x

40 Tahun Sangha Theravada Indonesia: Umat Buddha Harus Proaktif Jaga Perdamaian

Tangerang, ICRP – Salah satu aliran Agama Buddha di Indonesia, Sangha Theravada Indonesia (STI) kini telah memasuki usia 40 tahun. Sangha yang memiliki lebih dari 84ribu anggota yang tersebar di 28 provinsi ini menggelar HUT ke 40 di Hall ICE Bouleverd BSD City dengan mengangkat tema “Menebar Kasih dan Membangun Kedamaian.”

HUT Sangha yang berdiri pada tahun 1976 ini dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan ribuan umat Buddha di seluruh Tanah Air. Menag berharap, di usianya yang ke 40 tahun, STI dapat terus mengembangkan kebajikan, mengajak umat Buddha untuk mengembangkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ketua Umum Shangha Theravada YM. Subhapanno Mahathera, tema tersebut mengandung pesan agar umat Buddha dapat proaktif bersama seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kebinekaan. “Dengan semangat dan kesadaran kebhinekaan umat akan dapat saling menghormati, menghargai dan saling mencintai, meski kita berbeda,” ungkap Bhante Subbapanno.

“Keberhasilan ini tidak terlepas atas jasa dan peran sesepuh. Karena itu, pada ulang tahun kali ini, STI memberikan penghargaan kepada senior yang telah berjasa luar biasa terhadap perkembangan dan kemajuan Sangha Theravada Indonesia,” ujar Subhapanno seperti dilansir bimasbuddha.kemenag.go.id.

Dalam pesan Dhamma YM. Sri Pannavaro Mahathera menyampaikan  empat Dhamma yang harus dilaksanakan bagi umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Dhamma yang pertama adalah berdana atau memberi untuk memurnikan hati dan tidak mengharapkan pahala apapun. Dhamma kedua, berkatalah yang baik. Bhante Panna mengajak umat Buddha untuk selalu menjaga ucapan dan tidak berkata yang menyakiti orang lain. Dhamma ketiga, lakukanlah hal-hal yang baik untuk orang lain. Meskipun kecil, lakukanlah dengan sepenuh hati. Dhamma keempat adalah mempunyai ketenangan hati dan tidak sombong.

Sumber: www.icrp-online.org


Berita Terkait:

Dibaca : 2153 kali