x

Wabah Corona; Bhikkhu Sri Pannyavaro Minta Umat Buddha Tetap Di Rumah

Menyikapi mewabahnya corona virus (covid-19) di Indonesia, Bhante Sri Pannyavaro meminta umat Buddha mematuhi anjuran pemerintah. Tetap tinggal di rumah, menjaga kebersihan, berperilaku tidak sembrono, menurut Bhante adalah tindakan bijaksana yang bisa menyelamatkan diri dan orang lain dari pademi virus yang mematikan itu.

“Apabila sekarang anda melakukan karma baik dengan tinggal di rumah saja, menjaga kebersihan dan kesehatan, maka akibatnya karma buruk yang lampau tidak mudah berbuah bagi Anda. Tetapi, apabila Anda sembrono dengan melakukan karma-karma buruk, mengabaikan anjuran pemerintah, tidak menjaga kebersihan dan kesehatan, maka akibat karma buruk akan cepat berbuah. Anda menderita,” tulis Bhante dalam surat edaran, Nasehat Sanghapamoka Sangha Theravada Indonesia.

“Menjaga diri sendiri dari perilaku sembrono, berarti juga melindungi orang lain untuk tidak tertular penyakit dari kita. Ada kemungkinan kita membawa virus yang kita sendiri tidak menyadarinya karena kita tidak merasakan gejala apapun.

“Atau sebaliknya, bila Anda tidak mau tinggal di rumah untuk sementara waktu melainkan berkumpul di kerumunan banyak orang, maka Anda bisa saja tertular virus corona (covid-19). Anda mederita, keluarga anda pun menderita. Kalau kita ingin melindungi orang lain, termasuk anak-anak dan keluarga kita, maka lindungilah diri sendiri dengan baik.”

Terakhir Bhante Pannyavaro menegaskan bahwa Covid-19 bukan virus flu biasa. Sangat berbahaya karena akibatnya bisa mematikan dan mudah menular. “Melindungi diri berarti melindungi orang lain. Ingin melindungi orang lain, lindungilah diri sendiri,” Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera.

Menyikapi mewabahnya covid-19 di Indonesia mendorong para pimpinan umat Buddha mengneluarkan seruan untuk tidak melakukan puja bakti bersama. Berbagai agenda besar seperti peringatan Waisak, puja bakti detik-detik Waisak dan sebulan pendalaman dharma juga harus ditiadakan untuk mengurangi bahaya penyebaran virus corona.

Seruan pembatalan sejumlah agenda bersekala nasional sampai tingkat akar rumput juga dikeluarkan oleh Keluarga Theravada Indonesia (KBTI). Melalui 3 surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia (STI), Bhikkhu Subhapannyo menyerukan pembatalan Sebulan Pendalaman Dhamma, Puja Bakti Detik-Detik Waisak dan Himbauan Peringatan Waisak, Umat Buddha binaan Saõgha Theravâda Indonesia untuk memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 B.E. Tahun 2020, sebagai berikut:

1. Tidak melakukan pujabakti dan meditasi detik-detik Waisak bersama di Vihâra atau tempat berkumpul lainnya.

2. Melakukan pujabakti dan meditasi detik-detik Waisak di rumah masing-masing.

3. Membaca dan merenungkan leaflet pesan Waisak tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Saõgha Theravâda Indonesia.

4. Memanfaatkan media sosial, seperti youtube, facebook, Instagram, dan media sosial lainnya yang livestreaming berhubungan dengan Waisak 2564 B.E Tahun 2020.

Dibaca : 1506 kali