x

Ratusan Ribu Hadiri Kremasi Jenazah Mendiang Sangharaja Thailand

Bangkok, Thailand – Kremasi jenazah mendiang Sangharaja Thailand, Y.M. Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera (Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana) yang dilaksanakan pada Rabu sore (16/12/2015) dihadiri oleh ratusan ribu orang.

Prosesi kirab yang membawa guci kerajaan yang meyimpan jenazah Sangharaja Thailand, dari Vihara Bowonniwet ke Vihara Debsirindrawas.
Prosesi kirab yang membawa guci kerajaan yang meyimpan jenazah Sangharaja Thailand, dari Vihara Bowonniwet ke Vihara Debsirindrawas. Foto: Bangkok Post
Setelah dua tahun disemayamkan, jenazah mendiang Sangharaja Thailand, Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana akhirnya dikremasi dengan upacara utama disponsori oleh kerajaan diadakan di Vihara Rajavara Debsirindrawas (Wat Debsirindrawas Ratchaworawihan) di Bangkok. Sedangkan vihara-vihara lainnya di berbagai provinsi di Thailand mengadakan puja bakti bersama.

Seperti yang dilansir Bangkok Post Rabu (16/12/2015), para pemimpin Sangha dan perwakilan dari komunitas Buddhis dari 13 negara tiba di Thailand untuk menghadiri upacara kremasi tersebut.

Jenazah mendiang Sangharaja dipindahkan dengan kereta kerajaan melalui sebuah prosesi dari Vihara Rajavara Pavaranivesa (Wat Bowonniwet Rajavaravihara) di Distrik Phra Nakhon, Bangkok ke Vihara Rajavara Debsirindrawas (Wat Debsirindrawas Ratchaworawihan) juga di Bangkok.

Prosesi tersebut melalui Jalan Phra Sumen, Jalan Lan Luang, Jalan Krung Kasem dan Jalan Thanon Luang. Rute sepanjang 3,38km dan 20 jalan lain yang terhubung dengannya tertutup untuk lalu lintas dari pukul 06.00 sampai siang dan pukul 14.00-22.00.

Pemerintah Administrasi Metropolitan Bangkok telah menyiapkan sekitar 200 ribu dok mai chan (bunga-bunga kertas yang digunakan dalam upacara-upacara kremasi), bagi warga untuk nantinya ditempatkan di paviliun yang didirikan di Vihara Bowonniwet dan Vihara Debsirindrawas. Sedangkan vihara-vihara lainnya di 46 distrik di Bangkok masing-masing telah menyiapkan 10 ribu dok mai chan.

Mantan seketaris jenderal tetap Kantor Perdana Menteri, Tongthong Chandransu, yang duduk di komite pembentukan pemerintah untuk mengawasi upacara kremasi tersebut, mengatakan PNS dan masyarakat telah diminta untuk berpakaian pakaian hitam.

Kepala Polisi Nasional Thailand, Jenderal Polisi Chakthip Chaijinda mengatakan, Selasa (15/1/2015) bahwa lebih dari 3.000 petugas polisi dikerahkan untuk menjamin keamanan saat kerumunan besar orang berbaris di jalan-jalan untuk menyaksikan prosesi.

Pada Selasa yang sama pukul 14.00, 19 pemimpin dan perwakilan dari komunitas Buddhis di 13 negara – Bangladesh, Indonesia, Kamboja, Jepang, Laos, Myanmar (Birma), Korea Selatan, Nepal, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, Bhutan dan Tiongkok, mengunjungi ke Vihara Bowonniwet untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Sangharaja. Ini adalah pertama kalinya pemerintah Thailand mengundang para pemimpin Sangha dari luar negeri untuk menghadiri kremasi Sangharaja.

Para bhikkhu dan pejabat berbaris untuk memberikan kayu cendana di krematorium Vihara Debsirindrawas, Bangkok. Foto: Bangkok Post
Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Maha Vajiralongkorn atas nama Raja Thailand memimpin upacara kremasi jenazah Sangharaja yang diadakan petang hari dan yang juga dihadiri oleh keluarga kerajaan lainnya di antaranya Putri Maha Chakri Sirindhorn.

Rangkaian upacara kremasi dimulai pada Selasa pukul 16.30, saat Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn melakukan upacara pelimpahan jasa di Vihara Bowonniwet tempat jenazah mendiang Sangharaja berbaring.

Pada hari Kamis (17/12/2015), Putra Mahkota akan memimpin upacara untuk mengumpulkan sisa-sisa abu jenazah Sangharaja, yang akan kembali ke Vihara Bowonniwet untuk selanjutnya diadakan upacara pelimpahan jasa.

Upacara relik akan diadakan pada hari Sabtu diikuti dengan upacara lainnya saat kotak yang berisi abu akan ditransfer ke Phra Vihara Keng, sebuah aula puja bakti yang ada di dalam Vihara Bowonniwet, tempat sisa-sisa kremasi tersebut disimpan secara permanen.

Y.M. Bhikkhu Sakayawongwisut, asisten kepala Vihara Bowonniwet, mengatakan bahwa publik akan diizinkan untuk memberikan penghormatan kepada relik Sangharaja di upacara selanjutnya.

Sangharaja Thailand Y.M. Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera (Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana) mangkat diusia ke-100 tahun pada Kamis 24 Oktober 2013 di Rumah Sakit Memorial Chulalongkorn di Bangkok, di mana beliau telah dirawat karena penyakitnya sejak lebih dari satu dekade yang lalu, pada 20 Februari 2002.

Y. M. Suvaddhana yang telah menjabat sebagai Sangharaja Thailand sejak 21 April 1989 sebagai Sangharaja ke-19, merupakan Sangharaja Thailand yang memiliki usia terpanjang dalam sejarah Thailand untuk saat ini. [Bhagavant, Bangkok Post, 17/12/15, Sum]

Dibaca : 1866 kali