x

Bhikkhu Tithanyano Berpesan Agar Umat Buddha Di Singkawang Tak Panik

Indahnya hidup penuh keberagaman kembali mendapat ancaman. Pada Minggu (13/11), Gereja Oikumene Sengkotek di Samarinda, Kalimantan Timur dilempar bom molotov yang menyebabkan seorang balita meninggal dunia.

Sehari kemudian, pada Senin (14/11) dinihari, teror bom molotov kembali terjadi. Kali ini menimpa Vihara Budi Dharma, di Jl. Gusti Situt, Singkawang, Kalimantan Barat.

Pembina umat Buddha di Singkawang, Bhikkhu Tithanyano berpesan agar umat Buddha tidak panik menghadapi peristiwa tersebut.

“Semoga umat Buddha, terutama yang berada di kota Singkawang, tidak panik, apalagi membenci atas munculnya kejadian ini,” ujar Bhante Tithanyano yang saat ini menetap di Vihara Vimala Chanda Arama, Singkawang sejak tahun 2006.

“Tetap bersikap hati-hati dan waspada dalam bertindak,” Bhante berpesan.

Polisi langsung membentuk tim khusus untuk mengejar dua pelaku pelemparan molotov itu. “Tidak ada korban jiwa dan tidak menimbulkan kerusakan,” terang Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa seperti dikutip dari detikcom.

Sandi menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, Senin (14/11) dini hari. Ada dua botol bersumbu berisi bensin yang dilemparkan oleh pelaku. “Yang satu tidak sempat keluar percikan api,” lanjut Sandi.

Saat kejadian, tidak banyak saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Seorang penjaga vihara langsung memadamkan percikan dari molotov yang berada di depan pagar vihara tersebut.

“Pihak kepolisian bersama unsur TNI melakukan patroli bersama untuk menjaga kondusivitas Kamtibmas yang sudah cukup mantap selama ini,” terang Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW.

Masyarakat Kalimatan Barat dan Singkawang diminta tetap tenang dalam menyikapi teror ini. Warga diharapkan tidak terprovokasi dan tetap waspada. Singkawang sendiri saat ini sedang menghadapi tahapan pilkada.

“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui peningkatan keamanan swakarsa, di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerjanya masing-masing,” tutur Suhadi.


Sumber: Buddhazine.com

Dibaca : 4565 kali