x

Pesan Dhamma Oleh Y.M. Sri Pannavaro Mahathera (Kathina 2016)

* Kathina dan Siripada Puja, Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Sabtu, 12 November 2016


Pengertian yg benar adalah unsur pertama dari 8 jalan utama. Umat Buddha selayaknya belajar sehingga akhirnya akan mendapat pengertian.
Tetapi pengertian saja tidak cukup. Pengertian tidak akan membawa kemajuan batin. Kemajuan batin harus dimulai dengan saddha (keyakinan).

Ada 4 macam Saddha :

1. Kamma Saddha
Yakin pada perbuatan baik dan perbuatan tidak baik. Tidak ada perbuatan yg abu-abu. 
Bahwa ada perbuatan baik (kusalakamma) tapi juga ada perbuatan tidak baik (akusalakamma).

2. Vipaka Saddha 
Semua perbuatan baik kecil atau besar akan berakibat. Berhati-hatilah bila berbuat besar maupun yang kecil. Semua perbuatan mempunyai Vipaka (akibat) Kalau orang tidak percaya hukum kamma, hak mereka. Tapi hukum kamma tetap berlaku pada orang itu. Semua perbuatan yg kita lakukan akan berakibat.

3. Kamma Sakkata Saddha 
Akibat dari perbuatan itu dia sendiri yg akan mengalami. Perbuatan baik mengakibatkan kebahagiaan, perbuatan buruk megakibatkan penderitaan. Yang membuat akan memetiknya sendiri.

4. Tathagata Bodhi Saddha
Guru Agung mencapai penerangan sempurna yang dicapai saat bulan purnama di bulan Waisaka. Dari penerangan sempurna itulah ia menyebarkan Dhamma. 
Apa yang diajarkan bukan hasil dari pemikiran intelektual Beliau. Tapi hasil dari pencerahan, atas usahanya sendiri, yang kemudian diajarkannya pada kita.

Keyakinan pada hukum Kamma mendorong kita untuk tidak berbuat buruk. Karena keburukan akan menghancurkan kita, menghancurkan keluarga kita dan menghancurkan lingkungan.
Seorang umat Budha tidak berbuat buruk bukan karena semata-mata diperintahkan oleh kitab suci. Tetapi karena sadar bahwa keburukan itu akan menyengsarakan dirinya, akan berakibat penderitaan. Membuat kita menjaga sila. Berhati-hatilah dalam berbicara dan berbuat. 1-2 kalimat bisa tak hanya menghancurkan dirimu, tapi satu kota.

Keyakinan terhadap hukum Kamma bukan hanya menghentikan kita berbuat yang buruk, juga mendorong kita berbuat yang baik antara lain dengan berdana, memberikan pertolongan.
Apa tujuan berdana?

Pertama, Yg paling rendah tujuan dari berdana adalah menjaga relasi. Orang yang berdana akan dicintai. Apa yg diinginkan akan dicapai, akan mengabulkan semua keinginan. Seperti suara yang merdu, wajah cantik, Kekuasaan, pangkat, kesejahteraan, semua itu karena buah dari kebajikan berdana.

Kedua, tujuan yg lebih tinggi : Devaloke Caya
Memperoleh kesenangan di alam dewa. Wajah cantik, kekuasaan, pengaruh, kesehatan, kesejahteraan, umur panjang, semua tidak kekal, Hidup di surga juga hanya sementara.

Ketiga, berdanalah dengan tujuan untuk membersihkan kekotoran batin, untuk melepaskan penderitaan. Itulah nibbana sampathi.

3 tingkat dari berdana ini seperti anak-anak yang masuk SMA. Ada yang keluar di kelas 1. 
Hanya mendapat ilmu kelas 1. Mendapatkan apa yang diinginkan.
Ada yg keluar di kelas 2. Hanya mendapat ilmu kelas 2. Berdana utk menjadi dewa. 
Ada yg keluar sampai lulus kelas 3. Dia mendapat ilmu kelas 3. Dia terbebas dari penderitaan.

Apakah memberi makan seekor anjing juga bisa mencapai tingkat 3? 
Bisa, caranya berdanalah dengan prima, dengan tujuan untuk tingkat 3. Kalau bisa berdana dgn tujuan tingkat 3 itulah Panna. 

Saddha, Sila, Caga (berdana utk melepas, utk membersihkan batin). Itulah 4 macam
Dhamma yang memberi manfaat sangat panjang pada kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Dalam keseharian :
- Jangan mencari kesalahan orang lain
- Jangan melihat dan membicarakan yang sudah dilakukan orang lain dan yang belum dilakukan orang lain

Lihatlah dirimu sendiri. Apa yg sudah anda lakukan dan apa yang belum anda lakukan. 
Apakah sudah melakukan kewajiban anda sebagai anak, sebagai orang tua, sebagai suami/istri, sebagai masyarakat. Cobalah mawas diri. Melihat ke diri sendiri, bukan kepada orang lain. Marilah berbuat kebajikan kelas 3 utk mencapai kebebasan. 


Transkrip oleh: Ibu Suprihati Hartini (Guru Sekolah Minggu Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya & Pengajar di Jubilee School, Kemayoran Jakarta)

Anumodana & terima kasih.

Catatan:
Untuk melihat video dokumentasi, klik di sini.

Dibaca : 1473 kali