x

Peringatan 200 Tahun Penemuan Kembali Borobudur

Dalam rangka peringatan 200 tahun penemuan kembali Candi Borobudur, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dalam menggelar berbagai kegiatan yang diadakan di Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang telah berlangsung sejak Agustus 2014 tersebut di isi dengan berbagai kegiatan seperti seminar yang bertema “Membangun Ketahanan Budaya dan Pariwisata dalam memperkokoh Ketahanan Nasional”, Pagelaran Sendratari Mahakarya Borobudur “The Legend of MAHAKARYA BOROBUDUR when history comes to life”, Borobudur Community Expo, Funbike, pameran perangko dan Filateli, kampanye pelestarian Candi Borobudur, Borobudur Jazz.

Puncak acara peringatan 200 tahun penemuan kembali Borubudur diadakan di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11) malam, dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rebecca Razavi.

Acara puncak tersebut diisi dengan acara peresmian peluncuran perangko seri 200 Tahun Penemuan Borobudur, pameran mozaik Candi Borobudur ukurannya 2,5 x 2 meter yang tersusun dari 2.000 keping perangko, pemecahan rekor bermain saksofon selama 24 jam oleh Hary Wisnu, dan pesta rakyat.

Perangko seri 200 Tahun Penemuan Borobudur diterbitkan oleh PT Pos Indonesia sebagai persembahan untuk Candi Borobudur yang penemuannya sudah berusia 200 tahun sekaligus sebagai apresiasi kepada Thomas Stamford Raffles yang telah menemukan Candi Borobudur dua abad lalu.

Pada bulan Desember mendatang, masih dalam rangkaian acara peringatan 200 tahun penemuan kembali Borubudur, rencananya juga akan dilaksanakan kampanye pelestarian Borobudur, dan di akhir Desember rencananya juga akan digelar Borobudur Jazz.

Tepat 200 tahun yang lalu, Candi Borobudur terbangun dari tidurnya yang panjang setelah ditemukan kembali oleh Thomas Stamford Raffles dari Inggris pada tahun 1814. Borobudur merupakan salah satu warisan dunia yang diakui oleh UNESCO pada tahun 1991.

Sumber: Bhagavant.com

Dibaca : 2650 kali