instruktur meditasi, waktu yang tepat untuk bermeditasi bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah adalah di awal pelajaran. 

Dengan kata lain, tidak ada alasan menguap atau keluar kelas ketika guru menerangkan. 

"Dengan berfokus sepenuhnya pada napas atau pada sensasi tubuh, pikiran siswa bisa fokus sepenuhnya," papar Shoja. 

Menurutnya, ini membantu siswa agar fokus pada pelajaran dan siswa akan dapat menyerap lebih banyak informasi daripada sebelumnya. 

Jika kita sudah melewati masa sekolah, Shoja mengatakan, praktik meditasi ini bisa kita terapkan dalam ruang rapat kerja. 

Dengan memfokuskan pikiran pada napas, kita sepenuhnya "hadir" selama beberapa menit pertama pertemuan. 

Dengan cara ini, menurut Shoja, kita bisa berpikir jernih, memproses informasi lebih efisien, dan memanfaatkan solusi dengan lebih mudah. 

Shoja mengatakan, bagian terbaik dari ini adalah karyawan dan siswa dapat melakukan ini dengan mata terbuka lebar. 

Selain itu, orang di sekitar mereka tak akan menyadari jika mereka sedang menyiapkan diri untuk sukses dengan bermeditasi selama beberapa menit. 

"Pada dasarnya, ketika kita memasuki keadaan meditasi sepanjang hari, getaran spiritual meningkat dan kita terhubung dengan kebijaksanaan yang hidup di dalam diri," kata Shoja.

Tentu setiap orang bisa mendapatkan momen meditatifnya dalam kegiatan yang berbeda, seperti saat jogging, di mana ia fokus pada langkah kaki dan tarikan napas, saat berenang, dan lainnya.

Sumber: Kompas.com

Dibaca : 374 kali